Menu

Mode Gelap
Harga Buah Sawit Anjlok, Dewan Batanghari Gelar RDP Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran, Al Haris Gandeng Polda Jambi Al Haris Harapkan Qori dan Qori’ah Harus Percaya Diri Bupati Masnah Busro Kukuhkan Kades Sebagai Pemangku Adat Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus KNPI, Irjen Pol Rachmad: Polri Siap Bersinergi

Hukrim · 19 Jan 2022 19:11 WIB

Dinilai Ciderai Rasa Keadilan, Kejagung Lakukan Banding Atas Putusan Kasus Heru Hidayat


 Terdakwa korupsi PT ASABRI, Heru Hidayat divonis nihil dan dinyatakan terdakwa tidak bisa di pidana penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/1/2022). Perbesar

Terdakwa korupsi PT ASABRI, Heru Hidayat divonis nihil dan dinyatakan terdakwa tidak bisa di pidana penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Kabarjambikito.com — Terdakwa korupsi PT ASABRI, Heru Hidayat divonis nihil dan dinyatakan terdakwa tidak bisa di pidana penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/1/2022), karena sudah mendapat hukuman maksimal dalam perkara lain, korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Terkait putusan tersebut Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap vonis nihil kepada Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, terdakwa kasus korupsi PT Asabri.

“Terhadap putusan Majelis Hakim tersebut, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah memerintahkan Penuntut Umum untuk segera melakukan upaya perlawanan banding,” kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran persnya, Rabu (19/1/2022).

BACA LAINNYA  Lakalantas di Simpang Terusan, Siswa Ini Bersimbah Darah

Leonard mengatakan, alasan pengajuan banding tersebut antara lain karena putusan Majelis Hakim dinilai tidak berpihak dan telah mengingkari rasa keadilan masyarakat.

Sementara praktik rasuah yang dilakukan Heru Hidayat telah merugikan negara hingga Rp 39,5 triliun, dengan rincian dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya sebesar Rp 16,7 triliun dan PT Asabri Rp 22,78 triliun.

BACA LAINNYA  Sempat DPO, Ahirnya Pelaku Penembakan Serahkan Diri ke Polsek Marosebo Ulu

Lebih lanjut, jika Heru Hidayat dalam perkara PT Asuransi Jiwasraya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dan mendapatkan potongan hukuman, maka terdakwa bisa menerima hukuman yang sangat ringan dan putusan tersebut melukai hati masyarakat Indonesia.

“Yang seharusnya bisa dimanfaatkan bagi kepentingan bangsa dan negara, di mana putusan sebelumnya pada PT Asuransi Jiwasraya, terdakwa divonis pidana penjara seumur hidup. Sementara dalam perkara PT Asabri yang menimbulkan kerugian negara yang lebih besar, terdakwa tidak divonis pidana penjara,” ujarnya.

BACA LAINNYA  Bulan Puasa Volume Sampah Alami Peningkatan, Kadis LH Batanghari: Sulitnya BBM Jadi Kendala Untuk Beroperasi

“Bahwa pertimbangan hakim dalam perkara PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 16,7 triliun dihukum seumur hidup sedangkan dalam perkara PT Asabri yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 22,78 triliun tidak dihukum, artinya Majelis Hakim tidak konsisten dalam pertimbangan hakim terhadap terdakwa yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi namun tidak diikuti dengan menjatuhkan pidana penjara,” jelas Leonard.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

14 Mei 2022 - 14:27 WIB

Pelaku Penusuk Leher Warga Marosebo Ulu Berhasil Diamankan Polisi

13 Mei 2022 - 09:14 WIB

Hanya Gegara Lempar Kunci Motor, Satpam Bunuh Rekannya Sendiri

12 Mei 2022 - 17:28 WIB

Nekat Tusuk Polisi Dengan Tombak, Tiga Peluru Tembus Dada DPO Curat di Jambi

11 Mei 2022 - 08:28 WIB

Satpam Ditemukan Meninggal Dunia Diduga di Tusuk Pelaku Pencuri Buah Sawit

9 Mei 2022 - 06:40 WIB

Wakil BPD Tebing Tinggi Diringkus BNNK Batanghari

25 April 2022 - 17:13 WIB

Trending di Hukrim