Menu

Mode Gelap
Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

Hukrim · 25 Okt 2021 18:00 WIB

Diduga Potong Dana PKH, Polsek Tembesi: Kasus Terus Dilanjutkan


 Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Kabarjambikito.comAgen BRILINK yang ditunjuk oleh Bank BRI guna menyalurkan dana Program Keluarga Harapan (PKH).

Dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berkomitmen dalam mendukung program Bantuan Sosial Nontunai PKH (Program Keluarga Harapan).

Namun bagaimana jika agen BRILINK memotong dana Bansos tersebut ?

Seperti terjadi di Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Batanghari. Agen BRILINK, inisal S diduga memotong dana PKH warga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Adapun pemotongan tersebut bervariasi.

Pemotongan terungkap saat warga ke bank untuk mencetak transaksi di rekening. Baru diketahui, uang diberikan tidak utuh.

” Ketahuan ketika warga yang dapat PKH mengecek rekening koran. Dari situ nampak kemana saja transaksi. ” Ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Rambutan Masam, Firdaus.

Firdaus juga mengatakan, pemotongan tersebut mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 500.000 setiap orang.

BACA LAINNYA  BPBD Batanghari Dapat Bantuan Sweb Antigen Sebanyak 175 Unit dari PT PMG

” Seperi istri Yusuf, itu Rp 500.000 dipotong, ” katanya.

Sementara kasus ini sudah sampai ke Polisi Sektor (Polsek) Muara Tembesi. Yang mana dengan didampingi oleh Pjs Kades, Husen Usman, Ketua BPD, Maskur dan Sekdes korban melaporkan ke Mapolsek Tembesi untuk ditindaklanjuti secara hukum.

” Kami sudah melaporkan hal ini ke Polsek Tembesi,” sebut Firdaus.

Sementara Kapolsek Muara Tembesi, Inspektur Satu (IPTU), Amran mengatakan, saat masih dalam proses penyelidikan.

” Terus berlanjut, dan saat ini lagi meminta keterangan dari Dinas Sosial Kabupaten Batanghari untuk melengkapi data,” katanya saat dihubungi Jurnalis ini, Senin (25/10/2021).

Terkait kasus ini jadi perbincangan hangat oleh warga Rambutan Masam, karena baru kali ini ada yang berani memotong Bantuan Sosial.

BACA LAINNYA  Hukuman HRS Dipotong, PA 212: MA Tunjukkan Rasa Kemanusiaan

Sementara Kementerian Sosial menegaskan dana bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat tidak boleh dipotong untuk alasan apapun dan oleh siapapun. Dana Bansos harus utuh diterima oleh keluarga penerima manfaat.

Terkait hal ini warga minta agar hukum ditegakkan dengan adil, apalagi ini menyangkut Bantuan Sosial, yang mana tidak boleh mengambil hak masyarakat tanpa diketahui atau izin dari pemiliknya.

” Kita minta hukum ditegakkan yang adil, agar kedepannya hal yang sama tidak terulang lagi, ” kata warga yang engan menyebut namanya.

Adapun kasus ini, jika termasuk Penggelapan adalah perbuatan pidana, sehingga masuk dalam ranah hukum pidana. Oleh karena itu, merujuk pada Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukup Pidana (KUHP), pelaku penggelapan aset perusahaan bisa dipidana penjara maksimal 5 tahun.

Tapi jika pelaku disangka melanggar peraturan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomer 02/3/KP/.05.03/10/2020 tentang Kode Etik SDM PKH. Pelaku juga dijerat pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 sub pasal 8 UU nomer 20 tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama seumur hidup atau 20 tahun

BACA LAINNYA  Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka

Terkait hal ini, Menteri Sosial Tri Rismahar pernah menegaskan agar semua pihak untuk tidak main-main.

Karena bantuan itu diberikan untuk masyarakat miskin yang beban hidupnya berat, apalagi di masa pandemi. Jangan lagi dikurangi dengan cara melanggar hukum.****

Artikel ini telah dibaca 1.511 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ratusan Juta Uang Warga Tebo Lenyap Seketika

3 Desember 2021 - 22:07 WIB

38 Ribu Lebih Masyarakat Jambi Selamat Dari Jerat Narkoba

2 Desember 2021 - 18:12 WIB

Lari ke Hutan, Tim Gabungan Polda Jambi Bersama Polres Batanghari Tangkap Satu Tahanan

30 November 2021 - 14:27 WIB

Coreng Nama Fakultas, Oknum Dekan Jadi Tersangka Kasus Pencabulan

18 November 2021 - 12:40 WIB

Oknum Polisi Peras Pengendara Kini Terancam 9 Tahun Penjara

14 November 2021 - 08:28 WIB

Polres Bungo Berhasil Meringkus Pelaku Pencuri Buku Nikah

13 November 2021 - 12:24 WIB

Trending di Hukrim