Menu

Mode Gelap
Irwasum Komjen Pol Agung Maryono Gowes ke Candi Muaro Jambi Atlet Jambi Raih 14 Medali di Sea Games Vietnam Kapolri Perintahkan Berantas Perjudian, Kapolres Hasan Bilang Gini Bersama Al Haris, Kapolda Jambi Sambut Kedatangan Irwarsum Komjen Pol Agung Budi Maryoto Awas!! Plafont Gedung Dinas Pendidikan di Batanghari Banyak Yang Ambruk

Hukrim · 25 Okt 2021 18:00 WIB

Diduga Potong Dana PKH, Polsek Tembesi: Kasus Terus Dilanjutkan


 Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Kabarjambikito.comAgen BRILINK yang ditunjuk oleh Bank BRI guna menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH).

Dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berkomitmen dalam mendukung program Bantuan Sosial Nontunai PKH (Program Keluarga Harapan).

Namun bagaimana jika agen BRILINK memotong dana Bansos tersebut ?

Seperti terjadi di Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Batanghari. Agen BRILINK, inisal S diduga memotong dana PKH warga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Adapun pemotongan tersebut bervariasi.

Pemotongan terungkap saat warga ke bank untuk mencetak transaksi di rekening. Baru diketahui, uang diberikan tidak utuh.

” Ketahuan ketika warga yang dapat PKH mengecek rekening koran. Dari situ nampak kemana saja transaksi. ” Ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Rambutan Masam, Firdaus.

Firdaus juga mengatakan, pemotongan tersebut mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 500.000 setiap orang.

BACA LAINNYA  Breaking News!! Adu Kambing Vixion VS Supra Kedua Pengendara Dilarikan ke Puskesmas

” Seperi istri Yusuf, itu Rp 500.000 dipotong, ” katanya.

Sementara kasus ini sudah sampai ke Polisi Sektor (Polsek) Muara Tembesi. Yang mana dengan didampingi oleh Pjs Kades, Husen Usman, Ketua BPD, Maskur dan Sekdes korban melaporkan ke Mapolsek Tembesi untuk ditindaklanjuti secara hukum.

” Kami sudah melaporkan hal ini ke Polsek Tembesi,” sebut Firdaus.

Sementara Kapolsek Muara Tembesi, Inspektur Satu (IPTU), Amran mengatakan, saat masih dalam proses penyelidikan.

” Terus berlanjut, dan saat ini lagi meminta keterangan dari Dinas Sosial Kabupaten Batanghari untuk melengkapi data,” katanya saat dihubungi Jurnalis ini, Senin (25/10/2021).

Terkait kasus ini jadi perbincangan hangat oleh warga Rambutan Masam, karena baru kali ini ada yang berani memotong Bantuan Sosial.

BACA LAINNYA  Pelaku Penghina Warga Jambi Segera Diciduk Polisi

Sementara Kementerian Sosial menegaskan dana bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tidak boleh dipotong untuk alasan apapun dan oleh siapapun. Dana Bansos harus utuh diterima oleh keluarga penerima manfaat.

Terkait hal ini warga minta agar hukum ditegakkan dengan adil, apalagi ini menyangkut Bantuan Sosial, yang mana tidak boleh mengambil hak masyarakat tanpa diketahui atau izin dari pemiliknya.

” Kita minta hukum ditegakkan yang adil, agar kedepannya hal yang sama tidak terulang lagi, ” kata warga yang engan menyebut namanya.

Adapun kasus ini, jika termasuk Penggelapan adalah perbuatan pidana, sehingga masuk dalam ranah hukum pidana. Oleh karena itu, merujuk pada Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukup Pidana (KUHP), pelaku penggelapan aset perusahaan bisa dipidana penjara maksimal 5 tahun.

BACA LAINNYA  Puluhan Anak Yatim Sumringah Disambangi Ketua Bhayangkari Muaro Jambi

Tapi jika pelaku disangka melanggar peraturan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomer 02/3/KP/.05.03/10/2020 tentang Kode Etik SDM PKH. Pelaku juga dijerat pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 sub pasal 8 UU nomer 20 tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama seumur hidup atau 20 tahun

Terkait hal ini, Menteri Sosial Tri Rismahar pernah menegaskan agar semua pihak untuk tidak main-main.

Karena bantuan itu diberikan untuk masyarakat miskin yang beban hidupnya berat, apalagi di masa pandemi. Jangan lagi dikurangi dengan cara melanggar hukum.****

Artikel ini telah dibaca 1.546 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pelaku Pembacok Anaknya Sendiri Ditangkap di Kebun Sawit Warga

18 Mei 2022 - 21:06 WIB

Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

14 Mei 2022 - 14:27 WIB

Pelaku Penusuk Leher Warga Marosebo Ulu Berhasil Diamankan Polisi

13 Mei 2022 - 09:14 WIB

Hanya Gegara Lempar Kunci Motor, Satpam Bunuh Rekannya Sendiri

12 Mei 2022 - 17:28 WIB

Nekat Tusuk Polisi Dengan Tombak, Tiga Peluru Tembus Dada DPO Curat di Jambi

11 Mei 2022 - 08:28 WIB

Satpam Ditemukan Meninggal Dunia Diduga di Tusuk Pelaku Pencuri Buah Sawit

9 Mei 2022 - 06:40 WIB

Trending di Hukrim