Menu

Mode Gelap
Al Haris: Semangat Idul Fitri Jadi Energi Baru Abdullah Sani ke Pejabat: Tugas Kita Memberikan Pelayanan Bukan Untuk Dilayani Al Haris Tegaskan, Fokus Pemberataan Pembangunan Setiap Kabupaten/ Kota Al Haris Jenguk Anak Jadi Korban Bacok Ibunya di Tebo Harga TBS dan Pupuk Tidak Sebanding, Petani Sawit Harapkan Pemerintah Bijaksana

Muaro Jambi · 29 Sep 2021 14:50 WIB

11 Ekor Bauaya Dievakuasi dari Tempat Penangkaran Tak Terawat


 11 Ekor  Bauaya Dievakuasi dari Tempat Penangkaran Tak Terawat Perbesar

Kabarjambikito.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi sudah mengevakuasi 11 buaya muara (Crocodylus porosus) dari tempat penangkaran yang tidak terurus di Kabupaten Muarojambi dengan bantuan dari aparat TNI, Polri, dan pemerintah daerah serta warga.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Jambi Didik Bangkit Kurniawan di Jambi, Rabu, mengatakan bahwa evakuasi 11 buaya muara itu dilakukan selama empat hari dari 24 sampai 27 September 2021.

BKSDA mengevakuasi buaya dari tempat penangkaran yang ada di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, karena tempat penangkaran itu sudah tidak terurus sehingga buaya yang berada di sana sering lepas dan membahayakan warga sekitar.

BACA LAINNYA  Sambut MTQ Tingkat Provinsi Jambi, Anwar Sadat Siapkan Becak Untuk Pengunjung

Menurut Didik, buaya muara yang dievakuasi dari tempat penangkaran di Muarojambi untuk sementara ditempatkan di Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

“Karena di sana memang ada tempat kolam ikan yang sudah dibeton keliling. Buaya itu kita tempatkan sementara di situ,” katanya.

Selanjutnya, ia mengatakan, buaya-buaya itu bisa dibawa ke tempat penangkaran yang bisa digunakan atau dilepaskan ke habitat aslinya.

“Untuk tempat pelepasliaran butuh kita survei terlebih dahulu, ada beberapa tempat yang memang menjadi tempat pelepasliaran buaya muara,” katanya.

BACA LAINNYA  Ternyata Orang Melayu Jambi Punya Peradaban Sangat Maju di Bidang Pendidikan

Menurut dia, masih ada 15 buaya muara yang harus dievakuasi dari tempat penangkaran di Sungai Gelam, Muarojambi.

Pada Rabu upaya untuk mengevakuasi buaya dari tempat penangkaran yang sudah tidak terurus itu sementara dihentikan karena petugas kesulitan memasang perangkap untuk menjaring buaya yang berkumpul di tengah kolam.

“Kemarin posisi buaya semuanya berada di tengah dan hal ini dikarenakan mungkin selama empat hari kita melakukan evakuasi terhadap buaya mereka takut, mungkin jadi buaya ngumpul di tengah,” kata Didik.

BACA LAINNYA  Ternak Warga Batanghari di Makan Binatang Buas, Ini Pesan Kapolres Batanghari

“Kolam begitu luas, ketika buaya posisinya di tengah itu menyulitkan petugas dalam proses menjaring ataupun proses memasang perangkap,” ia menambahkan.

Dia mengimbau warga yang berada di kebun IX, Kecamatan Sungai Gelam, untuk sementara tidak beraktivitas di kawasan sungai guna menghindari ancaman dari buaya yang lepas dari tempat penangkaran.

“Petugas juga akan terus melakukan penyisiran di lokasi sekitar sungai pasca nanti evakuasi buaya dari penangkaran tersebut,” kata Didik.

Antarajambi.com

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bupati Masnah Busro Kukuhkan Kades Sebagai Pemangku Adat

17 Mei 2022 - 23:07 WIB

Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam

16 Mei 2022 - 21:23 WIB

Bupati Masnah Busro Apresiasi Juara III Tim PBM Desa Pulau Karo

16 Mei 2022 - 09:14 WIB

Bupati Masnah Busro Resmikan Jembatan Gantung Putri Ponjen

15 Mei 2022 - 07:32 WIB

Bupati Muaro Jambi Hadiri Pengukuhan Adat Kepala Desa Se-Kecamatan Taman Rajo

13 Mei 2022 - 23:06 WIB

Seminggu Lagi Masa Jabatan Berakhir, Masnah dan BBS Ucapkan Terimakasih Kepada Masyarakat

13 Mei 2022 - 17:19 WIB

Trending di Kabar Terbaru