Menu

Mode Gelap
Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Fadhil Arief Minta Pejabat Gali Motivasi Diri Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk PKL Tugu Keris, Pedagang : Terimakasih PLN Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

Tehnologi/ Medsos · 22 Okt 2021 14:34 WIB

Facebook Dikabarkan Ganti Nama, Ada Apa Mr Mark Zuckerberg?


 Facebook Dikabarkan Ganti Nama, Ada Apa Mr Mark Zuckerberg? Perbesar

NASIONAL – Facebook berencana untuk mengubah nama perusahaannya pada pekan depan, untuk mencerminkan fokusnya dalam membangun metaverse.
Menurut sumber yang mengetahui langsung rencana ini, perubahan nama ini direncanakan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg pada konferensi tahunan Connect perusahaan pada 28 Oktober.

Dilansir dari The Verge, rencana tersebut bisa terungkap lebih cepat da dimaksudkan untuk menandakan ambisi raksasa teknologi untuk dikenal lebih dari media sosial dan semua penyakit yang menyertainya.

Perubahan merek kemungkinan akan memposisikan aplikasi Facebook biru sebagai salah satu dari banyak produk di bawah perusahaan induk yang mengawasi grup seperti Instagram, WhatsApp, Oculus, dan banyak lagi. Seorang juru bicara Facebook menolak berkomentar terkait hal ini.

BACA LAINNYA  Jaga Jambi Melalui Dunia Digital, Kabid Humas Polda Jambi Bilang Gini

Saat ini, Facebook sudah memiliki lebih dari 10.000 karyawan yang membangun perangkat keras konsumen seperti kacamata AR yang diyakini Zuckerberg pada akhirnya akan ada di mana-mana seperti smartphone.

“Dalam beberapa tahun ke depan, kami akan secara efektif bertransisi dari orang-orang yang melihat kami sebagai perusahaan media sosial menjadi perusahaan metaverse,” kata Zuckerberg pada Juli lalu.

Perubahan citra juga dapat berfungsi untuk lebih memisahkan pekerjaan futuristik yang difokuskan Zuckerberg dari pengawasan ketat Facebook saat ini untuk cara platform sosialnya beroperasi saat ini.

Seorang mantan karyawan yang menjadi whistleblower, Frances Haugen, baru-baru ini membocorkan sejumlah dokumen internal yang memberatkan ke The Wall Street Journal dan bersaksi tentang mereka di depan Kongres.

BACA LAINNYA  Partai Surya Paloh di Jambi Gelontorkan Ribuan Paket Sembako Murah Jelang Lebaran

Regulator anti monopoli di AS dan di tempat lain mencoba untuk memecah perusahaan, dan kepercayaan publik tentang bagaimana Facebook melakukan bisnisnya telah jatuh.

Facebook bukanlah perusahaan teknologi terkenal pertama yang mengubah nama perusahaannya seiring dengan berkembangnya ambisinya. Pada tahun 2015, Google melakukan reorganisasi sepenuhnya di bawah perusahaan induk bernama Alphabet, sebagian untuk memberi sinyal bahwa itu bukan lagi hanya mesin pencari, melainkan konglomerasi yang luas dengan perusahaan yang membuat mobil tanpa pengemudi dan teknologi kesehatan.

BACA LAINNYA  Menuju BH 1 Kota Jambi, Kandidat Cawako Jambi Telah Bergerilya

Kemudian Snapchat berganti nama menjadi Snap Inc. pada tahun 2016, tahun yang sama ia mulai menyebut dirinya sebagai “perusahaan kamera” dan memulai debutnya sepasang kacamata kamera Spectacles.

Nama perusahaan Facebook yang baru kini masih rahasia, dan tertutup rapat. Namun kemungkinan namanya ada hubungannya dengan Horizon, nama versi VR Facebook-meets-Roblox yang masih belum dirilis yang telah dikembangkan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Nama aplikasi itu baru-baru ini diubah menjadi Horizon Worlds tak lama setelah Facebook mendemonstrasikan versi untuk kolaborasi tempat kerja yang disebut Horizon Workrooms.

Sumber: Cnbcindonesia.com

Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

7 Rekomendasi Hp OPPO Harga Rp3 Jutaan Terbaik

15 Mei 2022 - 19:09 WIB

5 Tips Jalan-jalan ke Luar Kota Tanpa Ribet

14 Maret 2022 - 13:50 WIB

Jaga Jambi Melalui Dunia Digital, Kabid Humas Polda Jambi Bilang Gini

23 November 2021 - 10:53 WIB

Facebook Mulai Uji Coba Kurangi Konten Politik di 80 Negara, Termasuk Indonesia

15 Oktober 2021 - 20:59 WIB

YouTube Blokir Seluruh Video Anti-Vaksin

30 September 2021 - 07:46 WIB

WhatsApp Diam-diam Lagi Ngetes Fitur Baru

27 Agustus 2021 - 11:31 WIB

Trending di Tehnologi/ Medsos