Menu

Mode Gelap
Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN Fadhil Arief Sebut Orang Yang Kritik dan Protes Berarti Sudah Cerdas Bupati Masnah Busro Apresiasi Juara III Tim PBM Desa Pulau Karo

Nasional · 24 Mar 2022 09:31 WIB

Aturan Beli Gas Pakai Syarat Surat Vaksin, Gubernur Ini Marahi Bupati


 Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Perbesar

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi

Kabarjambikito.com – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi akan memarahi Bupati Labusel Edimin soal kebijakan pembelian gas elpiji 3 kg bagi warga miskin dimana harus pakai surat vaksin Covid-19.

Gubernur Edy Rahmayadi menyoroti aturan yang dibuat Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Edimin terkait surat vaksin Corona untuk membeli gas LPG (Elpiji) 3 kilogram untuk warga miskin.

Kritik Gubernur Edy Rahmayadi berawal dari diterbitkannya aturan berupa surat imbauan oleh Pemkab Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut).

BACA LAINNYA  Pegawai Sekretariat DPRD di Tes Narkoba

Gubernur Edy Rahmayadi tidak sependapat dengan Bupati Labusel Edimin. Dia mengatakan imbauan Edimin tersebut tidak baik.

“Kalau dibikin boleh ya boleh aja, tapi kan nggak baik,” kata Edy di rumah dinas Gubernur Sumut, Medan, Selasa (22/3).

Gubernur Edy mengatakan segera bertemu dengan Edimin. Edy berjanji akan mengingatkan Edimin soal aturan itu.

“Nanti kuberi tahu dia,” ucapnya.

BACA LAINNYA  Satgas Covid-19 Keluarkan SE: Seluruh Pihak Terlibat PON XX Papua Wajib Karantina

Seperti diketahui, Pihak Pemkab Labusel mengimbau agar pangkalan gas tak menjual Elpiji 3 kg ke warga yang belum divaksinasi Corona atau Covid-19.

Bukan tanpa alasan, Pemkab Labusel mengeluarkan imbauan itu demi menggenjot tingkat vaksinasi.

“Ini kebijakan kita selaku pemerintah daerah mengingat vaksin kita masih rendah, ya ini diwajibkan,” kata Sekda Labusel Heri Wahyudi kepada wartawan, Jumat (18/3) yang lalu.

Heri Wahyudi mengatakan kesadaran masyarakat Labusel dalam mengikuti vaksinasi tergolong rendah. Dia mengatakan tingkat vaksinasi masih di bawah 50 persen.

BACA LAINNYA  Lantik Pejabat Eselon II , Anwar Sadat: Sumpah Yang Saudara Ucapkan Mengandung Tanggungjawab

“Jadi bagaimana upaya pemerintah untuk mengejar ketertinggalannya itu. Segala upaya, termasuk BLT (Bantuan langsung tunai), BST dan lain sebagainya,” tegas Heri.

“Kalau tidak divaksin mau pergi ke mana saja pun nanti tidak bisa. Pasti dirazia di mana-mana. Karena ini sudah kewajiban,” sambungnya.

Sumber: Pojoksatu.id

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN

16 Mei 2022 - 13:54 WIB

Tito Karnavian Bakal Lantik 5 Pj Gubernur Hari Ini

12 Mei 2022 - 07:30 WIB

DOR! Pak Guru MIT Tewas Ditembus Peluru

28 April 2022 - 06:01 WIB

Benarkah Habib Rizieq Dinobatkan Imam Besar oleh Dedengkot NU?

27 April 2022 - 00:45 WIB

THR PNS Terancam Dibayar Setelah Lebaran

24 April 2022 - 18:51 WIB

Viral !! Video Banser di Tampar, Kiai Sukron: Kiai Tak Dijaga Gereja Yang Malah Dijaga

24 April 2022 - 17:07 WIB

Trending di Nasional