LIVE TV
Viral !! Video Petani Ngamuk sampai Merusak Tanaman Cabai di Kebun Terkait Kontrak PetroChina, Bupati: Kita Sepakat Untuk Kaji Ulang Gubernur Al Haris Tekankan Sat Pol PP Layani Masyarakat Secara Baik Pendemi Covid-19, Camat Muara Bulian Ajak Warga Semangat Pasang Bendera Wawako Maulana: APRI Rumah Besar Penghulu Untuk Melayani Umat Kota Jambi

Home / Hukrim

Rabu, 18 November 2020 - 15:57 WIB

Dugaan Pelanggaran Pilgub yang Seret Fachrori-Syafril Berlanjut, Sarbaini : Naik Tahap Penyidikan

KABARJAMBIKITO.COM – Kasus dugaan pelanggaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi yang menyeret calon gubernur dan wakil gubernur Jambi nomor urut 02, Fachrori Umar-Syafril Nursal, ternyata terus berlanjut. Dugaan kasus pidana ini diklaim sudah naik ke tahap penyidikan.

Hal ini diketahui dari pemeriksaan saksi dari pihak pelapor, yang dilakukan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi.

“Hari ini kita berdua diperiksa sesuai dengan laporan kita tanggal 9 November kemarin, bahwa hari ini sudah naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” kata Sarbaini SH, didampingi Ritas Mariyanto, kepada wartawan pasca pemeriksaan di Bawaslu, Rabu (18/11/2020).

Baca Juga   Terkait 13 Paket Rehab Kelas di Dinas PdK Batanghari, LSM Minta Kejaksaan Usut

Sarbaini mengatakan, dari penyidikan ini ia dan Ritas diperiksa sebagai saksi pelapor dugaan tindak pidana Pemilu yang dilakukan Tim Paslon 02. Itu atas aksi bagi-bagi sembako yang ditenggarai mempengaruhi pemilihan nanti.

“Itu dilarang, dan ada sanksi pidananya sebagaimana Pasal 73 dan Pasal 187 A UU nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada,” ujarnya.
Ditanyakan terkait materi apa saja saat pemeriksaan tadi, Sarbaini menjelaskan mereka ditanya tentang apa yang mereka temui dan kenapa mereka melaporkan.

Baca Juga   Ini Resiko Sanksi Pidana Yunninta Asmara Atas Laporan Pidana Pilkada

“Kita sudah jelaskan semua, memang kita ada menemui tim Paslon 02 ada melakukan pembagian sembako dalam hal mempengaruhi pemilih, saya sebagai warga negara dan masyarakat Jambi melihat ini adalah sesuatu yang melanggar hukum dan berhak melaporkan ini ke lembaga terkait,” tukasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Usai Lakukan Penyidikan Tim DPJ, Direktur PT PIS di Tahan

Hukrim

Diduga Pangkalan Resmi LPG 3 Kg di Desa Kempas Jaya di Sinyalir Melebihi HET

Hukrim

Kepsek & Guru SMPN 6 Merlung Diduga Lalaikan Tugas

Hukrim

BPOM Jambi Amankan 113 Kasus Peredaran Obat dan Makanan Sepanjang Tahun 2020

Hukrim

Hari Ini Kasus Ratu Munawaroh Mulai di Proses Bawalsu

Hukrim

Diduga Isap Narkoba, Tiga Pemuda Asal Marosebo Ulu Ditangkap Anggota TNI

Hukrim

Diduga Libatkan Perangkat Desa, Yunninta Asmara Dilaporkan ke Bawalsu

Hukrim

Buntut Kasus IUP Batubara  di Sarolangun, Satu Orang Saksi Kembali Diperiksa  Kejagung