Menu

Mode Gelap
Harga Buah Sawit Anjlok, Dewan Batanghari Gelar RDP Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran, Al Haris Gandeng Polda Jambi Al Haris Harapkan Qori dan Qori’ah Harus Percaya Diri Bupati Masnah Busro Kukuhkan Kades Sebagai Pemangku Adat Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus KNPI, Irjen Pol Rachmad: Polri Siap Bersinergi

Ekonomi · 8 Feb 2022 22:47 WIB

Ombudsman RI Minta Kemendag Terapkan HET Minyak Goreng


 Ombudsman RI Minta Kemendag Terapkan HET Minyak Goreng Perbesar

NASIONAL  – Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika meminta Kementerian Perdagangan untuk memastikan agar Harga Eceran Tertinggi atau HET minyak goreng segera diterapkan, agar masyarakat dapat menikmati komoditas pangan pokok tersebut dengan harga yang murah.

Yeka dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/2/2022) mengatakan, bahwa berdasarkan pemantauan Ombudsman RI di 34 provinsi terdapat temuan setidaknya tiga fenomena di masyarakat akibat harga minyak goreng yang melambung tinggi.

“Ombudsman menemukan adanya tiga fenomena yakni aksi penimbunan stok minyak goreng, harapannya satgas pangan dapat bergerak cepat untuk menangani ini. Selain itu Ombudsman juga menemukan adanya perilaku pengalihan barang dari pasar modern ke pasar tradisional dan munculnya panic buying dari masyarakat,” kata Yeka.

BACA LAINNYA  Peletakan Batu Pertama Untuk Relokasi Warga Rang Kayo Hitam, Fadhil Arief: Ini Akan Dijadikan Milik Sendiri

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan No 6 Tahun 2022, HET minyak goreng diatur dengan rincian minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter, kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter, dan kemasan premium sebesar Rp14.000 per liter. Kebijakan HET ini mulai berlaku sejak 1 Februari 2022 dan sekaligus mencabut Permendag Nomor 3 Tahun 2022.

Baca Juga:
Pedagang Diminta Patuhi Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng

“Pantauan kami, di Aceh harga minyak goreng masih di kisaran Rp18.000 per liter, Sumatera Utara Rp19.000 per liter, Sumatera Barat Rp18.000 per liter, Kalimantan Timur Rp 23.000 per liter, Jawa Barat Rp 22.000 per liter,” ujarnya.

BACA LAINNYA  Nah !!! Bank Perkreditan Rakyat Central Dana Digugat Endang

Dia menegaskan bahwa Ombudsman mendorong agar Kementerian Perdagangan segera memastikan ketersediaan stok minyak goreng dengan HET sesuai Permendag Nomor 6 Tahun 2022.

“Adanya masyarakat yang sulit mendapatkan minyak goreng dengan harga sesuai regulasi memang bisa terjadi karena ada delay (keterlambatan) antara penetapan regulasi dengan pelaksanaan di lapangan, karena melibatkan kesiapan produsen dalam melakukan distribusi,” katanya.

Untuk itu, Yeka menyampaikan beberapa masukan kepada pemerintah yakni membentuk satuan tugas untuk menangani keluhan masyarakat terkait sulitnya mengakses minyak goreng dengan harga sesuai HET. Kemudian, juga membuka wacana kemungkinan dibukanya kesempatan bagi BUMN untuk menangani 10-15 persen kebutuhan pasar terhadap minyak goreng.

BACA LAINNYA  Sekda Provinsi Jambi Harapkan BI Turut Bantu Pulihkan Masyarakat

Ombudsman juga mendorong Pemerintah agar crude palm oil (CPO) diprioritaskan untuk produksi minyak goreng, selain itu pemerintah agar memastikan pengawasan terhadap produsen dalam mematuhi ketentuan Domestic Market Obligation/DMO dan Domestic Price Obligation (DPO). Ombudsman juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan belum stabilnya harga minyak goreng di pasaran disebabkan belum lancarnya distribusi minyak goreng dengan harga sesuai regulasi.

Halaman Selanjutnya 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

SKK Migas Kunjungi Lokasi Temuan Migas Baru di Sumatera Selatan

15 Mei 2022 - 19:36 WIB

Premier Oil Melakukan Pengeboran Laut Dalam di WK Andaman II

13 Mei 2022 - 07:35 WIB

SKK Migas – KKKS Jindi South Jambi Serahkan 75 Al Qur’an Kepada Komunitas Milenial Santri Peduli

5 Mei 2022 - 08:27 WIB

Optimasi Pengembangan Lapangan Tahap-2 WK Rokan Disetujui, Tambah Investasi Hulu Migas Rp. 35 Trilyun

29 April 2022 - 06:03 WIB

Success Ratio Sumur Eksplorasi Mencapai 80%

27 April 2022 - 11:56 WIB

Jelang Lebaran Idul Fitri, Al Haris Terus Pantau Stok Migor

20 April 2022 - 16:04 WIB

Trending di Ekonomi