Kapolda Jambi Hadiri Pemakaman Praka Anumerta Tuppal Halomoan Barasa Diduga Oknum TNI Bekingi Perusahaan, Brigjen Junior Tumilaar Marah Besar: Jalan Takut Kita Lawan Centul City Dapat Untung Besar, Pedagang Sebut NasDem Membawa Berkah Fasha Instruksikan Kader Nasdem Batanghari Dukung Pemerintahan Fadhil – Bakhtiar Oknum Polda Jambi Ditahan Jaksa

Home / Nasional

Jumat, 17 Desember 2021 - 01:07 WIB

Heboh Ilmuwan Temukan Air Es di Bawah Lembah Mars

Ilmuwan Temukan Air Es di Bawah Lembah di Mars. Foto: NASA / JPL-Caltech

Ilmuwan Temukan Air Es di Bawah Lembah di Mars. Foto: NASA / JPL-Caltech

NASIONAL – Air es bersembunyi hanya beberapa meter di bawah permukaan Mars di salah satu situs paling dramatis di Planet Merah tersebut. Temuan ini merupakan hasil penelitian terbaru berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Trace Gas Orbiter (TGO).

Dikutip dari Space.com, TGO merupakan bagian dari misi ExoMars yang dioperasikan oleh European Space Agency (ESA) dan mitranya dari Rusia, Roscosmos. ExoMars mencakup TGO, yang diluncurkan pada 2016, dan penjelajah Rosalind Franklin yang akan diluncurkan ke Mars tahun depan.

Di antara instrumen di kapal TGO, adalah salah satu yang disebut Fine Resolution Epithermal Neutron Detector (FREND), yang dapat mendeteksi hidrogen, salah satu dari dua elemen yang membentuk air. Analisis baru dari data FREND menunjukkan tingkat hidrogen yang tinggi di sebuah situs bernama Candor Chaos, yang terletak di dekat jantung sistem ngarai besar yang dijuluki Valles Marineris.

BACA LAINNYA  Gatot Nurmantyo Ungkap Ada Komunis Baru, Ini Ciri-cirinya

“Kami menemukan bagian tengah Valles Marineris penuh dengan air, jauh lebih banyak air daripada yang kami perkirakan,” kata Alexey Malakhov, seorang ilmuwan senior di Space Research Institute of the Russian Academy of Sciences.

“Ini sangat mirip dengan daerah permafrost Bumi, di mana es air secara permanen bertahan di bawah tanah kering karena suhu rendah yang konstan,” sambungnya.

Valles Marineris adalah ngarai terbesar di Tata Surya. Ukurannya 10 kali lebih panjang dan lima kali lebih dalam dari Grand Canyon di Bumi, dan salah satu fitur paling mencolok dari Mars.

Ngarai ini membentang di sepanjang sebagian besar ekuator Mars. Ketika para ilmuwan telah mencari es cair di Mars di wilayah khatulistiwa sebelumnya, mereka hanya dapat mempelajari debu permukaan, dan mereka hanya menemukan sejumlah kecil air.

BACA LAINNYA  Sukmawati Murtad, Pendakwah Buya Yahya: Kalau Mati Bangkainya Kasih ke Serigala !

Penelitian baru ini, memperluas kedalaman yang dapat dipelajari para ilmuwan dan memberi mereka pandangan baru tentang di bawah permukaan serta permukaan langsung Mars.

“Dengan TGO kita dapat melihat hingga satu meter di bawah lapisan berdebu ini dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah permukaan Mars, dan, yang terpenting, menemukan ‘oasis’ kaya air yang tidak dapat dideteksi dengan instrumen sebelumnya,” kata Igor Mitrofanov, ilmuwan Space Research Institute of the Russian Academy of Sciences.

Para peneliti mengatakan bahwa jika semua hidrogen yang mereka deteksi hadir dalam bentuk es air, senyawa berharga tersebut dapat membentuk sebanyak 40% bahan dekat permukaan di daerah tersebut.

BACA LAINNYA  Megawati Pimpin Dewan Pengarah BRIN, Prof Azyumardi Azra: Harusnya Dijabat Peneliti bukan Politisi

Namun, FREND juga dapat mendeteksi air yang terkandung dalam mineral lokal, meskipun para ilmuwan percaya bahwa kemungkinannya lebih kecil daripada es.

“Temuan ini merupakan langkah pertama yang luar biasa, tetapi kami membutuhkan lebih banyak pengamatan untuk mengetahui dengan pasti bentuk air apa yang kami temukan,” HÃ¥kan Svedhem, mantan ilmuwan proyek ESA untuk ExoMars Trace Gas Orbiter.

“Terlepas dari hasilnya, temuan ini menunjukkan kemampuan instrumen TGO yang tak tertandingi dalam memungkinkan kita untuk ‘melihat’ di bawah permukaan Mars, dan mengungkapkan reservoir air yang besar, tidak terlalu dalam, dan mudah dieksploitasi di wilayah Mars ini,” tutupnya.

Detikcom

Share :

Baca Juga

Nasional

Masyarakat Jangan Takut, Jika Ditemukan Oknum Polisi Nakal Lapor Kesini

Nasional

Meninggal 10 Hari Sebelum Pencoblosan, Calon Kades Ini Menang Telak

Nasional

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Kian Membaik

Nasional

Tagar PercumaLaporPolisi Muncul, DPR RI Minta Buka dan Usut Kasus Pekosaan 3 Anak Kembali

Nasional

Bela Konsumen, LPKNI Berhasil Kembalikan Hak Konsumen

Nasional

JMSI Salut Semarang Jadi Kota Pertama Dengan Sistem CCTV Sampai Tingkat RT RW

Nasional

Tak Mendidik, Oknum Guru Hukum Siswa Makan Sampah

Nasional

Habib Bahar vs Jenderal Bintang Satu, Ini Kata Advokat KPAU