Menu

Mode Gelap
Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

Nasional · 30 Okt 2021 18:41 WIB

Boleh Mengkritik Polri, Lomba Mural Meledak Diikuti 803 Karya


 Lomba Mural 2021 memperebutkan piala Kapolri, Sabtu (30/10/2021). (Foto: (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)) Perbesar

Lomba Mural 2021 memperebutkan piala Kapolri, Sabtu (30/10/2021). (Foto: (CNNIndonesia/Adi Ibrahim))

NASIONAL – Lomba Mural 2021 yang memperebutkan piala Kapolri diikuti sebanyak 803 karya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan masyarakat mulai berlomba-lomba untuk mengikuti kegiatan ini usai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempersilahkan mural yang diikutsertakan bernuansa kritik ke institusi.

“Setelah Bapak Kapolri menyampaikan di media boleh mengkritik, setelah itu muncul banyak sekali yang daftar. Diseluruh Polda di Indonesia sebanyak 803 karya,” kata Argo kepada wartawan dalam rangkaian kegiatan Bhayangkara Mural Festival 2021 di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

Argo menceritakan, saat pendaftaran lomba mural ini diumumkan ke publik tak banyak peserta yang berminat untuk turut serta. Dalam tiga pekan pertama hanya ada 18 peserta yang mendaftar.

BACA LAINNYA  Rakernas JMSI Bakal Dibuka Ketua DPR-RI, Kapolda Jateng Jamin Keamanan

Jenderal bintang dua itu merasa sempat khawatir lantaran animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam festival mural ini tak kuat. Ia bahkan segan menemui Kapolri, namun setelah kritik dipersilahkan barulah masyarakat berbondong-bondong mendaftarkan karyanya pada pekan keempat.

“Kami juga was-was ini, waduh kok cuma 18 (yang mendaftarkan). Saya menghindar kalau ketemu pak Kapolri, takut ditanya tentang mural,” ucap Argo.

Argo mengatakan, seni mural sebenarnya memberi kebebasan bagi pelukisnya untuk mengeksplorasi kreativitas yang dimiliki. Ia berharap agar kegiatan festival mural tersebut dapat menjadi wadah para pelaku seni kreatif untuk berkarya.

Belum lagi, kata dia, beriringan dengan perkembangan zaman menjadi digital kini pergerakan di komunitas mural terus memberi peluang tambahan bagi para pegiatnya untuk berkarya.

BACA LAINNYA  JMSI MoU Dengan Kampus Ternama di Semarang, Ketua JMSI Jambi: Mencetak Jurnalis Berkompeten dan Profesional

“Hal tersebut membuat semua aksi yang terjadi patut diapresiasi dan dipublikasikan untuk dapat menginspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan kritik dan pesan positif dalam media mural,” ucapnya.

Sebagai informasi, lomba ini memperebutkan total hadiah senilai Rp90juta. Total hadiah itu akan terbagi Rp30 juta untuk juara 1, Rp15 juta bagi juara 2, Rp10 juta bagi juara 3, serta masing-masing Rp5 juta untuk tujuh peserta favorit.

Korps Bhayangkara kemudian menambah 10 tempat bagi peserta untuk dapat melukis karya mural bernuansa kritik pada Sabtu (30/10) ini. Seluruh karya mural itu akan disaksikan oleh Listyo sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara.

Sebelum festival mural ini diusung, tindakan kepolisian terhadap munculnya mural sempat menuai polemik. Aparat dianggap terlalu reaktif dalam meladeni mural masyarakat.

BACA LAINNYA  Kapolri: Saya Ingin Polisi Dicintai sebagai Pelindung dan Pengayom Masyarakat

Kejadian bermula saat mural Jokowi 404: Not Found di Tangerang viral di media sosial. Tak lama kemudian, aparat keamanan menghapus mural tersebut. Bahkan, kepolisian sampai mengusut pembuat mural tersebut.

Setelah mural tersebut viral, sejumlah mural di berbagai daerah juga ikut disorot publik. Semakin banyak seniman yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah lewat seni di dinding.

Listyo mengatakan bahwa salah satu tujuan ajang lomba mural ini untuk memberikan ruang kebebasan berekspresi bagi masyarakat. Karenanya, ia membebaskan peserta lomba mural mengungkapkan semua bentuk pandangan dan ekspresi mereka.

Sigit menegaskan korps Bhayangkara bukanlah lembaga anti kritik dan akan menampung semua masukan masyarakat.

(CNNIndonesia.com)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mendagri Tegur Daerah yang Belanjanya Masih Rendah Agar Cepat di Realisasikan

26 November 2021 - 09:23 WIB

Terobosan Jaksa Agung Dobrak Kebuntuan Penyelesaian Kasus HAM Berat

22 November 2021 - 11:59 WIB

Bebas Dari Lapas, Jadwal Ceramah Habib Bahar Penuh 1 Tahun Kedepan

21 November 2021 - 15:01 WIB

Alhamdulillah… Habib Bahar Bin Smith Sudah Bebas

21 November 2021 - 14:14 WIB

MUI Bentuk Tim Cyber Army Lawan Buzzer Yang Serang Ulama

20 November 2021 - 11:45 WIB

Prabowo Nyapres 2024, HRS dan Pendukung Sudah Kecewa

18 November 2021 - 12:27 WIB

Trending di Nasional