Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Edi Purwanto Apresiasi FORMAJA Gelar Aksi Sosial Jelang Kedatangan Dirjen Kebudayaan Direktorat PTLK Datang, Masyarakat Rambutan Masam Bentuk Kepanitiaan Dirjen IKP: Dewan Pers Satu-satunya Lembaga yang Lakukan Sertifikasi Jurnalis Lepaskan JCH, Fadhil Arief: Doakan Kami Agar Jadi Pemimpin Istiqomah Tinjau Jalan di Sabak, Al Haris: Pemrov Jambi Segera Mengangani Dengan 2 Skema

Politik ยท 9 Sep 2021 20:55 WIB

AHY: Sampai Hari Ini Masih Ada Upaya Merampas Partai Demokrat


 Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA) Perbesar

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)

JAKARTA -Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh kader tetap mewaspadai gerakan kudeta kepemimpinan partai yang ia pimpin. Pasalnya, menurut AHY, pihak-pihak tersebut masih berupaya merebut kepemimpinan Demokrat.

“Perjuangan belum selesai. Saya melaporkan kepada seluruh kader Demokrat, juga seluruh masyarakat Indonesia bahwa sampai dengan hari ini, upaya untuk merampas Partai Demokrat masih terus berjalan,” ujar AHY dalam pidato kebangsaan yang tayang di TVOne, Kamis (9/9).

Pada awal 2021, internal demokrat memanas. Sejumlah kader bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membuat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

BACA LAINNYA  Safari Subuh di Merangin, Al Haris Mengulang Nostalgia Saat Jadi Bupati

Dalam KLB tersebut, Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum. Namun, upaya pengambilalihan Demokrat gagal setelah Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menolak kepengurusan hasil KLB Deli Serdang.

Menanggapi keputusan tersebut, Demokrat kubu Moeldoko kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun demikian, AHY meyakini jika upaya mereka tidak hanya akan berhenti di PTUN.

“Para perusak demokrasi tadi masih berupaya untuk menggugat dan membatalkan keputusan pemerintah melalui PTUN, termasuk kemungkinan judicial review melalui Mahkamah Agung,” ungkapnya.

BACA LAINNYA  Lama Tak Muncul, Tokoh Sekaligus Mantan Wabup Batanghari Ini Gabung ke PKS

AHY menegaskan pihaknya tidak gentar menghadapi hal tersebut, lantaran memiliki segala bukti yuridis yang kuat. Namun, ia meminta seluruh kader untuk tetap mewaspadai hal itu.

“Yang kita perjuangkan bukan sekadar kekuasaan, melainkan tegaknya kebenaran dan keadilan, termasuk hukum di negeri ini. Mari kita benar-benar ikuti, kawal seluruh proses hukum yang tengah berjalan ini,” ujarnya.

BACA LAINNYA  KPUD Tebo Launching Peluncuran Hari Pemungutan Suara Pemilihan Serentak

Lebih lanjut, menurut AHY, apa yang terjadi kepada Demokrat bukan ancaman untuk internal partai, melainkan ancaman serius terhadap kehidupan dan masa depan demokrasi di Indonesia.

“Kejahatan politik seperti itu tidak hanya bisa terjadi pada Partai Demokrat, tapi juga sangat mungkin terjadi pada partai-partai politik lain maupun elemen-elemen bangsa lain,” kata AHY.

“Kita semua menaruh harapan besar bahwa hukum dan keadilan tegak di negeri ini. Semoga hukum benar-benar menjadi panglima yang tertinggi,” pungkasnya.

(Cnnindonesia.com)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Prabowo-AHY Kompak Bilang Punya Kesamaan Usai Bertemu 2 Jam

24 Juni 2022 - 22:04 WIB

Surya Paloh Bertemu Sejumlah Ketua Umum Partai Politik, Pengamat Prediksi Tiga Poros Ini

23 Juni 2022 - 22:13 WIB

Pertemuan PKS-Nasdem, Syaikhu: Kita Banyak Persamaan

23 Juni 2022 - 18:05 WIB

MaulanaJadi Bintang Pada Rakernas NasDem 2022

18 Juni 2022 - 10:52 WIB

Demokrat: Biar Menteri Diganti Berulang Kali, Kalau Sibuk Kampanye Tidak Akan Membaik

17 Juni 2022 - 08:07 WIB

Silaturahmi ke Tebo, Romi Telah Membahas Tetang Pilgub Jambi 2024

16 Juni 2022 - 12:35 WIB

Trending di Politik