LIVE TV
Tiga Pekan Jelang PSU, Bawaslu Perketat DPT yang TSM Apnizal: Surat Pengunduran Diri Sanusi Sudah Diteruskan ke KPU RI Dinkes Muaro Jambi Minta Perusahaan Tambah Ruang Isolasi Breaking News!! Warga Pelayangan Tembesi Temukan Mayat Gantung Diri Kapolres Tanjabbar Pimpin Langsung Apel Gelar Pasukan OPS Ketupat

Home / Kesehatan

Sabtu, 27 Maret 2021 - 01:45 WIB

Caesa Bayi Penderita Sirosis Hati Asal Sungaipenuh Dibantu Baim Wong

JAKARTA – Caesa Aufa Hafizhati bayi yang baru berusia 4 bulan menderita gangguan hati, dan saat ini masih menjalani perawatan panjang di RSCM di Jakarta. Donasi untuk membantu terus dikumpulkan, dan kabar bahagia Caesa juga ditemui artis Baim Wong.

Tak sekedar menemui, Baim Wong yang dikenal banyak membantu masyarakat sedang kesusahan tersebut, juga akan ikut membantu Caesa dalam menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, Baim juga akan membantu pencairan dana donasi dari masyarakat yang dikumpulkan melalui kitabisa.com.

Hal ini disampaikan Romi, Ketua Honda Beat Club Indonesia (HBCI) Kerinci-Sungaipenuh. Menurut dia, sejak Caesa sampai di Jakarta dan menjalani perawatan, peran HBCI sangat membantu disemua keperluan dan fasilitasi perawatan di RS. Bahkan dia juga mengunggaah status di medsos dan foto Caesa ditemui oleh Baim Wong.

“Terimakasih saudara-saudari Honda BeAT Club Indonesia, yg telah mendampingi dan mempertemukan Baim Wong dengan adik Caesa yg sdg menjalani perawatan di RSCM Jakarta,” tulisnya.

“Terutama kpd Nuci / Teteh Nufus Sabia Hbc Metro Lampung (Bendahara HBCI) beserta suami, Ahong Hbc Banjar Patroman, Gading Hbc Tubaba Lampung, dan Vidi Hbc Tangerang,” sambungnya.

Dilansir dari Teropongjambi.id media partner Kabarjambikito.com, Caesa Bayi Penderita Sirosis Hati Asal Sungaipenuh dirawat di RSCM Jakarta. Ia juga menjelaskan bahwa Baim Wong akan ikut membantu Caesa dalam menjalani perawatan.

Baca Juga   Gempar !!! Warga Temukan Mayat Bayi Nyangkut di Tumpukan Sampah

“Alhamdulillah Baim Wong akan ikut membantu biaya pengobatan Caesa, serta akan bicara dg pihak Kitabisa.com soal pencairan dana nya yg sedikit terkendala,” ungkapnya dalam postingan medsos.

Untuk diketahui, Caesa Aufa Hafizhati lahir 13 November 2020 lalu. Kehadiran Caesa menjadi kebahagian yang luar biasa bagi kedua orang tua, Deri dan Revka, setelah penantian anak pertama.

Namun, masih di momen bahagia ini. Allah memberikan ujian kepada keluarga kecil ini. Seiring waktu berjalan Caesa tampak kuning di usia 2 minggu . Awalnya keluarga mengira itu hanya dari cahaya lampu saja. Tapi seminggu kemudian Caesa benar terlihat menguning.

“Sungguh bergetar hati kami, melihat ada yang tidak biasa dari anak pertama kami,” ujar ibunda, Revka.

Seiring waktu berjalan, Caesa malah tambah menguning terlihat jelas di kedua bola matanya dan tiba-tiba BAB berubah menjadi putih seperti warna dempul serta kemudian timbul lagi gejala batuk keras disertai pilek.

Tanpa ragu, kedua orangtuanya membawa langsung ke dokter
Dari gejala yang timbul, Dokter langsung mencurigai ke Atresia billier yaitu gangguan fungsi hati, dan dokter menyarankan untuk langsung diberikan tindakkan berupa Operasi Kasai.

Baca Juga   Panen Padi Raya Kampung Tengah Siginjai, Bupati Tanjabbar Puji Terobosan Kelompok Tani

Penyakit ini sangat langka bahkan terjadi 1 : 15.000 ribu kelahiran anak di dunia, tidak ada obatnya , jalan satu-satunya hanya operasi kasai sebelum usianya menginjak 3 bulan.

Dokter menyarankan untuk Melakukan USG & cek Labaratorium semua hasilnya mendukung ke Atresia billier dan Caesa langsung diberi surat rujukan untuk ke RSCM Jakarta pusat.

Dengan mengucap bismillah, keluarga membawa Adik Caesa ke RSCM (poli Gastrohepatologi), untuk dilakukan operasi Kasai. Kesedihan berlanjut sebelum masuk ruang operasi, dokter menyampaikan bahwa tingkat keberhasilan operasi ini hanya 60% dan selebihnya bisa gagal / meninggal dunia.

“Saat itu saya hanya bisa berserah diri ke Allah.SWT , pasrah dengan semua yang sudah Allah tetapkan untuk saya & suami,” Revka, sang Ibunda.

Alhamdulillah Operasi yang berlangsung selama 11 jam, akhirnya berhasil dan setelah 3 hari dengan alat bantu disekujur tubuh, akhirnya Adik Caesa bisa pulang.

Tapi lagi lagi kebahagiaan dan rasa tenang hanya bersifat sementara dan sebentar , Caesa kemudian demam tinggi sampai suhu 40 derajat C.

Baca Juga   Suntik Vaksin Tahap Dua Bersama Istri, MFA: Masyarakat Jangan Ragu untuk di Vaksin Demi Putuskan Mata Rantai Covid-19

Kemudian kita kembali lagi ke igd RSCM setelah ambil darah ternyata caesa kena Infeksi kolangitis yaitu resiko dari anak sehabis post operasi kasai.

“Hati kami semakin hancur saat dokter berkata harus dirawat selama 14hari masuk antibiotic karna hasil Biopsi Hati pun keluar dan mengatakan bahwa kondisi Hati Caesa sudah Sirosis Hati / Rusak Hati,” Tambah sang Ayah sambil menahan air matanya.

Kesedihan bertambah saat dokter menyarankan sebaiknya Maju untuk trasnplan Hati / Donor Hati karena melihat kondisi Anak demam tinggi terus menerus takutnya menghambat tumbuh kembangnya.

“Tapi kita lihat 3 bulan kedepan ini bagaimana kondisinya kalau memburuk kita akan lakukan transplan dan ibu bapak sudah harus siap fisik, siap mental, siap dana cash karena transplan hati tidak ditanggung BPJS” penjelasan sang dokter kepada ayah dan bunda Caesa.

Sang Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga yaitu pegawai honorer di kantor damkar kota sungai penuh, Kerinci Jambi kini harus mengundurkan diri karena harus menjaga sang anak di Jakarta.

Namun kenyataan harus dihadapi, Adik Caesa tetap harus dilakukan perawatan semaksimal mungkin. Sampai detik ini pun Adik Caesa masih dirawat di RSCM, Jakarta.

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Salurkan Bantuan Gerobak UMKM, Maulana : Kita Dorong Perekonomian Warga

Kesehatan

Pemkab Tanjabbar Gelar Vaksinasi Massal

Kesehatan

Kabar Gembira! BLT Subsidi Gaji Cair Juni, Cek Syarat Penerimanya

Kesehatan

Menteri Risma Nyadap Karet, Ketua DPRD Provinsi Jambi: Tunjuki Saya Cara Nyadap Karet

Kesehatan

Suntik Vaksin Tahap Dua Bersama Istri, MFA: Masyarakat Jangan Ragu untuk di Vaksin Demi Putuskan Mata Rantai Covid-19

Kesehatan

Pemprov Jambi Distribusikan Ribuan Vaksin Sinovac ke Tanjab Barat

Kesehatan

Ini Alasan Tak Ada Alfamart dan Indomaret di Sumatera Barat

Kesehatan

Panen Padi Raya Kampung Tengah Siginjai, Bupati Tanjabbar Puji Terobosan Kelompok Tani