Menu

Mode Gelap
Facebook Mulai Uji Coba Kurangi Konten Politik di 80 Negara, Termasuk Indonesia Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

Batanghari · 8 Okt 2021 07:27 WIB

Dua Tahun Sertifikat Tak Kunjung Terbit, Warga Batanghari: Kami Sudah Bayar Biaya Administrasi


 Foto Ilustrasi sertifikat Perbesar

Foto Ilustrasi sertifikat

Kabarjambikito.com – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau PRONA yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Batanghari kini mengundang pertanyaan dari sejumlah pihak, karena sejak dua tahun hingga saat ini tak kunjung keluar.

Sementara tanah yang sudah didaftarkan pada 2019 lalu melalui program PTSL hingga saat ini belum memiliki sertifikat.

Informasi yang berhasil dirangkum Kabarjambikito.com, bahwa sertifikat tersebut sudah diurus sejak tahun 2019, namun belum diterima warga hingga tahun ini.

Seorang warga Simpang Sungai Rengas, Rano Sopian mengatakan, ” Sudah dua tahun kami menunggu sertifkat itu, padahal semua persyaratan sudah dipenuhi. Bahkan warga sudah membayar uang pengurusan sertifikat sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu,” ungkap Rano Sopian salah seorang warga Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Marosebo Ulu, Batanghari, Kamis (7/10/2021).

BACA LAINNYA  Ditiup Baling-baling Helikopter BNPB, Atap Pondok Kakek Nenek Ini Rusak

Hal senada juga diungkapkan, Hapsah. Ia mengatakan, dirinya sudah berkali-kali untuk menanyakan pembuatan sertifikat PTSL 2019. Tapu hingga kini memasuki bulan Oktober 2021 sertifikat itu tak kunjung terbit.

“Sertifikat itu dari tahun 2019, mereka (pihak pengurus) minta bayar dulu, setelah bayar katanya seminggu lagi keluar. Tapi kenyataannya sampai sekarang belum keluar,” keluhnya.

BACA LAINNYA  Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa

Ia juga minta kepastian, kalau ada sebut ada, kalau memang tidak ada sebut tidak ada. Jangan hanya sekedar cerita belaka.

Warga juga minta agar Pemerintah Kabupaten Batanghari segera membantu, agar sertifikat cepat keluar.

” Kami sangat berharap kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati Batanghari, agar sertifikat kami terbit,” harap warga

Terkait hal ini, Lurah Simpang Sungai Rengas, Rafa’i saat dikonfirmasi Kabarjambikito.com ia menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengupayakan sertifikat tersebut cepat selesai.

BACA LAINNYA  SKK Migas - Pertamina Dukung Upaya Pemadaman Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Jambi

“Sudah diupayakan, saat baru siap 300an sertifikat yang siap. Kemarin sudah kami tanyakan ke pihak BPN Batanghari. Dan harus selesai semua baru dibawa ke dari BPN” ujarnya.

Lanjutnya, pihak BPN Batanghari minta harus selesai semuanya. Karena nanti penyerahannya secara simbolis. Untuk itu menunggu semua sudah siap.

Apapun jumlah sertifikat yang telah diajukan sebanyak 768 sertifikat dari Simpang Kelurahan Simpang Sungai Rengas ke BPN Batanghari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPN Batanghari belum bisa konfirmasi terkait hal ini. (Edo)

Artikel ini telah dibaca 428 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari

15 Oktober 2021 - 16:50 WIB

Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa

15 Oktober 2021 - 16:01 WIB

Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

15 Oktober 2021 - 14:59 WIB

Pemaparan Visi dan Misi Cakades, Warga: Program Nomor Urut 1 Banyak Menyentuh Masyarakat

15 Oktober 2021 - 14:46 WIB

Sumur Minyak Illegal di Batanghari Dipaparkan Depan Menteri ESDM RI

15 Oktober 2021 - 14:39 WIB

Lagi… Siswa SMP Jadi Korban Lakalantas di Rantau Puri

15 Oktober 2021 - 13:43 WIB

Trending di Batanghari