Menu

Mode Gelap
Besok Pj Bupati Muaro Jambi, Sarolangun dan Tebo Dilantik Gubernur Jambi Mursyid : Tepat Mendagri dan Gubernur Jambi Pilih Hendrizal, Pengalamannya Sangat Lengkap. Muncul Wajah Baru di Tubuh Pengurus Pemuda Pancasila Jambi, Begini Komentar Panglima Ardi Jum’at Berkah, Masyarakat: Bertemu Bupati Saja Kami Sudah Senang Al Haris: Semangat Idul Fitri Jadi Energi Baru

Hukrim · 20 Okt 2021 17:15 WIB

88 Pengaduan Kasus Investasi Penipuan Ternak Lele Yang Telah Diterima Polda Jambi


 Kaposko Pengaduan investasi bodong, Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram saat ekspos di Mapolda Jambi /ANTARA/Ho-iST Perbesar

Kaposko Pengaduan investasi bodong, Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram saat ekspos di Mapolda Jambi /ANTARA/Ho-iST

Kabarjambikito.com – Saat ini telah 88 laporan korban yang masuk ke Polda Jambi penipuan investasi ternak ikan lele dengan kerugian mencapai Rp 4,3 miliar.

Kaposko Pengaduan Korban Investasi Lele di Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram mengatakan, para korban penipuan investasi ternak ikan lele yang ditawarkan oleh PT Darsa Haria Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama diprediksi akan terus bertambah.

Wahyu mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah menerima sebanyak 88 pengaduan dengan total kerugian mencapai Rp 4,3 miliar.

BACA LAINNYA  Kapolda Jambi Ikuti Zoom Meeting Bersama Presiden Jokowi

Diperkirakan ratusan warga Jambi menjadi korban penipuan investasi ikan lele PT Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama dalam beberapa tahun ini.

Salah satu korban berinsial KJ yang mengaku diajak bermitra PT DHD di Jambi memprediksi ada 200 orang yang ikut investasi dengan kerugian mencapai hingga miliaran rupiah.

KJ menjelaskan dalam investasi ikan lele itu bentuknya kerja sama dengan pola bagi hasil. Di mana saat modal awal, mitra DHD dapat membeli atau menanam modal Rp10 juta per satu kolam, dengan perjanjian dalam satu kali panen, setiap satu kolam mendapat keuntungan Rp960 ribu.

BACA LAINNYA  Ratusan Juta Uang Warga Tebo Lenyap Seketika

KJ sendiri mengaku menanam modal untuk lima kolam dengan total kerugian Rp50 juta di mana dia belum ada satu tahun berinvestasi sehingga baru beberapa kali panen, tetapi sudah kejadian seperti ini.

KJ menjelaskan masih banyak korban lain yang mengalami kerugian lebih besar yang mencapai ratusan juta rupiah dan ada korban yang berinvestasi untuk 20 kolam atau mencapai Rp200 juta.

BACA LAINNYA  Datangi Kantor KPU Tanjab Timur, Tim Penyidik Kejari Langsung Bawa Pegawai

Kecurigaan korban mulai muncul pada Juni 2021, di mana pada bulan itu hingga saat ini keuntungan kerja sama belum dibayarkan sama sekali oleh PT DHD.

Para korban investasi ikan lele berharap PT DHD segera mengembalikan uang modal yang sudah disetor.

Sumber: Antarajambi.com

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelaku Pembacok Anaknya Sendiri Ditangkap di Kebun Sawit Warga

18 Mei 2022 - 21:06 WIB

Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

14 Mei 2022 - 14:27 WIB

Pelaku Penusuk Leher Warga Marosebo Ulu Berhasil Diamankan Polisi

13 Mei 2022 - 09:14 WIB

Hanya Gegara Lempar Kunci Motor, Satpam Bunuh Rekannya Sendiri

12 Mei 2022 - 17:28 WIB

Nekat Tusuk Polisi Dengan Tombak, Tiga Peluru Tembus Dada DPO Curat di Jambi

11 Mei 2022 - 08:28 WIB

Satpam Ditemukan Meninggal Dunia Diduga di Tusuk Pelaku Pencuri Buah Sawit

9 Mei 2022 - 06:40 WIB

Trending di Hukrim