Menu

Mode Gelap
Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN Fadhil Arief Sebut Orang Yang Kritik dan Protes Berarti Sudah Cerdas Bupati Masnah Busro Apresiasi Juara III Tim PBM Desa Pulau Karo

Pemprov Jambi · 26 Feb 2022 16:49 WIB

Berkerjasama Dengan Ditreskrimsus Polda Jambi, Al Haris Tindak Tegas Penimbun Minyak Goreng


 Gubernur Jambi Al Haris rapat bersama distributor minyak goreng Perbesar

Gubernur Jambi Al Haris rapat bersama distributor minyak goreng

Kabarjambikito.com – Saat ini beragam kejadian yang membuat masyarakat terus bertanya-tanya. Terutama masalah langkahnya minyak goreng di pasar-pasar. Sementara Indonesia memiliki kebun kelapa sawit terbesar di dunia. Tapi warga sulit menikmati hasil Kekayaannya sendiri.

Terkait hal ini polisi pun bergerak cepat untuk menyelusuri hal ini. Kontan saja mafia minyak pun mulai terbongkar dibeberapa daerah di Indonesia dengan melakukan penimbunan minyak goreng.

Sementara di Jambi, gejolak masalah minyak goreng terus menjadi perbincangan publik.

Kebutuhan 1,6 juta per hari namun tiba-tiba barang itu semestinya surplus justru malah menjadi minus.

BACA LAINNYA  SKK Migas - KKKS Wilayah Jambi Turut Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Gubernur Jambi Al Haris menangapi gejolak ini . Ia mengatakan, terkait minyak goreng, justru menemukan kejanggalan data pasokan minyak goreng dan ia menyangka ada mafia minyak goreng di Jambi sehingga menjadi langka.

“Kita sedang mencoba untuk meluruskan, meneliti jumlah kuota perusahaan yang masuk, agar alurnya jelas dan jumlah produksi, kuotanya, kebutuhan, bisa jelas dan kita lihat saja nanti,” kata Al Haris, Jumat (25/2/2022).

BACA LAINNYA  Kepengurusan Krenggo Terbentuk, Ketua Minta Anggota Jaga Marwah

Al Haris mengatakan, minyak goreng di Jambi seharusnya surplus atau melimpah, namun pasokan tersebut tidak sepenuhnya sampai ke masyarakat.

“Minyak goreng di Jambi belum seimbang dengan permintaan masyarakat jadi ketika kuota semuanya sampai, tidak masalah dan Bulog akan operasi pasar terus,” jelasnya

Lanjut Haris, ketika gejolak minyak goreng di Jambi ada perusahaan yang kedapatan menimbun minyak sanksi pidana akan diterapkan karena sudah melanggar hukum.

“Jadi pasokan minyak goreng Jambi berkisar 5,4 juta liter sedangkan kebutuhan minyak goreng di Jambi per harinya sekitar 1,6 juta liter, namun justru menjadi minus dan itulah yang menjadi tanda tanya besar bagi kita,”terangnya.

BACA LAINNYA  Buka Seminar Al-Qur'an, Bupati Anwar Sadat : Al-Qur'an Merupakan Mukjizat Yang Abadi

Kata Al Haris terkait masalah minyak goreng, ia juga sudah mengumpulkan para perusahaan, produsen, toko dan lain sebagainya apa saja keluhan dan ia berharap minyak goreng di Jambi jangan sampai langka.

“Kita juga berkerjasama dengan Ditreskrimsus Polda Jambi dan ketika ada perusahaan menimbun minyak ataupun toko akan ditindak tegas,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi

16 Mei 2022 - 21:21 WIB

Al Haris Tegaskan, Pemrov Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

13 Mei 2022 - 20:27 WIB

Sani Harapkan Peran Strategis Para Konsultan

12 Mei 2022 - 07:20 WIB

Terima Gelar Adat Depati Tiang Negeri, Al Haris Minta Jaga dan Lestarikan Ada Budaya

12 Mei 2022 - 06:25 WIB

Al Haris Dukung Usulan Dana Bagi Hasil Antara Pusat dan Daerah

9 Mei 2022 - 15:49 WIB

Demi Anaknya Mau Ujian, Warga Jambi Rela Lewat Tol

7 Mei 2022 - 13:15 WIB

Trending di Pemprov Jambi