Menu

Mode Gelap
Fadhil Arief Minta Pegawai Berikan Pengaruh Yang Baik Kepada Instansi Demi Mempertahankan Seluruh Honorer Indonesia, Anies Baswedan Temui Jokowi Persiapan Kenduri Swarnabhumi, Tim Kemendikbud Turun ke Tebo Prabowo-AHY Kompak Bilang Punya Kesamaan Usai Bertemu 2 Jam Tajak 21 Juni 2022, SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Sumur Eksplorasi Markisa-001

Opini · 9 Jun 2022 09:56 WIB

Frozen Food Ditengah Ketidakpastian Waktu


 Frozen Food Ditengah Ketidakpastian Waktu Perbesar

Penulis: Sri Wahyu Ningsih
2120862017
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Tepat pada bulan Maret 2020, Indonesia di kejutkan dengan terdeteksinya kasus pertama Covid-19 yang menimpa dua orang warga Indoensia. Selang beberapa hari setelahnya jumlah kasus Covid ini meningkat mencapai 69 orang yang tersebar diseluruh Indonesia. Penanganan cepat diupayakan oleh pemerintah dengan membentuk tim satuan tugas penanggulangan Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Presiden. Untuk melindungi warga dari resiko penularan, Presiden menetapkan Peraturan Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tidak bisa dipungkiri dengan adanya pembatasan aktivitas ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Bagaimana tidak, dengan dibatasinya mobilitas menyebabkan ekonomi merosot tajam. Hal ini membuat proses produksi, distribusi, dan kegiatan operasional lainnya terganggu dan merusak kinerja perkonomian.

Penghasilan masyarakatpun menurun karena sebagian besar sektor usaha mengurangi aktivitasnya atau bahkan tutup total.

BACA LAINNYA  Firli Bahuri Rangkul Pers, Wujudkan Tujuan Indonesia

Setiap individu diminta dengan kesadaran diri untuk menjaga jarak dalam berinteraksi, membatasi aktivitas sosial, dan dituntut untuk menghindari aktivitas diluar rumah. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap perubahan perilaku masyarakat, tidak terkecuali dengan perilaku pemenuhan kebutuhan pangan. Banyak pelaku usaha yang melakukan terobosan bisnis maupun strategi baru untuk pemenuhan kebutuhan keluarga. Sebagai ujung tombak dalam perekonomian, ekonomi keluargalah yang memiliki dampak yang paling besar dalam menghadapi pandemi ini.

Oleh karena itu perlu upaya untuk bisa bertahan serta menjaga ekonomi keluarga untuk pendapatan tambahan akibat terdampak pandemi.
Salah satu usaha rumahan yang populer akhir-akhir ini adalah makanan beku atau frozen food. Frozen food adalah makanan setengah matang yang dibekukan kemudian bisa disajikan dengan cara memanaskannya.

Tujuan dari pembekuan ini adalah untuk memperpanjang umur simpan, menghambat pertumbuhan mikroorganisme, dan mempertahankan citarasa maupun zat gizi yang dikandungnya. Suhu dan waktu selama proses pembekuan merupakan penentu kualitas, gizi dan keawetan produk. Dalam pengolahannya, bahan baku yang digunakan merupakan bahan baku terbaik dan proses pengolahannya berbeda-beda tergantung tujuan akhir produk.

BACA LAINNYA  Breaking News!! Pejabat Eselon II dan III Bakal Dilantik

Karena pembatasan aktivitas ini, masyarakat lebih membutuhkan makanan siap saji yang tahan lama dibandingkan dengan harus pergi berbelanja ke pasar seperti kebiasaan selama ini. Hal inilah yang menjadi peluang pengembangan bisnis pangan di masa pandemi.

Masyarakat sangat potensial untuk beralih menjadi konsumen frozen food ditengah ketidakpastian waktu. Peluang bisnis industri rumahan ini sangat menjanjikan seiring bertambahnya angka permintaan. Kecenderungan konsumsi dari masyarakat era ini mengarah pada makanan frozen food yang menawarkan kepraktisan dalam pengolahan dan penyajian.

Frozen food pada awalnya hadir untuk seseorang yang terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri. Kemudian dengan pergeseran gaya hidup dalam mengkonsumsi makanan cepat saji ini, memberikan dampak serta peluang bagi pasar produk frozen food.

BACA LAINNYA  Heboh !! Suami Anggota Dewan Batanghari Ditangkap Polisi

Peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh wirausahawan untuk pemenuhan kebutuhan konsumen yang kemudian berujung pada peningkatan ekonomi.

Untuk pemasarannya sendiri, para wirausahaan frozen food memanfaatkan online activity seperti marketplace dan platform. Dengan meningkatnya penggunaan internet selama pandemi, membuat bisnis online kebanjiran order termasuk bisnis frozen food. Literasi digital masyarakat di bidang kuliner kian membaik dan menjadi peluang besar bagi pengusaha makanan. Pandemi membatasi masyarakat untuk beraktivitas diluar rumah, dan makanan beku ini menjadi pilihan.

Usaha frozen food ini sangat banyak peminat, karena keuntungan yang didapat cukup besar, mudah untuk dilakukan, banyak pilihan, serta menjadi bisnis food start up yang menjanjikan. Dengan memanfaatkan online activity dengan berjualan online, dirasa cukup mudah karena tidak perlu toko yang akan menambah biaya. Dengan bertambahnya industri kuliner ditengah pandemi ini diharapkan mampu untuk memulihkan ekonomi yang sedang merosot.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peran Komunikasi Pembangunan Dalam Pemberdayaan UMKM di Kabupaten Batanghari

9 Juni 2022 - 09:58 WIB

Membangun Integritas Parpol dan Melepaskan Cengkraman Oligarki

7 Juni 2022 - 20:24 WIB

Firli Bahuri Rangkul Pers, Wujudkan Tujuan Indonesia

26 Januari 2022 - 21:25 WIB

Asa Firli untuk Pegiat Media

24 Januari 2022 - 07:03 WIB

Pentingnya Peran Orang Tua  dalam Menghadapi Anak Remaja Zaman Now

14 November 2021 - 00:02 WIB

Dampak Industri Komunikasi yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja

11 November 2021 - 18:34 WIB

Trending di Opini