Menu

Mode Gelap
Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Fadhil Arief Minta Pejabat Gali Motivasi Diri Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk PKL Tugu Keris, Pedagang : Terimakasih PLN Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

Nasional · 1 Jan 2022 22:30 WIB

Habib Bahar bin Smith Dapat Kiriman Tiga Kepala Anjing, Tim Advokasi: Tindakan Pengecut dan Kerdil


 Habib Bahar bin Smith Dapat Kiriman Tiga Kepala Anjing, Tim Advokasi: Tindakan Pengecut dan Kerdil Perbesar

NASIONAL – Tim Advokasi Habib Bahar angkat suara mengenai tindakan teror yang dilakukan pihak tak dikenal yang mengirimi Habib Bahar bin Smith (HBS) sebuah kardus berisi tiga buah balok kayu dan tiga kepala anjing. Tim Advokasi menyebut hal itu sebagai tindakan pengecut dan kerdil.

“Bahwa tindakan teror terhadap Habib Bahar bin Smith dengan mengirimkan sebuah kardus bertuliskan “jangan dibuka” yang berisi tiga buah balok kayu, dan tiga buah kepala anjing yang masih berlumuran darah dengan dibungkus plastik sekitar jam 03.00 dini hari di Pondok Pesantren Tajul Alawiyin Bogor adalah tindakan pengecut dan kerdil yang dilakukan “teroris asli ” yang tidak menginginkan kebenaran disuarakan oleh HBS, diduga pelakunya berkaitan erat dengan komplotan pembunuh enam orang pengawal HRS,” ungkap Aziz Yanuar, Tim Advokasi Habib Bahar, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 1 Januari 2022.

BACA LAINNYA  Hadapi Musim Hujan, Pemkab Batanghari Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada

Aziz menuding, pihak peneror Habib Bahar itu adalah teroris dalam arti sesungguhnya. “Modus operandinya jelas yakni menebar ketakutan dan meneror siapapun yang dipandang tidak mendukung sesembahan mereka,” tambah Aziz.

Terkait potongan kepala anjing, Aziz menyindir kalangan pecinta hewan dan “animal defender” mestinya menjadikan hal ini seabagai isu besar. Sebab beberapa waktu lalu saat di Aceh ada anjing satu saja ditangkap Satpol PP dan mati dijadikan isu nasional. Sementara kejadian di Ponpes HBS ini terdapat tiga anjing yang dipenggal secara sadis. Maka sudah sepatutnya pecinta hewan dan animal defender bersuara lebih keras.

Aziz juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan teror pengecut oleh ” teroris asli” pembenci kebenaran yang dilakukan di kediaman HBS di Pondok Pesantren Tajul Alawiyin Bogor.

BACA LAINNYA  Ditahan Karena Kasus Kerumunan, Eks Anggota FPI Akan Bebas Hari Ini

Kemudian, terkait tindakan Komandan Korem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi yang mendatangi HBS di pondok pesantrennya yang diduga membuat takut warga sekitar pondok pesantren, Aziz menyebut hal itu merupakan suatu bentuk abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dan sangat dikhawatirkan dapat menciderai hubungan baik antara TNI dengan rakyat yang notabene TNI lahir dari rahim rakyat.

“Bahwa dugaan ancaman yang dilakukan Komandan Korem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi yang mengatakan akan menjemput HBS bila tidak memenuhi panggilan Polda Jawa Barat adalah kekeliruan dalam memahami konsep penegakan hukum yang notabene merupakan tugas POLRI, dan hal tersebut dikhawatirkan dapat merusak criminal justice system di Republik Indonesia,” jelasnya.

Aziz menjelaskan, terkait pernyataan HBS yang menanggapi pernyataan “Tuhan Bukan Orang Arab” dari KSAD Dudung Abdurachman adalah bentuk nasihat dan kasih sayang terhadap sesama umat Islam. Sebab salah satu hisab yang utama di yaumil akhir adalah lurusnya akidah seseorang, baru kemudian ditimbang amalannya.

BACA LAINNYA  MoU Stikosa - AWS dan JMSI Mampu Menambah Ilmu Mahasiswa Dibidang Jurnalistik

“Oleh karenanya nasehat yang disampaikan oleh HBS secara terbuka, karena pernyataan “Tuhan Bukan Orang Arab” juga dinyatakan secara terbuka ke publik, adalah nasihat sekaligus meluruskan pemahaman akidah. Dilakukan secara terbuka oleh HBS adalah juga sebagai cara untuk mendidik umat agar jangan sekali-kali melakukan tajsim (penyerupaan, red) terhadap Sang Khalik,” jelas Aziz.

Aziz juga menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kepada “teroris asli” pembenci kebenaran dan para pengecut untuk jangan pernah mencoba untuk membungkam kebenaran.

“Sejuta kali kebenaran dibungkam sejuta kali itu pula kebenaran akan menemukan jalannya,” pungkasnya.

Sumber: Suaraislam.id

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dirjen IKP: Dewan Pers Satu-satunya Lembaga yang Lakukan Sertifikasi Jurnalis

26 Juni 2022 - 17:06 WIB

Demi Mempertahankan Seluruh Honorer Indonesia, Anies Baswedan Temui Jokowi

25 Juni 2022 - 08:49 WIB

JMSI Siap Bekerjasama dengan Stakeholder Kepemiluan

23 Juni 2022 - 17:47 WIB

Ketua JMSI Pusat Minta Seluruh Anggotanya Tidak Tejebak Arus Pemilu 2024

22 Juni 2022 - 08:20 WIB

Ini Sosok Irjen Yazid Fanani Yang Dukung Perlindungan Data Pribadi

21 Juni 2022 - 08:33 WIB

Pembelajaran Penting dari Kapolres Sampang soal Kompetensi Wartawan

20 Juni 2022 - 11:44 WIB

Trending di Nasional