Menu

Mode Gelap
Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

Pencerahan/ Hikmah · 28 Okt 2021 07:36 WIB

Ganjaran Istri yang tak Membangkang pada Suami


 Foto Ilustrasi suami istri Perbesar

Foto Ilustrasi suami istri

KABAR ISLAM —Fiqih munakahat memberikan tuntunan bagi suami istri agar bisa berhasil menjalani bahtera rumah tangga sehingga selamat di dunia dan akhirat.

Di antara tuntutan Islam adalah melarang perbuatan nusyuz atau kedurhakaan. Tidak boleh seorang suami berbuat nusyuz kepada istrinya, begitu pun sebaliknya tidak boleh istri nusyuz kepada suaminya.

Penceramah ustaz Nurudin Syabana mengatakan banyak orang yang memahami prilaku nusyuz adalah sebatas perbuatan jahat atau kekerasan yang dilakukan suami pada istrinya, atau membangkangnya istri terhadap suaminya. Menurutnya hal tersebut sudah jelas termasuk pada nusyuz.

Scroll untuk membaca
Akan tetapi menurutnya nusyuz juga bisa terjadi dari perbuatan-perbuatan positif. Semisal seorang isti melakukan puasa sunnah tanpa sepengetahuan suaminya.

Lalu sang suami berkehendak untuk bersetubuh dengan istrinya. Sang istri menolak karena sedang berpuasa sunnah. Penolakan sang istri pun membuat kekecewaan pada suami.

Maka menurut Ustadz Nurudin sang istri telah berlaku nusyuz pada suaminya kendatipun melaksanakan ibadah puasa sunnah. Maka dari itu, menurut Ustadz Nurudin penting bagi seorang istri untuk meminta izin kepada suami ketika hendak melaksanakan ibadah sunnah terlebih berpuasa sunnah.

BACA LAINNYA  Saat Maksiat Berdampak pada Sulitnya Syahadat di Ujung Ajal

Ustadz Nurudin juga menjelaskan termasuk nusyuz adalah suami yang menelantarkan istrinya dengan tidak memberi nafkah lahir dan batin sehingga istri dan anak-anaknya terlunta-lunta.

“Jangan bergembira (berbuat nusyuz) karena yang akan membalasnya itu Allah. Maka takutlah kepada Allah. Jangan mentang-mentang suami berkuasa lalu menindas istri.

Dan jangan juga mentang-mentang istri jadi pejabat lalu karena gaji suaminya lebih kecil dengan enaknya istri menentang suami,” kata Ustadz Nurudin dalam kajian virtual Persatuan Islam (PERSIS) yang disiarkan PERSIS TV beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Ustadz Nurudin menjelaskan banyak terjadi di kota-kota besar adalah suami dengan sewenang-wenang tidak memberikan nafkah kepada istri, lantaran istri juga bekerja dan memiliki gaji sendiri.

BACA LAINNYA  Mahasiswa Gelar Aksi di Gedung KPK, Firli Bahuri Pimpin Rakor di Jambi

Ustadz Nurudin menjelaskan perbuatan tersebut juga termasuk nusyuz suami kepada Istri. Sebab suami mempunyai kewajiban memberi nafkah kepada istinya kendati pun istrinya itu telah mempunyai penghasilan.

Selain itu banyak pula seorang istri yang menelantarkan suaminya karena terlalu sibuk bekerja, beribadah, atau pun menggeluti profesi lainnya. Maka perbuatan menelantarkan suami pun termasuk nusyuz istri pada suami.

Karena itu menurut Ustadz Nurudin kendati pun seorang istri ahli ibadah, rajin mengaji namun menelantarkan dan tidak melayani suaminya maka seluruh amal ibadahnya akan menjadi sia-sia.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa seorang istri tidak dapat memenuhi memenuhi kewajibannya kepada Allah sebelum ia memenuhi kewajibannya kepada suaminya. Dalam riwayat lainnya dijelaskan ketaatan istri pada suami akan berbuah surga.

Rasulullah bersabda bahwa jika seorang wanita menunaikan sholat lima waktu, berpuasa pada Ramadan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR Ahmad)

BACA LAINNYA  Masjid Terbesar di Jerman Diizinkan Kumandangkan Azan pada Jumat Sore

Karena itu baik istri maupun suami wajib menjaga kehormatan dirinya dan keluarganya. Jangan sampai melakukan suatu perbuat

an yang mengundang fitnah dan melahirkan kecemburuan pasangannya. Pada sisi lain ustaz Nurudin juga mengingatkan agar suami harus bijak ketika menghendaki suatu hal dari istrinya. Seorang suami harus dapat membaca kondisi istrinya sehingga hubungan suami istri pun dapat tetap harmonis.

“Saran saya kepada kepada yang mau menikah dan yang baru menikah ayo banyaklah bergaul dengan yang sudah menikah dan banyak pengalaman. Terjadinya masalah di keluarga biasanya karena tidak ridha pada kekurangan pasangan. Ini akan menimbulkan nusyuz. Padahal tidak ada pasangan yang sempurna. Maka silakan saling melengkapi. Maka bila ada kekurangan jangan dicela tapi saling tutupi saling menasihati,” katanya.

Sumber: Republika.co.id

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Refliksi Sumpah Pemuda Dalam Mendorong Generasi Muslim Berkualitas

28 Oktober 2021 - 08:29 WIB

Masjid Terbesar di Jerman Diizinkan Kumandangkan Azan pada Jumat Sore

12 Oktober 2021 - 07:32 WIB

Orang yang Memperoleh Syafaat Khusus di Hari Kiamat

10 Oktober 2021 - 23:19 WIB

Wanita Tidak Berhijab Tapi Punya Hati yang Baik, Ini Tanggapan Ustadz Abdul Somad

1 Oktober 2021 - 17:47 WIB

Tingkatkan Kewaspadaan, Umat Islam Diminta Jaga Ulama

27 September 2021 - 08:19 WIB

Muktamar NU ke-34 Akan Digelar 23-25 Desember 2021

26 September 2021 - 10:45 WIB

Trending di Nasional