Menu

Mode Gelap
Badan Intelijen Negara Door Tu Door di Jambi, Ada Apa ? Selain Dipecat, Oknum Kapolsek Yang Berbuat Mesum Juga Bakal di Pidana Dana Bansos Diselewengkan, Lapor ke Sini Adu Kambing Kijang LGX VS Mitsubishi, Sopir dan Penumpang Meninggal di TKP Kampoeng Radja Siap Kembali Menghibur Keluarga di Jambi, KJK Beri Apresiasi

Politik · 1 Okt 2021 14:41 WIB

Demokrat: Sudahlah Bung Yusril Akui Saja Pembelaan Moeldoko Ini Demi Rupiah Bukan Demi Demokrasi


 Yusril Ihza Mahendra Perbesar

Yusril Ihza Mahendra

NASIONAL — Jubir Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengaku kader-kader Demokrat sedang marah pada Yusril Ihza Mahendra terkait pernyataan Yusril yang mengaku membela demokrasi.

“Ini yang bikin kader Demokrat marah. Sudahlah Bung Yusril, akui saja pembelaan terhadap KSP Moeldoko ini demi rupiah bukan demi demokrasi, maka itu akan lebih masuk akal dan diterma oleh kita semua,” tegas Herzaky Mahendra Putra, Jumat siang (1/10/2021).

Jubir Demokrat Herzaky menerangkan, sekitar tiga bulan lalu atau sekitar bulan Juni 2021, Partai Demokrat mendapatkan informasi bahwa ada rencana judicial review dari KSP Moeldoko.

KSP Moeldoko pun sempat memimpin rapat bersama timnya terkait gugatan di PTUN, bertempat di kediamannya di Komplek Mewah Jalan Kencana Indah, di dekat kawasan bukit golf Pondok Indah Jakarta Selatan.

Adapun rencana Judicial Review itu dimatangkan pada awal Agustus melalui pertemuan di rumah Moeldoko di Jalan Lembang Menteng.

BACA LAINNYA  Tidak Ada Drainase Jalan, Ruko DPP LPKNI Nyaris Kebanjiran

Rapat awal Agustus di Jalan Lembang tersebut dihadiri oleh Dokter Hewan Joni Alen Marbun dan Marzuki Ali.

Rapat itu diawali dengan Zoom Meeting antara KSP Moeldoko dengan Yusril Ihza Mahendra.

Baru kemudian dilakukan rapat bersama Tim Yusril terkait teknis pelaksanaannya.

“Nah ini yang jadi persoalan. Namanya juga ditunjuk sebagai pengacara, ya pasti ada rupiahnya. Ada kontraknya. Kok sekarang Pak Yusril berkoar-koar soal demi demokrasi,” jelas Herzaky.

“Ini yang bikin kader Demokrat marah. Sudahlah Bung Yusril, akui saja pembelaan terhadap KSP Moeldoko ini demi rupiah bukan demi demokrasi, maka itu akan lebih masuk akal dan diterma oleh kita semua,” tegas Herzaky lagi.

Terkait judicial review dari KSP Moeldoko, Herzaky menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak gentar. Partai Demokrat akan menghadapi proses hukum tersebut secara optimis dan upaya optimal.

BACA LAINNYA  Malam Ini, DPR dan Kemendagri Masih Bahas Jadwal Pemilu 2024

“Seperti Ketum AHY sampaikan, kami tidak gentar. Kami akan hadapi. Pak Menko Mahfud MD juga sudah sampaikan, JR Yusril tidak ada gunanya. Hanya menarik rupiah KSP Moeldoko saja,” tegas Jubir Demokrat ini.

Sementara itu, terkait pernyataan Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut bahwa kuasa hukum kubu Moeldoko, Yusril Ihza Mahendra, pernah menawarkan jasa Rp100 miliar kepada DPP Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengaku hingga kini belum bertemu dengan Andi Arief untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Menurutnya, jika sudah bertemu dengan Andi Arief, maka dirinya akan menanyakan langsung terkait benar atau tidaknya informasi tersebut.

“Terkait informasi Rp 100 miliar, kami mempersilakan media untuk langsung menanyakannya kepada Bang Andi Arief. Beliau yang punya informasi itu,” jelas Herzaky.

“Kami sendiri belum bertemu langsung dengan Bang Andi Arief. Nanti akan kami tanyakan,” kata Herzaky kepada wartawan, Jumat siang (1/10/2021).

BACA LAINNYA  Warga Parit Pudin Khawatir, Jaringan JTR PLN Nyaris Tertimpa Pohon Kelapa

Namun demikian, Jubir DPP Partai Demokrat ini menduga bahwa peristiwa itu terjadi seminggu sebelum terbit keputusan Kemenkumham sekitar Minggu ke-3 Maret 2021.

Ia mengakui memang ada masukan kepada DPP Partai Demokrat untuk menggunakan Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara Demokrat.

Tetapi, kerjasama itu urung dilakukan karena menurut pengurus DPP Demokrat yang ditunjuk menemui Tim Yusril, harganya tidak masuk akal.

Terlebih, posisi DPP Partai Demokrat kepemimpinan AHY berada di pihak yang benar, sehingga akan mubazir jika harus keluar banyak uang.

Seminggu kemudian Kemenkumham menolak mengesahkan kepengurusan hasil KLB dengan Ketua Umum Moeldoko.

“Artinya, keyakinan Partai Demokrat benar bahwa Partai Demokrat kepemimpinan AHY berada di pihak yang benar secara hukum dan sah diakui pemerintah,” katanya

PojokSatu.id

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Partai Indonesia Terang Masuk Jambi, 4 Kabupaten Sudah Terbentuk

15 Oktober 2021 - 12:42 WIB

Dalih Prabowo Kembali Maju di Pilpres 2024, Gerindra: Permintaan Rakyat

10 Oktober 2021 - 12:13 WIB

Malam Ini, DPR dan Kemendagri Masih Bahas Jadwal Pemilu 2024

5 Oktober 2021 - 21:47 WIB

Pagi-pagi Moeldoko Datangi Rumah SBY Minta Sesuatu, SBY Langsung Marah Besar

3 Oktober 2021 - 22:49 WIB

Tanggapi Pemecatan Pegawai KPK, Buya Syafii Sebut TWK Cuma Alasan yang Dicari-cari

1 Oktober 2021 - 17:15 WIB

Yakin TNI Sudah Disusupi PKI, Gatot Nurmantyo Singgung Prajurit cuma Kejar Jabatan

29 September 2021 - 09:38 WIB

Trending di Politik