Oknum Polda Jambi Ditahan Jaksa Peduli, Polsek Batin XXIV Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Tak Mendidik, Oknum Guru Hukum Siswa Makan Sampah PetroChina Mulai Program Pengeboran di 11 Sumur Wilayah Kerja Jabung Sambut Hari Raya Imlek, Ditpolairud Polda Jambi Gelar Jumat Bersih

Home / Politik

Kamis, 9 September 2021 - 20:55 WIB

AHY: Sampai Hari Ini Masih Ada Upaya Merampas Partai Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)

JAKARTA -Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh kader tetap mewaspadai gerakan kudeta kepemimpinan partai yang ia pimpin. Pasalnya, menurut AHY, pihak-pihak tersebut masih berupaya merebut kepemimpinan Demokrat.

“Perjuangan belum selesai. Saya melaporkan kepada seluruh kader Demokrat, juga seluruh masyarakat Indonesia bahwa sampai dengan hari ini, upaya untuk merampas Partai Demokrat masih terus berjalan,” ujar AHY dalam pidato kebangsaan yang tayang di TVOne, Kamis (9/9).

Pada awal 2021, internal demokrat memanas. Sejumlah kader bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membuat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

BACA LAINNYA  JMSI Silaturahmi ke HIPMI Bahas HUT JMSI Ke2 di Kendari SulTeng

Dalam KLB tersebut, Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum. Namun, upaya pengambilalihan Demokrat gagal setelah Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menolak kepengurusan hasil KLB Deli Serdang.

Menanggapi keputusan tersebut, Demokrat kubu Moeldoko kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun demikian, AHY meyakini jika upaya mereka tidak hanya akan berhenti di PTUN.

“Para perusak demokrasi tadi masih berupaya untuk menggugat dan membatalkan keputusan pemerintah melalui PTUN, termasuk kemungkinan judicial review melalui Mahkamah Agung,” ungkapnya.

BACA LAINNYA  BPBD Batanghari Dapat Bantuan Sweb Antigen Sebanyak 175 Unit dari PT PMG

AHY menegaskan pihaknya tidak gentar menghadapi hal tersebut, lantaran memiliki segala bukti yuridis yang kuat. Namun, ia meminta seluruh kader untuk tetap mewaspadai hal itu.

“Yang kita perjuangkan bukan sekadar kekuasaan, melainkan tegaknya kebenaran dan keadilan, termasuk hukum di negeri ini. Mari kita benar-benar ikuti, kawal seluruh proses hukum yang tengah berjalan ini,” ujarnya.

BACA LAINNYA  Batang Pinang dijadikan Tiang Listrik, DPRD Tanjabbar Siap Pasilitasi Warga

Lebih lanjut, menurut AHY, apa yang terjadi kepada Demokrat bukan ancaman untuk internal partai, melainkan ancaman serius terhadap kehidupan dan masa depan demokrasi di Indonesia.

“Kejahatan politik seperti itu tidak hanya bisa terjadi pada Partai Demokrat, tapi juga sangat mungkin terjadi pada partai-partai politik lain maupun elemen-elemen bangsa lain,” kata AHY.

“Kita semua menaruh harapan besar bahwa hukum dan keadilan tegak di negeri ini. Semoga hukum benar-benar menjadi panglima yang tertinggi,” pungkasnya.

(Cnnindonesia.com)

Share :

Baca Juga

Politik

Rokorda NasDem Tanjabbar Berlangsung Meriah Berbagi Kasih

Politik

Disomasi Luhut, Mardani PKS Bela Haris Azhar: Perbuatan Pejabat Tapi Tidak Sesuai Konstitusi

Politik

Malam Ini, DPR dan Kemendagri Masih Bahas Jadwal Pemilu 2024

Politik

Reses Anggota DPR RI Ke Bawaslu, Asnawi Sampaikan Beberapa Poin Penting Pemilu 2024

Politik

Mesin Mulai di Panaskan, PAN Batanghari Mulai Fokus Pemilu 2024

Politik

Partai Indonesia Terang Masuk Jambi, 4 Kabupaten Sudah Terbentuk

Politik

Gerindra Akan Evaluasi Ketua DPRD Bungo, Nazli : Terimakasih Atas Perhatiannya Kepada Kader Kami

Politik

Nasib Ketua DPRD Bungo di Tangan DPP Gerindra