Menu

Mode Gelap
Sekda Sempat Bertanya Tentang Kegiatan di 2021, Fadhil Arief: Saya Yakin Hutang Lunas dan Jalan Tetap Dibangun JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Komisi IV DPRD Provinsi Cek Pembangunan Gedung SMA Negeri 12 Kota Jambi

Batanghari · 28 Mar 2022 19:14 WIB

Dibebaskan Dari Segala Tuntutan, Tersangka Curanmor Peluk Kacabjari Tembesi


 Dibebaskan Dari Segala Tuntutan, Tersangka Curanmor Peluk Kacabjari Tembesi Perbesar

Kabarjambikito.com — Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Batanghari di Muara Tembesi berhasil mendamaikan korban dan pelaku serta menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan Restorative Justice dalam perkara tindak pidana pencurian pasal 362 KUHP dengan tersangka berinisial S.

Restorative Justice tersebut berdasarkan surat ketetapan penghentian penuntutan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Batang Hari Muara Tembesi Nomor B-143/L.5.11.7/Eoh.2/03/2022 tertanggal 23 Maret 2022.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Muara Tembesi M. F. Hasibuan mengatakan penghentian penuntutan dilakukan dengan pertimbangan yang cermat dan terukur, serta telah dilakukan pemaparan di Kejaksaan Tinggi Jambi dan Kejaksaan Agung RI.

” Penghentian perkara diselesaikan diluar persidangan dan persayaratanya sangat selektif, penghentian penuntutan dengan Keadilan Restorative Justice merupakan upaya nyata agar hukum tidak lagi tajam ke bawah,namun tetap dilaksanakan dengan arif dan bijaksana,” Ujar Fandie Hasibua kepada wartawan, Senin (28/03/2022).

BACA LAINNYA  Penutupan PWN, Al Haris Ucap Terimakasih 5 Desa, Bupati Fadhil: Saya Berharap Ada Dampak Positif Bagi Generasi Muda

Dikatakan, S yang merupakan tersangka pencurian sepeda motor itu menangis dan memeluk erat dirinya (kacabri, red) usai tuntutannya dihentikan.

Menurutnya persyaratan yang berlaku untuk Restoratif Justice adalah tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, bahwa tindak pidana yang diancam penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun.

Tindak pidana yang dilakukan tersangka dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan tidak lebih dari Rp. 2.500.000, dan masyarakat merespon positif karena telah terjadi perdamaian antara pelaku dan korban.

“Sehingga dikembalikan lah keadaanya seperti semula, kami kejaksaan menginginkan keadilan itu bisa diakses oleh siapa saja,” tuturnya.

Penghentian penuntutan diluar persidangan ini merupakan implementasi asas Dominus Litis dimana sebagai pemilik dan pengendali perkara pidana yang berwenang menentukan perkara bisa dibawa ke persidangan atau tidak.

Tak hanya itu, menghentikan penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif atau Restoratif justice yang juga harus didukung oleh lingkungan setempat, seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, atau tokoh agama

BACA LAINNYA  Transparansi Terhadap Masyarakat, BNNK Batanghari Tes Pegawai Secara Mendadak, Ini Hasilnya

” Kami juga menurunkan tim secara tertutup untuk melihat langsung kondisi real keluarganya,” tuturnya.

Kacabjari Batanghari di Muara Tembesi juga mengapresiasi korban yang telah berbesar hati memaafkan tersangka dan berharap tersangka tidak melakukan perbuatan tercela lagi.

Penghentian penuntutan tersebut dilakukan juga berdasarkan fakta-fakta bahwa terdakwa mencuri baru pertama kalinya, nilai kerugian yang dialami korban relatif kecil.

” Antara tersangka dengan korban telah sepakat untuk berdamai tanpa syarat yang telah dituangkan dalam perjanjian perdamaian, kemudian motif terdakwa mencuri 1 (satu) buah Sepeda Motor Supra X 125 warna biru hitam milik korban tersebut adalah supaya bisa digunakan untuk menebus sepeda motor milik tersangka yang sehari hari dipakai untuk berjualan sayur mayur sebagai satu-satunya, sumber nafkah untuk isteri dan anaknya yang masih kecil” ungkapnya.

BACA LAINNYA  Lantik Pejabat Eselon II , Anwar Sadat: Sumpah Yang Saudara Ucapkan Mengandung Tanggungjawab

Sebelumnya, tersangka S disangka dengan perkara pencurian dengan sangkaan pasal 362 KUHP, penghentian penuntutan tersebut didasarkan pada Peraturan Kejaksaan Nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan Resoratif Justice yang telah disetujui oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI.

Setelah itu dilakukan kesepakatan perdamaian yang dilakukan antara dua belah pihak yakni korban dan tersangka, yang disaksikan Kacabjari, Jaksa Penuntut Umum (Fasilitator) tokoh masyarakat, dan penyidik tersangka S akhirnya dapat dikeluarkan dari penahanannya dan dapat kembali berkumpul dengan anak dan isterinya.

Langkah Cabjari Batanghari di Muara Tembesi patut diapresiasi lantaran membawa institusi yang mengedepankan hati nurani dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. (Edo)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ribuan Pawai Obor Terangi Sepanjang Jalan Rambutan Masam

1 Mei 2022 - 21:31 WIB

Peduli Sesama, Amsindo Provinsi Bagikan Sembako Untuk Warga Lopak Aur Kecamatan Pemayung

27 April 2022 - 00:55 WIB

Kejari Batanghari Peduli Panti Asuhan, Indahnya Berbagi Menyambut Hari Raya Idul Fitri

26 April 2022 - 18:28 WIB

DPRD Batanghari Gelar Rapat Paripurna LKPJ Tahun 2021 dab Ranperda TA 2022

22 April 2022 - 06:35 WIB

Terdaftar Dalam Bansos, Sekdes Ini Berikan Bantuan Tersebut Kepada Masyarakat Miskin

15 April 2022 - 19:39 WIB

Ini Besaran Zakat Fitrah di Batanghari

15 April 2022 - 06:45 WIB

Trending di Batanghari