Hanya Gegara Ini Warga Marosebo Ulu Bakar Rumah Sarminsen Jambi- Jatim Tandatangan MoU Misi Dagang dan Investasi Sani: Membangunan Mental Ummat Sangat Penting Sekali Membegal Tukang Ojek di Muaro Jambi, Pelaku Diamankan Polisi Penampakan Dua Ekor Harimau Membuat Warga Muaro Jambi Getar-Getir

Home / Pendidikan / Sarolangun

Kamis, 23 September 2021 - 11:03 WIB

Diskusi Bersama Anak-anak Orang Rimba, Nadiem Bermalam di Hutan Sarolangun

Nadiem melakukan diskusi dengan anak-anak Orang Rimba (Suku Anak Dalam), orang tua, guru, komunitas Konservasi Indonesia Warsi dan perwakilan pemerintah Kabupaten Sarolangun

Nadiem melakukan diskusi dengan anak-anak Orang Rimba (Suku Anak Dalam), orang tua, guru, komunitas Konservasi Indonesia Warsi dan perwakilan pemerintah Kabupaten Sarolangun

Kabarjambikito.com -Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi. Dalam kunjungan itu Nadiem melakukan diskusi dengan anak-anak Orang Rimba (Suku Anak Dalam), orang tua, guru, komunitas Konservasi Indonesia Warsi dan perwakilan pemerintah Kabupaten Sarolangun

“Nama saya Nadiem,” sebut Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, memperkenalkan dirinya saat bertemu masyarakat di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bunga Kembang, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Dikutip dari Okezone.com, dalam diskusinya, Mendikbudristek mengenakan kaus Merdeka Belajar. “Saya pakai kaus Merdeka Belajar karena kami di Kemendikbudristek percaya bahwa pendidikan bentuknya tidak hanya satu, tapi beragam. Karenanya belajar haruslah merdeka,” jelasnya di PKBM Bunga Kembang, melalui siaran pers, Rabu (22/9/2021).

BACA LAINNYA  Saat Ini di Batanghari Masih Kekurangan Pengawas Sekolah

Nadiem melanjutkan penjelasannya bahwa setiap daerah punya karakteristiknya sendiri. “Kita harus memberikan pendidikan yang cocok. Maka dari itu, saya ke sini untuk memahami apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak dibutuhkan bagi masyarakat yang masih memegang teguh kearifan lokalnya,” kata Nadiem.

Ketua PKBM Bunga Kembang, Maknun menjelaskan, akses pendidikan formal masih sulit, sehingga pihaknya menyediakan kurikulum alternatif.

“Misalnya, Orang Rimba hidup dari menjual damar, madu, dan rotan. Namun saat transaksi, harganya tidak sesuai dan mereka merasa dibohongi. Maka anak-anak kita ajarkan berhitung,” jelas Maknun yang bercerita bahwa Orang Rimba yang hidup semi nomaden banyak yang menitipkan anak-anaknya di PKBM tersebut.

Ibu Masita, seorang guru dan lima orang guru lainnya juga hadir berdialog. “Tentu banyak tantangannya, Mas Menteri. Tapi kita rasanya enam tahun mengajar di sini sudah cinta dan selalu semangat bersama anak-anak,” kata Masita yang ingin anak-anak Orang Rimba hebat seperti tiga kakak-kakaknya yang kini berkuliah di Universitas Jambi dan perguruan tinggi di Bogor.

BACA LAINNYA  Gubernur Jambi, Al Haris Janji Akan Bantu Perbaiki Lapas Sarolangun

Menutup curahan hatinya yang sering kali juga memasak dan mencuci baju untuk anak-anak Orang Rimba agar mereka semangat belajar, Masita berpesan kepada Menteri Nadiem, “Kami minta doanya kepada Mas Menteri supaya selalu semangat. Agar anak-anak Suku Anak Dalam ini bisa setara dengan anak-anak lain. Siapa tau jadi Menteri juga.”

Menanggapi hal tersebut, Menteri Nadiem berpesan, “Ambil apa yang bermanfaat dari kurikulum sesuai kearifan lokal. Saya sangat mendukung guru-guru yang kreatif menentukan apa yang terbaik bagi murid-muridnya.”

BACA LAINNYA  Dua Tahun Sertifikat Tak Kunjung Terbit, Warga Batanghari: Kami Sudah Bayar Biaya Administrasi

Sebelum melanjutkan diskusi yang lebih intim dengan guru dan anak-anak Orang Rimba di rumah panggung tempatnya bermalam, Mendikbudristek menutup pertemuan di PKBM dengan pesan penyemangat.

“Pengalaman belajar ini akan saya kenang seumur hidup saya. Kepada kakak-kakak Orang Rimba yang berhasil berkuliah, teruslah menginspirasi adik-adiknya. Tidak perlu memaksa jika memang bukan keinginan adik-adiknya (untuk sekolah sampai pendidikan tinggi). Tapi kembalilah ke sini dan bercerita tentang pengalaman-pengalaman kalian agar wawasan adik-adiknya semakin luas,” ujarnya.

“Kepada guru-guru yang mengabdi di pedalaman, saya sangat berterima kasih atas dedikasinya. Doakan kami untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan Ibu dan Bapak guru,” jelasnya.

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Zona Kuning, Al Haris: Wisuda Mulai Diperbolehkan

Batanghari

Fadhil Arief Minta Mahasiswa Mampu Melestarikan Kearifan Lokal

Pendidikan

Hadiri Wisuda IAIMA, Al Haris: Saya Bangga Dengan Pak Maulana Mampu Mampu Membangun SDM

Pendidikan

JMSI Lahat Jadi Pemateri Kegiatan Pelatihan Jurnalistik di Emirates Islamic School

Peristiwa

Pemasangan Kabel Telkom di Sarolangun Meninggal 2 Orang Akibat Tersentrum

Batanghari

Tingkatkan SDM, Fadhil Arief Adakan MoU Dengan UIN STS Jambi

Batanghari

Saat Ini di Batanghari Masih Kekurangan Pengawas Sekolah

Pendidikan

2 SD Ini Bawa Provinsi Jambi Diajang Final Kihajar STEM 2021