Firli Bahuri Rangkul Pers, Wujudkan Tujuan Indonesia JMSI Silaturahmi ke HIPMI Bahas HUT JMSI Ke2 di Kendari SulTeng Kepala SKK Migas Tinjau Sumur Eksplorasi Manpatu-1X Iin Kurniasih Ajak Pemerintah dan Masyarakat Promosikan Senam Rentak Kudo Sekda Provinsi Jambi Harapkan BI Turut Bantu Pulihkan Masyarakat

Home / Peristiwa

Senin, 3 Januari 2022 - 08:24 WIB

Camat Tebo Ilir Minta Perusahaan Tepati Hasil Kesepakatan

Kabarjambikito.com – Terkait pemberitaan sebelumnya, yang mana aksi warga yang merupakan petani menutup portal jalan Akong, akses masuk kelokasi pertambangan di wilayah tambang batubara di kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Sabtu (1/1/2022) Kemarin.

Warga menutup portal tersebut menjadi tiga titik. Pertama akses masuk kelokasi pertambangan PT. Winer dan KT. SMB, Kedua akses masuk kelokasi pertambangan PT. Kme dan terakhir akses masuk kelokasi pertambangan PT. A3.

Hingga kini, jalan yang biasa dilewati oleh perusahaan tambang batubara tersebut sudah diblokade atau ditutup masyarakat dengan cara dipasang patok dan papan nama bertuliskan “AKSI WARGA”, perusahaan dilarang melewati atau melintas jalan ini terkecuali masyarakat setempat.

Bertempat dirumah Dinas Camat Tebo Ilir telah dilaksanakan mediasi terkait tindak lanjut aksi penutupan jalan akses houling mobil armada batubara oleh warga sungai bengkal, sekira pukul 10.30 WIB, Minggu (2/1/2022).

BACA LAINNYA  Ratusan Emak-emak Demo di Depan Kantor Bupati Muaro Jambi, Minta Ini Kepada Bupati

Mediasi langsung dipimpin oleh Camat Tebo Ilir M. Habibi, ST., ME. Dirinya saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa warga memblokade jalan yang biasa dilewati oleh perusahaan.

“Aksi blokade jalan Akong oleh warga tersebut bukan yang pertama kalinya. Saya bersama Porkopimcam Tebo Ilir mempasilitasi agar tidak terjadi gesekan antara perusahaan dan masyarakat di wilayah yang di naungi perkebunan dan pertambangan. Alhamdulillah masyarakat legowo mau menerima kesepakatan hari ini,” Katanya.

Dikatakan Camat Tebo Ilir, dirinya dan warga akan menunggu keseriusan pihak perusahaan.

“Kita tunggu saja bang keseriusan perusahaan. Untuk warga sendiri, Alhamdulillah mereka menerima dengan baik hasil pertemuan tadi setelah kita cari titik temunya. Sebenarnya masyarakat hanya ingin jalan mereka diperbaiki dan tidak ada yang lain, semoga perusahaan segera dapat untuk menyelesaikan jalan tersebut,” Sebutnya.

Dirinya juga menaruh harapan agar pihak perusahaan segera menepati kesepakatan tersebut.

BACA LAINNYA  Ricuh Saat Rapat Pembahasan APBD-P, Wajah Ketua Dewan Daerah Ini Disiram Air Panas

“Harapan saya perusahaan tolong tepati kesepakatan tersebut agar masyarakat dapat beraktifitas melalui jalan tersebut dan tidak membahayakan mereka. Toh, perusahaan pun melalui jalan tersebut, apalagi jalan tersebut masih merupakan jalan milik masyarakat,” Katanya.

Sementara itu, Iwan Suhendra Perwakilan dari perusahaan PT. KME Mengatakan sebenarnya terkendala dengan alam yang terus hujan, untuk tuntutan tersebut pihak perusahaan tentu akan memenuhi.

“Tuntutan tetap kita jalankan, semua perusahaan sudah kita komunikasikan, Namun cuaca yang menjadi kendala saat ini. Tiap hari hujan, kemarin lebih parah. Tetap kita laksanakan komitmen kita kepada warga. Kita sepakat, cuma karena kondisi. Hujan ini kan tambah hancur kalau alat keluar, karena kalau alat keluarkan bisa hancur lagi jalan,” imbuhnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Terpisah, Maulana salah satu perwakilan dari masyarakat petani kelurahan sungai bengkal saat dikonfirmasi mengatakan jikalau untuk operasi didalam tambang silahkan, karena masyarakat tidak menjadi masalah, masyarakat hanya meminta perbaiki jalan tersebut.

BACA LAINNYA  Hampir 10 Tahun Warga Bungo Keluhkan Jalan Rusak Parah

“Sesuai dengan kesepakatan beberapa waktu lalu, jadi intinya hasil kesepakatan hari ini, sebelum jalan diperbaiki dan selesai tidak boleh satupun yang boleh beroperasi,” Tutupnya.

Dalam berita acara ada tiga poin. Pertama, Pihak perusahaan akan melaksanakan kesepakatan yang sudah ada. Kedua, Untuk kegiatan tambang dan aktivitas tambang dan perbaikan jalan di persilahkan, dan Ketiga, Untuk kegiatan Hauling tidak diperbolehkan sampai pembaikan jalan dilaksanakan sampai selesai diterima oleh tim dan masyarakat.

Turut hadir mediasi tersebut anggota DPRD Sapil Tebo Ilir, Pihak perusahaan, lurah Sungai Bengkal, Kapolsek Tebo Ilir, Kanit Intel Polres, Babinsa Koramil Sungai Bengkal, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan kelompok tani sawit madu serta pihak perusahaan.

(Edo)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Lama Tak Ada Lampu Penerangan Jalan, Warga Sungai Rengas Gelisah

Peristiwa

Bea Cukai Jambi Galakan Operasi Gempur Rokok Ilegal, Cegah Peredaran Ratusan Ribu Rokok Ilegal

Peristiwa

Konflik Lahan Tak Kunjung Selesai, Ratusan Warga Kembali Duduki Lahan

Peristiwa

Fenomena Alam Pisang Manis Berbuah di Tengah Batang

Batanghari

Ditiup Baling-baling Helikopter BNPB, Atap Pondok Kakek Nenek Ini Rusak

Kota Jambi

Truk Batubara Terperosok di Jalan Kota Jambi, Sopir Kabur

Kabar Daerah

Terkait Truk Batubara di Bakar Warga, Polda Jambi Minta Para Sopir Patuhi Jam

Muaro Jambi

11 Ekor Bauaya Dievakuasi dari Tempat Penangkaran Tak Terawat