Firli Bahuri Rangkul Pers, Wujudkan Tujuan Indonesia JMSI Silaturahmi ke HIPMI Bahas HUT JMSI Ke2 di Kendari SulTeng Kepala SKK Migas Tinjau Sumur Eksplorasi Manpatu-1X Iin Kurniasih Ajak Pemerintah dan Masyarakat Promosikan Senam Rentak Kudo Sekda Provinsi Jambi Harapkan BI Turut Bantu Pulihkan Masyarakat

Home / Kesehatan / Peristiwa

Selasa, 28 Desember 2021 - 10:31 WIB

Bides Jarang Ditempat, Warga Rantau Gedang, Mersam Minta Dinkes Jangan Tutup Mata

Pusat Pembantu Pelayanan Kesehatan Desa Rantau Gedang

Pusat Pembantu Pelayanan Kesehatan Desa Rantau Gedang

Kabarjambikito.com -Bidan Desa adalah bidan yang ditempatkan dan bertempat tinggal pada satu desa dalam wilayah kerja Puskesmas sebagai jaringan pelayanan Puskesmas.

Berbicara mengenai tugas bidan desa yang wajib dilaksanakan sesuai Permenkes 75 Tahun 2014.

Penempatan bidan desa diutamakan dalam upaya percepatan peningkatan kesehatan ibu dan anak, disamping itu juga untuk memacu peningkatan status kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.

Namun berbeda kejadian di Desa Rantau Gedang, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari. Di desa setempat warga mengeluh, karena pada saat berobat sering Bidan Desa (Bides) tidak berada ditempat.

Padahal warga sangat mengharapkan Biadan Desa yang diketahui bernama Rini Aryani, Am.Keb itu harus menetap di desa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.

Menurut informasi yang dihimpun Kabarjambikito.com bahwa Rini Aryani ini bertugas sebagai Bides selama 1 tahun 6 bulan, yang mana menurut keterangan warga setempat bahwa dirinya tidak pernah ada ditempat.

BACA LAINNYA  Waspada! Ini 3 Efek Samping Lidah Buaya untuk Wajah

Disaat ada warga yang sakit, hanya perawat saja yang selalu melayani masyarakat untuk berobat.

“Memang dulu bidan-nya ada, sering terlihat, akan tetapi cuma sebentar. Sedangkan kami sangat membutuhkan keberadaan bidan di kampung ini, kami khawatir jika warga tiba-tiba ada yang sakit mendadak di malam hari atau ibu-ibu yang mau melahirkan, siapa yangr membantu. Sedangkan Bides tak ada ditempat, ” ungkap DK warga setempat, Minggu (26/12/2021).

Warga juga minta kepada Dinas Kesehatan kabupaten batanghari agar menindaktegas bidan yang telah melalaikan dalam tugasnya.

“Setiap kami melaporkan ke dinas terkait selalu tidak ada tindak lanjutnya. Kami rakyat kecil di perkampungan sangat membutuhkan adanya bidan di kampung ini, supaya bisa melayani ibu-ibu hamil dan mengobati warga sakit yang datang ke puskesmas,” pinta warga.

BACA LAINNYA  Gempar !!! Pelajar SMA Bercinta di WC di Rekam Teman Sendiri

Sementara, Sairin Kepala Desa Rantau Gedang yang baru saja dilantik mengatakan, sudah hampir 2 tahun ini sudah tidak ada lagi disini. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui lebih jauh persoalan tugasnya.

“Mungkin sekitar 2 tahunan ini dia sudah gak ada disini lagi, Tapi saya belum tau secara detail. Apakah SK tugasnya masih di Desa Rantau Gedang atau tidak. Karena warga taunya masih tugas di sini.,” jelasnya kepada jurnalis Kabarjambikito.com.

Dirinya juga baru mengetahui dari warga, jika Bides itu masih bertugas di kampungnya. Namun hingga saat ini Bides itu tidak pernah lagi terlihat ada di Puskesmas.

“Saya pun baru tau tadi malam dari warga kalau Bides masih bertugas di dusun ini. Setau saya memang sudah tidak ditempat lagi atau sudah pindah, tapi sejak kapannya saya kurang tau juga,” Katanya.

BACA LAINNYA  Bea Cukai Jambi Galakan Operasi Gempur Rokok Ilegal, Cegah Peredaran Ratusan Ribu Rokok Ilegal

Ia juga minta agar Bides yang di tugaskan di Desa Rantau Gedang harus stanby. Karena pelayanan kesehatan harus layanani demi kesehatan masyarakat. Apalagi lokasi Rantau Gedang jauh dari pusat kota. Yang mana Rantau Gedang jika mau ke kota harus menyebrangi sungai batanghari.

“Apabila ada yang mau melahirkan kita tidak jauh lagi, karena Bidan Desa ada disini. Kalau Bidan Desa tidak ada sama siapa lagi warga butuh pertolongan. Sedangkan desa kami harus nyebrang sungai batanghari kalau ke kota.” terangnya.

Hingga berita ini di publis, belum ada keterangan resmi dari Bidan Desa tersebut.

(Edo)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Lagi Periksa Tekanan Angin Ban, Sopir Truk Batubara Meninggal Ditabrak Mobinya Sendiri

Kesehatan

Mulianya Hati Dokter Ini, Dia Buat Program ” Membayar Seikhlasnya”

Kabar Daerah

Kemacetan di Kota Jambi Akibat Truk Batubara Kecelakaan

Peristiwa

Warga Temukan Tukang Pangkas Rambut Tidak Bernyawa Lagi

Nasional

Heboh ‘Banjir Darah’ di Aceh Utara

Peristiwa

Diberi Umpan Kambing, Harimau Terkam Warga Berhasil Ditangkap

Peristiwa

Pabrik Kopi AAA di Jambi Nyaris Ludes Dilahap Si Jago Merah

Peristiwa

Warga Batanghari Dihebohkan Dengan Kebakaran Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram