Hanya Gegara Ini Warga Marosebo Ulu Bakar Rumah Sarminsen Jambi- Jatim Tandatangan MoU Misi Dagang dan Investasi Sani: Membangunan Mental Ummat Sangat Penting Sekali Membegal Tukang Ojek di Muaro Jambi, Pelaku Diamankan Polisi Penampakan Dua Ekor Harimau Membuat Warga Muaro Jambi Getar-Getir

Home / Kabar Terbaru / Nasional

Senin, 27 September 2021 - 07:50 WIB

Gatot Nurmantyo Ungkap Ada Komunis Baru, Ini Ciri-cirinya

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto: Youtube Refly Harun

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto: Youtube Refly Harun

NASIONAL –– Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkap ada komunis baru. Namun Gatot tidak secara gamblang menyebut PKI kembali muncul di era kekinian.

Sejumlah ciri Partai Komunis Indonesia (PKI) diurai secara gamblang oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, dalam diskusi virtual bertema “TNI vs PKI” yang digelar Minggu malam (26/9/2021).

Secara garis besar, ciri yang diurai Gatot Nurmantyo adalah PKI bukan partai yang nasionalis. Sebab mereka berupaya untuk menempatkan Indonesia di bawah ketiak negara lain.

PKI juga memiliki kecenderungan untuk membuat huru-hara politik dan keamanan dengan tujuan merebut kekuasaan dan berkuasa.

BACA LAINNYA  Susunan Pemain Indonesia vs Vietnam di Piala AFF, Evan Dimas Cadangan

Upaya tersebut telah dilakukan berulang kali, mulai dari tahun 1926, 1948, dan 1965.

Ciri selanjutnya adalah melakukan penculikan, penganiayaan terhadap warga sipil, polisi, dan juga ulama.

Gatot Nurmantyo juga menjabarkan mengenai ciri-ciri komunis gaya baru.

Seperti tampuk kekuasaan yang terpusat pada sekelompok elite atau oligarki, sering melakukan bohong dan janji palsu, dan senang memecah belah rakyat.

“Termasuk menghalalkan segala cara untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan, dan melakukan pembunuhan karater lawan politik, menyusup ke semua lini kekuasaan,” urainya.

BACA LAINNYA  Sekda Sudirman Harapkan PAD Provinsi Jambi Dapat Meningkat Melalui Kerjasama dengan SKK Migas

Dalam kesempatan ini, Gatot Nurmantyo tidak secara gamblang menyebut PKI kembali muncul di era kekinian.

Tapi dia mengurai bahwa ciri-ciri PKI sudah bisa dirasakan masyarakat Indonesia.

Secara politik, sambungnya, sudah terlihat adanya upaya adu domba di antara partai politik, masyarakat dan pemerintah, sehingga terjadi ketegangan sosial.

“Mendukung jabatan presiden seumur hidup. Mencari dukungan kepada negara komunis besar, (tahun) 48 (ke) Soviet, (tahun) 65 (ke) China, atau membiarkan pengaruh negara komunis menguasai RI,” lanjut Gatot Nurmantyo.

“Dari masa ke masa, kita merasakan bersama-sama fitnah, adu domba, pecah belah, dan menghalalkan segala cara termasuk membunuh TNI, ulama, dan orang Islam untuk meraih kekuasaan menjadi ciri dari gerakan PKI,” sambungnya.

BACA LAINNYA  Azis Syamsuddin Ditetapkan KPK Sebagai Tersangka!

Gatot mengingatkan agar bukti sejarah yang telah disampaikannya tidak dianggap angin lalu.

Sebab, sekalipun PKI sudah dibubarkan dan dilarang secara tegas kehadirannya di Indonesia melalui Ketetapan MPR Nomor XXV/MPRS/1966.

Namun sejarah selalu membuktikan bahwa PKI dengan mudah bisa melakukan pemberontakan.

“PKI memang sudah dibubarkan, tetapi pengalaman di Indonesia, fakta tidak dibantahkan bahwa PKI mudah melakukan pemberontakan,” tutupnya. (Rmol.id)

Share :

Baca Juga

Politik

Muscab di Bungo, Fadhil Arief: Tidak Ada Lagi Dualisme di PPP

Hukrim

Ketua Pokja ULP UIN STS Jambi Resmi Ditahan Jaksa

Ekonomi

Tingkatkan Pendapatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jambi Latih Pelaku Becak

Bisnis

KK Migas – KKKS SRMD Serahkan Bansos Untuk Masyarakat Sarolangun

Nasional

Gatot Nurmantyo Dan Amien Rais Temui Rocky Gerung, Langsung Nyerang PT Sentul City

Nasional

Sebut Gus Yaqut Terlalu Polos, Aktivis Muhammadiyah: Teko Keluar Sesuai dengan Isinya

Hukrim

Pria Ini Dringkus Polisi Setelah Menghamili Anaknya Sendiri

Nasional

Sahabat UAS Kalimantan Akan Dirikan Sekolah Berbasis Qur’an