Menu

Mode Gelap
Geger!!! Ibu Rumah Tangga Ditemukan Bersimbah di Dapur Masya Allah… Ibu di Muaro Jambi Melahirkan Bayi Kembar Tiga Lantik Tiga Pj Bupati, Ini Pinta Al Haris HIMIP UNJA Gelar Mubes ke 3 Besok Pj Bupati Muaro Jambi, Sarolangun dan Tebo Dilantik Gubernur Jambi

Nasional · 21 Jan 2022 12:43 WIB

Harap Cemas Tenaga Honorer, Pemerintah Bakal Hapus Tenaga Honorer


 Ilustrasi tenaga honorer unjukrasa Perbesar

Ilustrasi tenaga honorer unjukrasa

NASIONAL — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah bakal menghapus tenaga honorer di instansi pemerintah usai 2023.

Pegawai di instansi pemerintahan nanti hanya berstatus dua jenis yakni PNS dan PPPK. Sementara pekerjaan dasar seperti cleaning service, security, dipenuhi melalui tenaga alih daya atau outsourcing dengan beban biaya umum bukan biaya gaji (payroll). Mengetahui kondisi tersebut, Luciana (bukan nama sebenarnya) seorang pegawai berstatus honorer di kantor kementerian di Jakarta Pusat mengaku cemas dengan status pekerjaannya ke depan.

Luciana bekerja sebagai pembantu humas dalam membuat konten di media sosial dan pemberitaan, ia dihonor sebesar Rp5,5 juta setiap bulannya sejak 2020 lalu. “Kontrak kerja tuh diperbarui setiap tahun, kemungkinan ini tahun terakhir karena 2023 bakal di cut off, memang cemas juga,” kata Luciana kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/1/2021).

BACA LAINNYA  Didampingi Kabid Humas, Polda Jambi Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Untuk Lansia

Luciana sebelumnya bekerja sebagai wartawan di Jakarta dan sudah berstatus karyawan tetap. Namun dia memilih untuk menjadi honorer di salah satu kementerian karena gaji yang ditawarkan lebih besar meski tak mendapat tunjangan kesehatan.

Ibu satu anak itu mengaku belakangan ini aktif mencari pekerjaan lain sebagai alternatif jika dia diberhentikan sebagai pegawai honorer. Dia juga mengaku sempat mengikuti seleksi CPNS namun tak lolos SKB.

“Kalau dibilang cemas dipecat ya cemas banget. Makanya sekarang sering cari-cari kerjaan, kemarin sempat CPNS tapi enggak lolos SKB, ya sudah sekarang cari-cari lagi sambil nunggu diberhentikan,” kata Luciana.

Takut Jadi Pengangguran Reno (bukan nama sebenarnya) menjadi tenaga honorer di kantor pemerintahan di Bandung, Jawa Barat. Reno sudah menjadi tenaga honorer sejak lulus kuliah pada 2019 lalu, ia mengelola media sosial salah satu instansi pemerintah di Bandung. Laki-laki berusia 24 tahun ini mengaku bisa menjadi honorer di kantor pemerintah sebab sebelumnya mengikuti program magang dari kampus.

BACA LAINNYA  Anggota Dewan Terjebak, Karena Lift Mendadak Mati

Kontrak honorernya diperbarui setiap tahun, terbaru kontraknya diperbarui hingga akhir 2023. “Kayaknya itu yang terakhir jadi medsos di sini, setelah itu jadi pengangguran,” kata Reno melalui sambungan telepon.

Honorer Reno mengaku khawatir kehilangan pekerjaannya saat ini. Dia bercerita, sejak kabar honorer akan dihapus pada 2023, rekan sekantornya yang sudah berstatus PNS selalu menyemangati agar mencoba seleksi CPNS atau PPPK. Dia juga sudah mencoba seleksi CPNS pada Desember lalu namun tak lolos pada tahap SKB.

“Aku coba CPNS, biar hidup bisa settle, tapi kan gak semudah itu lolosnya, pesaing banyak, belum tentu dibuka juga tahun depan [seleksi CPNS], sebenarnya takut banget pengangguran,” ujarnya.

BACA LAINNYA  Heboh! Dahlan Iskan Blak-blakan Pernah Diperas Anggota DPR Ratusan Miliar -

Honorer lainnya, Ismail (bukan nama sebenarnya) bekerja sebagai tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ismail juga ikut dalam seleksi CPNS sebagai tenaga perawat untuk Kementerian Kesehatan namun tak lolos dalam SKD.

Di rumah sakit tempatnya bekerja, Ismail masih berstatus sebagai tenaga honorer sejak 2018. Ismail sempat dijanjikan bakal diangkat sebagai pegawai tetap setelah bekerja 2 tahun namun janji itu belum pernah terpenuhi hingga hari ini.

“Kalau pemerintah menghapus honorer di pemerintahan, semoga di instansi non pemerintah tidak dihapus, karena susah kalau harus jadi ASN. Pesaingnya banyak, kalau lolos belum tentu dapat formasi [PPPK],” ujar Ismail.

Sumber: CNN Indonesia

Artikel ini telah dibaca 119 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Terpilih Sebagai Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra Bangun Kualitas Pers

19 Mei 2022 - 06:39 WIB

JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol

17 Mei 2022 - 13:29 WIB

Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN

16 Mei 2022 - 13:54 WIB

Tito Karnavian Bakal Lantik 5 Pj Gubernur Hari Ini

12 Mei 2022 - 07:30 WIB

DOR! Pak Guru MIT Tewas Ditembus Peluru

28 April 2022 - 06:01 WIB

Benarkah Habib Rizieq Dinobatkan Imam Besar oleh Dedengkot NU?

27 April 2022 - 00:45 WIB

Trending di Nasional