Menu

Mode Gelap
Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

Hukrim · 23 Okt 2021 09:37 WIB

Edaran Sabu-sabu di Warungnya, Pasutri Diringkus BNNP Jambi


 BNNP Jambi menggerebek pasangan suami istri karena mengedarkan sabu-sabu di warungnya. (Foto: Sindonews.com) Perbesar

BNNP Jambi menggerebek pasangan suami istri karena mengedarkan sabu-sabu di warungnya. (Foto: Sindonews.com)

Kabarjambikito.comLagi-lagi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi meringkus pelaku pengedar narkoba.

Kali ini pasangan suami istri (pasutri) Juairiyah (40) dan Marjani (42) digerebek Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi di Desa Peninjau, Kecamatan Batin II, Pelayang, Kabupaten Bungo. Pasutri ini mengedarkan sabu-sabu kepada warga Bungo di warungnya.

Kabid Berantas BNNP Jambi, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo saat dihubungi mengakui adanya penangkapan pasutri tersebut. Keduanya ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi bila di warung milik mereka ada transaksi mencurigakan.

BACA LAINNYA  Terbukti Pungli, Dua Oknum Sat Pol PP Kota Jambi Dipecat

Dikutip dari Sindonews.com, BNNP Jambi langsung melakukan penyelidikan. Usai menelusuri TKP dan mendapatkan kepastian, pasutri tersebut digerebek tanpa perlawanan. “Kedua pasangan suami istri itu mengakui segala perbuatannya. Status keduanya saat ini sudah ditetapkan jadi tersangka,” tegas Guntur, Jumat (22/10/2021).

Dia menambahkan, dalam melakukan aksinya, pasutri menjual barang haramnya dengan cara membuka warung. “Saat digeledah petugas, warung dan rumah pelaku ditemukan barang bukti berupa 3 bungkus sabu-sabu kecil terdiri dari 1 bungkus klip dengan berat 8,7 gram dan 2 timbangan digital,” ungkap Guntur.

BACA LAINNYA  Ngneng Budayo, Warga Rambutan Masam Disuguhkan Berbagai Tarian

Dari pengakuan tersangka, dalam satu minggu sabu yang dijual bisa mencapai 25 gram. Marjani sebagai penimbang sabu-sabu ketika ada orang membeli di warung. Sedangkan penjual Juairiyah terus diperiksa intensif oleh pihak BNNP Jambi.

“Pengakuan pelaku, sabu-sabu dijual per paket Rp50 ribu hingga Rp200 ribu. Sedangkan sabu-sabu didapatkan mereka dari seseorang berinisial J yang saat ini sedang diburu oleh pihak BNN,” tegas Guntur.

BACA LAINNYA  Gubernur Jambi, Al Haris Janji Akan Bantu Perbaiki Lapas Sarolangun

Kepada petugas, Juairiyah mengaku sangat menyesal apa yang telah dilakukannya bersama suaminya. Menurutnya, warungnya sudah sekitar satu bulan ini menjajakan bisnis sabu-sabu.

Alasannya singkat, karena tergiur dengan keuntungan besar. “Dalam satu bulan saya sudah menjual 6 kali. Untuk satu kali jual bisa habis 25 gram, sedangkan sabu-sabu saya dapatkan dari J yang dijual di warung,” imbuhnya.

Artikel ini telah dibaca 592 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ratusan Juta Uang Warga Tebo Lenyap Seketika

3 Desember 2021 - 22:07 WIB

38 Ribu Lebih Masyarakat Jambi Selamat Dari Jerat Narkoba

2 Desember 2021 - 18:12 WIB

Lari ke Hutan, Tim Gabungan Polda Jambi Bersama Polres Batanghari Tangkap Satu Tahanan

30 November 2021 - 14:27 WIB

Coreng Nama Fakultas, Oknum Dekan Jadi Tersangka Kasus Pencabulan

18 November 2021 - 12:40 WIB

Oknum Polisi Peras Pengendara Kini Terancam 9 Tahun Penjara

14 November 2021 - 08:28 WIB

Polres Bungo Berhasil Meringkus Pelaku Pencuri Buku Nikah

13 November 2021 - 12:24 WIB

Trending di Hukrim