LIVE TV
Komunitas Sahabat Sejati Bersama Wawako Maulana Beri Santunan 10 Ton Daging Kerbau Beku Perum Bulog Jambi, Habis di Serbu Pembeli Ratusan Warga Bersama Pengemudi Ojol di Jambi Terima Zakat Maal Bupati Tanjabbar Saksikan Secara Virtual Gema Membumi Arakan Sahur Online PT Putra Duta Indahwood Mangkir di Sidang Karhutla Jambi

Home / Nusantara

Kamis, 18 Februari 2021 - 09:25 WIB

AHY Sebut Jokowi Tak Tahu Kelakuan Moeldoko

Presiden Jokowi bersama KSP Moeldoko saat akan bertolak ke Kalimantan Selatan untuk meresmikan Bendungan Tapin. FOTO/BIRO PERS SETPRES

Presiden Jokowi bersama KSP Moeldoko saat akan bertolak ke Kalimantan Selatan untuk meresmikan Bendungan Tapin. FOTO/BIRO PERS SETPRES

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ), Rabu (17/2/2021) malam, mengirimkan surat kepada jajaran pengurus partai di tingkat pusat dan daerah, dan kepada seluruh kader terkait situasi terkini Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD (GPK-PD) secara ilegal.

Pesan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP PD Herzaky Mahendra Putra kepada media.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas soliditas, kesetiaan dan kebulatan tekad dari seluruh kader, yang tetap menjaga kedaulatan, kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat yang kita cintai bersama,” tulis AHY dalam pesan tertulisnya.

Baca Juga   Politisi Demokrat Minta Menag Persatukan Umat, Jangan Jualan Isu Radikal dan Intoleran

AHY mengatakan bahwa dirinya terus memantau dan menerima laporan dari para kader tentang kudeta di Partai Demokrat secara ilegal dan inkonstitusional yang masih saja berupaya untuk melakukan pemberontakan dan pengkhianatan hingga saat ini.

Putra sulung SBY ini mengungkapkan, polanya kuno. Pertama, berupaya untuk mempengaruhi para pemilik suara dan tidak berhasil, lalu mencoba mempengaruhi pengurus DPD dan DPC dan tidak berhasil, mereka pun mencoba mempengaruhi mantan pengurus yang kecewa, dan mengklaim bahwa itu merepresentasikan pemilik suara.

Baca Juga   Liburan Akhir Tahun Dipangkas 3 Hari, 28 Sampai 30 Desember

Kedua, berupaya mencoba mempengaruhi semua dengan mengklaim telah berhasil mengumpulkan suara sekian puluh bahkan sekian ratus suara, padahal itu hoaks dan tipuan belaka.

“Kemudian, mereka juga menggunakan alasan KLB (Kongres Luar Biasa), karena faktor internal, padahal persoalannya adalah eksternal, yakni kelompok ini sangat menginginkan seseorang sebagai Capres 2024 dengan jalan menjadi Ketua Umum PD melalui KLB,” ungkapnya.

Menurut AHY, ia telah mendapatkan sinyal dari Presiden Jokowi bahwa tidak tahu mengenai apa yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara ilegal. Apa yang menjadi klaim mereka, hanya upaya kelompok yang ingin menakut-nakuti kader serta berupaya merusak hubungan baik SBY dan Jokowi.

Baca Juga   5 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Aceh, Bahan Pembuat Bom Disita

“Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik. Tapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu,” ujar AHY.

(Sindonews.com)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Sambut Kedatangan Habib Rizieq Shihab, Anggota TNI Diperiksa

Nusantara

Wacana Revisi UU ITE, Legislator PAN Singgung Nikita Mirzani-Abu Janda

Nusantara

Ucapkan Selamat untuk Partai Ummat, Mahfud MD: Semoga Jadi Darah Segar Demokrasi

Nusantara

Isu Reshuffle, Raffi Ahmad Dijagokan Jadi Menteri Baru

Nusantara

Ketua MPR-RI Hadiri Pengukuhan Pengurus JMSI

Nusantara

Reshuffle Rabu? Ada Nama Risma, Sandiaga hingga Menkes Baru

Nusantara

Kontrol Kemudi Rusak, Lion Air Balik ke Bandara Asal Usai 20 Menit Terbang

Nusantara

Minta Maaf, A Bakri HM Jelaskan soal ‘NTT Istimewanya Komodo Saja’