LIVE TV
Viral !! Video Petani Ngamuk sampai Merusak Tanaman Cabai di Kebun Terkait Kontrak PetroChina, Bupati: Kita Sepakat Untuk Kaji Ulang Gubernur Al Haris Tekankan Sat Pol PP Layani Masyarakat Secara Baik Pendemi Covid-19, Camat Muara Bulian Ajak Warga Semangat Pasang Bendera Wawako Maulana: APRI Rumah Besar Penghulu Untuk Melayani Umat Kota Jambi

Home / Hukrim / Nasional

Kamis, 10 Juni 2021 - 22:38 WIB

Anak Dilarang Ujian Karena Belum Lunasi Uang Sekolah, Orang Tua Tikam Kepsek

Korban Adelfina Azi (59), dibawa ke Puskesmas Nangaroro karena ditikam oleh orang tua siswa, Selasa (8/6/2021). (Foto: iNews/Joni Nura)

Korban Adelfina Azi (59), dibawa ke Puskesmas Nangaroro karena ditikam oleh orang tua siswa, Selasa (8/6/2021). (Foto: iNews/Joni Nura)

Orang tua murid nekat menikam kepala sekolah (kepsek) SD Inpres Ndora, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/6/2021). Pelaku kesal anaknya dilarang ujian gara-gara uang komite sekolahnya belum lunas.

Akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku Didakus Dame (45), warga Nagemi, Desa Ulupulu, korban Adelfina Azi (59), harus dilarikan ke Puskesmas Nangaroro.

Kepala Desa Ulupulu 1 Emilianus Meze mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi Selasa (8/6/2021) pagi. Polisi sudah turun tangan ke sekolah dan mencari orang tua yang menikam kepsek.

Baca Juga   Bawaslu Jambi Instruksikan Kasus Penggelembungan Suara di Sungai Penuh Naik Tahapan Selanjutnya

“Kejadiannya pagi tadi, sekitar jam 8 pagi di sekolah. Korban sudah dibawa ke Puskesmas Nangaroro,” kata Emilianuss.

Yohanes Bhara mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan mengenai penikaman tersebut. Polisi sudah ke TKP dan mengamankan pelaku di rumahnya yang tidak jauh dari sekolah.

“Iya benar, ini kami sedang berada di TKP untuk amankan pelaku dan melaksanakan olah TKP,” kata Aipda Jimi.

Baca Juga   Kisah Arif, Pemuda Disabilitas yang Beli Hewan Kurban Hasil Memulung

Menurut Aipda Jimi, berdasarkan keterangan sementara, kejadian itu bermula saat anak pelaku dilarang oleh pihak sekolah untuk mengikuti ujian. Penyebabnya, siswa belum melunasi uang Komite Sekolah.

“Ini berkaitan dengan pengusiran anak tersangka untuk tidak ikut ujian sekolah oleh korban (guru). Sebab, korban belum melunasi uang Komite Sekolah Rp1,7 juta,” katanya.

Saat ini kepsek korban penikaman masih dirawat intensif di Puskesmas Nangaroro. Polres Nagekeo juga masih menangani kasus penganiayaan tersebut.

Sumber: Inews.id

Share :

Baca Juga

Nasional

Liburan Akhir Tahun Dipangkas 3 Hari, 28 Sampai 30 Desember

Hukrim

Saat Bakrie Ketua Tim Koalisi Haris-Sani Ajukan Bantahan Pleno, Mendadak Live Terputus

Hukrim

Isteri Fachrori Umar Dilaporkan ke Polda Jambi

Hukrim

Tanpa Teks, Al Haris Sampaikan Program Prioritas untuk Penanganan Pandemi Covid-19

Hukrim

Di Tengah PPKM Darurat, Geng Motor Membabi Buta Bacok Satpam Hingga Tewas

Nasional

Pesan Waspada untuk 9 Provinsi Agar Siklon Surigae Diantisipasi

Nasional

Haru! Bayi Berusia 7 Hari ke RS Polri Cari Ayahnya Korban Sriwijaya Jatuh

Hukrim

Polisi Gagalkan Pengiriman 15 Kg Sabu, 2 Pelaku Ditembak Mati