Menu

Mode Gelap
Facebook Mulai Uji Coba Kurangi Konten Politik di 80 Negara, Termasuk Indonesia Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

Pendidikan · 23 Sep 2021 11:03 WIB

Diskusi Bersama Anak-anak Orang Rimba, Nadiem Bermalam di Hutan Sarolangun


 Nadiem melakukan diskusi dengan anak-anak Orang Rimba (Suku Anak Dalam), orang tua, guru, komunitas Konservasi Indonesia Warsi dan perwakilan pemerintah Kabupaten Sarolangun Perbesar

Nadiem melakukan diskusi dengan anak-anak Orang Rimba (Suku Anak Dalam), orang tua, guru, komunitas Konservasi Indonesia Warsi dan perwakilan pemerintah Kabupaten Sarolangun

Kabarjambikito.com -Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi. Dalam kunjungan itu Nadiem melakukan diskusi dengan anak-anak Orang Rimba (Suku Anak Dalam), orang tua, guru, komunitas Konservasi Indonesia Warsi dan perwakilan pemerintah Kabupaten Sarolangun

“Nama saya Nadiem,” sebut Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, memperkenalkan dirinya saat bertemu masyarakat di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bunga Kembang, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Dikutip dari Okezone.com, dalam diskusinya, Mendikbudristek mengenakan kaus Merdeka Belajar. “Saya pakai kaus Merdeka Belajar karena kami di Kemendikbudristek percaya bahwa pendidikan bentuknya tidak hanya satu, tapi beragam. Karenanya belajar haruslah merdeka,” jelasnya di PKBM Bunga Kembang, melalui siaran pers, Rabu (22/9/2021).

BACA LAINNYA  Mozaik Sejarah dalam Alquran

Nadiem melanjutkan penjelasannya bahwa setiap daerah punya karakteristiknya sendiri. “Kita harus memberikan pendidikan yang cocok. Maka dari itu, saya ke sini untuk memahami apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak dibutuhkan bagi masyarakat yang masih memegang teguh kearifan lokalnya,” kata Nadiem.

Ketua PKBM Bunga Kembang, Maknun menjelaskan, akses pendidikan formal masih sulit, sehingga pihaknya menyediakan kurikulum alternatif.

“Misalnya, Orang Rimba hidup dari menjual damar, madu, dan rotan. Namun saat transaksi, harganya tidak sesuai dan mereka merasa dibohongi. Maka anak-anak kita ajarkan berhitung,” jelas Maknun yang bercerita bahwa Orang Rimba yang hidup semi nomaden banyak yang menitipkan anak-anaknya di PKBM tersebut.

Ibu Masita, seorang guru dan lima orang guru lainnya juga hadir berdialog. “Tentu banyak tantangannya, Mas Menteri. Tapi kita rasanya enam tahun mengajar di sini sudah cinta dan selalu semangat bersama anak-anak,” kata Masita yang ingin anak-anak Orang Rimba hebat seperti tiga kakak-kakaknya yang kini berkuliah di Universitas Jambi dan perguruan tinggi di Bogor.

BACA LAINNYA  Heboh !! Gus Miftah Tarif Dakwah Miliaran, Ini Katanya

Menutup curahan hatinya yang sering kali juga memasak dan mencuci baju untuk anak-anak Orang Rimba agar mereka semangat belajar, Masita berpesan kepada Menteri Nadiem, “Kami minta doanya kepada Mas Menteri supaya selalu semangat. Agar anak-anak Suku Anak Dalam ini bisa setara dengan anak-anak lain. Siapa tau jadi Menteri juga.”

Menanggapi hal tersebut, Menteri Nadiem berpesan, “Ambil apa yang bermanfaat dari kurikulum sesuai kearifan lokal. Saya sangat mendukung guru-guru yang kreatif menentukan apa yang terbaik bagi murid-muridnya.”

BACA LAINNYA  Angin Kencang Landa Sekernan, Rumah Sariful Ambruk Ditimpa Pohon Duren

Sebelum melanjutkan diskusi yang lebih intim dengan guru dan anak-anak Orang Rimba di rumah panggung tempatnya bermalam, Mendikbudristek menutup pertemuan di PKBM dengan pesan penyemangat.

“Pengalaman belajar ini akan saya kenang seumur hidup saya. Kepada kakak-kakak Orang Rimba yang berhasil berkuliah, teruslah menginspirasi adik-adiknya. Tidak perlu memaksa jika memang bukan keinginan adik-adiknya (untuk sekolah sampai pendidikan tinggi). Tapi kembalilah ke sini dan bercerita tentang pengalaman-pengalaman kalian agar wawasan adik-adiknya semakin luas,” ujarnya.

“Kepada guru-guru yang mengabdi di pedalaman, saya sangat berterima kasih atas dedikasinya. Doakan kami untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan Ibu dan Bapak guru,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gubernur Jambi, Al Haris Janji Akan Bantu Perbaiki Lapas Sarolangun

13 Oktober 2021 - 11:28 WIB

Senyum Bahagia Siswa SMPN 6 Muaro Jambi Saat PTM

6 Oktober 2021 - 18:39 WIB

Zona Kuning, Al Haris: Wisuda Mulai Diperbolehkan

29 September 2021 - 21:43 WIB

Senin Depan Belajar Tatap Muka di Mulai di Kota Jambi

28 September 2021 - 14:42 WIB

Cara Cek BLT Anak Sekolah di cekbansos.kemensos.go.id dan Syarat Penerima Rp 4,4 Juta

28 September 2021 - 14:16 WIB

Kemendikbud-Ristek Keluarkan Surat Edaran Pembelajaran Tatap Muka

27 September 2021 - 09:20 WIB

Trending di Kabar Terbaru