Menu

Mode Gelap
Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Fadhil Arief Minta Pejabat Gali Motivasi Diri Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk PKL Tugu Keris, Pedagang : Terimakasih PLN Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

Nasional · 12 Okt 2021 00:34 WIB

Banting Stir Eks Pegawai KPK, Mulai Bisnis Kuliner hingga Jadi Petani


 Pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) Novel Baswedan (tengah) bersama sang istri Rina Emilda meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Kamis (30/9/2021). 57 + 1 pegawai KPK yang tak lolos TWK diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia) Perbesar

Pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) Novel Baswedan (tengah) bersama sang istri Rina Emilda meninggalkan Gedung KPK di Jakarta, Kamis (30/9/2021). 57 + 1 pegawai KPK yang tak lolos TWK diberhentikan dengan hormat per 30 September 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

NASIONAL – Sebanyak 58 pegawai KPK resmi dipecat pada 30 September 2021 lalu. Usai tak lagi mengantor di Kuningan, Jakarta Selatan, para mantan pegawai KPK itu beralih profesi. Beragam kegiatan dilakukan oleh mereka, termasuk sebagiannya menekuni bisnis kuliner.

Yudi Purnomo, mantan penyidik KPK yang juga eks Ketua Pegawai KPK membagikan kisah-kisah rekannya yang terjun dalam dunia kuliner. Disebutkan dalam akun twitternya, setidaknya ada beberapa orang yang telah memulai usahanya.

Pertama adalah Panji Prianggoro. Saat di KPK, kata Yudi, Panji sosok yang mahir mengintai para terduga korupsi. Saat ini dia membuka bisnis kuliner empal gentong.

“Mas Panji salah satu pegawai KPK yang diberhentikan hari ini launching kulinernya, silahkan order ya tweeps, beliau merupakan alumni UIN Jakarta,yg jago surveilance dalam mengintai pihak terkait korupsi, dulu ketika mahasiswa beliau aktif di PMII, rumahnya sekitar larangan, cileduk,” tulis Yudi dalam akun twitternya, Senin (11/10/2021).

BACA LAINNYA  Abraham Samad Angkat Bicara Soal Pegawai Nonaktif KPK Ditawari Jadi ASN Polri

“Mas Panji ini sosok sederhana, dan dia kalo OTT salah satu andalanku sebagai tim surveilance, sudah banyak OTT berhasil dibantu kinerja mas Panji yang persisten ini,” tulisnya lagi.

Kemudian ada Tata Khoiriyah. Kata Yudi, saat ini Mantan pegawai Fungsional KPK di Biro Humas tersebut menjalani bisnis kue kering. Dan mantan pegawai KPK, Ninis bergelut dalam kuliner dengan brand Nini’s Kitchen.

Mantan Pegawai KPK lainnya yang banting stir berbisnis kuliner adalah Juliandi Tigor Simanjutak. Pria yang dulu menjadi Fungsional Biro Hukum KPK itu kini beralih profesi menjadi tukang nasi goreng.

Hal tersebut diungkap oleh mantan penyelidik KPK Aulia Postiera, pegawai KPK lainnya yang juga dipecat pada 30 September 2021.

“Juliandi Tigor Simanjuntak nama lengkapnya, mantan Fungsional Biro Hukum KPK. Aktivis gereja yang rendah hati. Sesuai namanya, dia lelaki yang tegar dan penuh semangat. Sementara ini, mengisi harinya dengan jualan nasi goreng di dekat rumahnya,” ujar Aulia dalam cuitannya di Twitter @paijodirajo dikutip Senin (11/10/2021).

BACA LAINNYA  Hadapi Target Lifting 2022, SKK Migas Selenggarakan Rapat Kerja Tahun 2021

Aulia menyebut, tak ada yang patut disesali dengan berjualan nasi goreng usai dipecat pimpinan KPK. Berjualan nasi goreng bukan pekerjaan hina. Menurut Aulia, Tigor memilih jualan nasi goreng karena sudah berada di jalan yang benar.

Menurut Aulia, yang tak benar dan hina adalah koruptor yang mencuri uang rakyat dan menghianati sumpah jabatan di atas kitab suci. Namun Aulia menyesali, sosok seperti Tigor harus dipecat dari KPK.

“Dedikasinya selama belasan tahun dihancurkan hanya dengan dua hari tes yang terbukti telah melanggar HAM, serta terdapat maladministasi dan pelanggaran etik,” kata Aulia.

Selain Tigor, ada Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamala Aritonang yang banting setir menjadi petani.

“Rasamala Aritonang nama lengkapnya. Mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK. Salah seorang anak muda jenius dan pakar hukum KPK. Pasca pemecatan 30 September 2021, memilih pulang kampung dan membantu keluarganya bertani,” kicau Aulia, Senin (11/10/2021).

BACA LAINNYA  Sandiaga Uno Pamit dari Menteri Parekraf

Menurut Aulia, Rasamala adalah seorang Kristiani yang taat dan rajin beribadah ke Gereja. Aulia menyebut, Rasamala merupakan satu dari 58 pegawai KPK yang dipecat karena proses tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dia sebut hanya akal-akalan pimpinan.

Padahal, menurut Aulia, selama bekerja di KPK, Rasamala merupakan sosok yang kerap mendampingi pimpinan KPK hingga bertemu presiden.

“Begitu banyak prestasi Rasamala di KPK. Ia bahkan pernah mendampingi 5 pimpinan KPK saat membahas RUU KUHP bersama Presiden di Istana,” kata Aulia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Liputan6.com

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dirjen IKP: Dewan Pers Satu-satunya Lembaga yang Lakukan Sertifikasi Jurnalis

26 Juni 2022 - 17:06 WIB

Demi Mempertahankan Seluruh Honorer Indonesia, Anies Baswedan Temui Jokowi

25 Juni 2022 - 08:49 WIB

JMSI Siap Bekerjasama dengan Stakeholder Kepemiluan

23 Juni 2022 - 17:47 WIB

Ketua JMSI Pusat Minta Seluruh Anggotanya Tidak Tejebak Arus Pemilu 2024

22 Juni 2022 - 08:20 WIB

Ini Sosok Irjen Yazid Fanani Yang Dukung Perlindungan Data Pribadi

21 Juni 2022 - 08:33 WIB

Pembelajaran Penting dari Kapolres Sampang soal Kompetensi Wartawan

20 Juni 2022 - 11:44 WIB

Trending di Nasional