Menu

Mode Gelap
Al Haris: Semangat Idul Fitri Jadi Energi Baru Abdullah Sani ke Pejabat: Tugas Kita Memberikan Pelayanan Bukan Untuk Dilayani Al Haris Tegaskan, Fokus Pemberataan Pembangunan Setiap Kabupaten/ Kota Al Haris Jenguk Anak Jadi Korban Bacok Ibunya di Tebo Harga TBS dan Pupuk Tidak Sebanding, Petani Sawit Harapkan Pemerintah Bijaksana

Peristiwa · 28 Sep 2021 13:47 WIB

Hingga Hari Ini Api Masih Berkobar Api di Sumur Minyak Ilegal Masih


 Lokal sumur minyak ilegal drilling di Kabupaten Batanghari Perbesar

Lokal sumur minyak ilegal drilling di Kabupaten Batanghari

Kabarjambikito.com – Kebakaran sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, Jambi, hingga kini belum dapat dipadamkan. Sudah 11 hari api di sumur minyak ilegal itu terus menyala.

“Iya sejauh ini api itu belum berhasil dipadamkan karena kondisi di dalam sumur minyak itu terdapat kandungan gas sehingga kebakaran itu tak kunjung padam,” kata Bupati Batanghari, M Fadhil Arief, kepada detikcom, Selasa (28/9/2021).

Kebakaran sumur minyak ilegal ini adalah pertama kali yang paling lama dipadamkan dari kebakaran di sumur minyak ilegal sebelumnya. Kebakaran sumur di tambang minyak ilegal di Jambi itu memang kerap terjadi sejak maraknya aktivitas tambang ilegal sejak 2017.

“Memang ini adalah bencana kebakaran dari lokasi tambang ilegal itu yang paling lama dapat dipadamkannya. Lokasi tambang minyak ilegal itu mulai marak terjadi sejak 2017 silam di mana aktivitas tambang minyak itu membuat seluruh lahan di sekitaran daerah di sana rusak, sungai-sungai tercemar, sektor perkebunan yang dulunya ada kini tak berkembang setelah rusak akibat tercemar minyak-minyak di sana,” ujar Fadhil.

BACA LAINNYA  Cadangan Migas September 2021 Bertambah 521 MMBOE

Akan tetapi, sejak tim gabungan TNI/Polri dan pemerintah setempat kian rutin menggelar razia di lokasi tambang minyak ilegal itu, saat ini aktivitas tambang minyak ilegal di Desa Bungku, Batanghari, Jambi, mulai berkurang. Sebab, banyak sumur yang ditutup paksa serta alat-alat tambang ilegal yang dirusak dan diamankan aparat.

“Alhamdulillah, sejak mulai dilakukan razia rutin sekarang aktivitas tambang minyak ilegal di Desa Bungku itu sudah mulai berkurang, bahkan sudah tidak ada lagi karena rutinnya razia yang kerap dilakukan tim Satgas baik TNI/Polisi dan Pemkab.

Hanya, kondisi yang terbakar ini adanya di lokasi terdalam yang mana akses begitu jauh dan sulit dilalui kendaraan. Tambang sumur minyak ilegal yang terbakar itu dilakukan mereka di kawasan konsesi, lahan wilayah perusahaan yang memang sulit dijangkau,” terang bupati.

Sejauh ini, Fadhil menyebutkan telah melakukan tindakan mitigasi untuk penanganan pemadaman api. Tim juga telah melakukan upaya perambahan pohon-pohon yang ada di sekitar lokasi kebakaran guna mencegah terjadinya penyebaran karhutla kembali.

BACA LAINNYA  Gubernur Jambi Disambut Dengan Tari Sekapur Sirih di Acara Ngneng Budayo Desa Rambutan Masam

Pemkab Batanghari Jambi juga telah mendirikan posko untuk penertiban tambang minyak ilegal dan posko bagi petugas pemadaman api. Pemkab juga berkoordinasi dengan Pertamina untuk memadamkan api.

“Kita harap persoalan ini dapat diselesaikan. Kita tahu kawasan di desa itu banyak yang mesti kita perbaiki, sangat banyak, mulai dari pemulihan lahan dan itu biayanya tidak kecil sangat begitu besar, lalu ada upaya dari Pertamina juga yang harus berdiskusi bersama Pemkab Batanghari untuk tindak lanjut ke depannya dalam atasi ini. Namun yang lebih utama saat ini bagaimana kita berupaya agar kebakaran ini bisa padam itu yang lebih kita utamakan dulu, karena kebakaran ini masih terus menyala besar,” ujar Fadhil

Sementara itu, Polda Jambi menegaskan sejauh ini tidak ada lagi aktivitas tambang minyak yang berlangsung di Jambi. Kapolda Jambi Irjen Rachmad Wibowo telah memberikan instruksi agar tambang ilegal di Jambi ditindak tegas.

“Perlu diketahui, jika atensi ataupun instruksi Kapolda Jambi ini sudah jelas. Jangan ada yang berani melakukan aktivitas tambang ilegal di Jambi. Kita tidak akan pandang bulu dalam melakukan upaya tindakan hukum, baik itu terhadap siapa pun, termasuk kemarin adanya oknum polisi yang terlibat di kejadian sumur minyak yang terbakar itu, kini oknum itu sudah kita tahan dan semua sama dimata hukum. Itu adalah instruksi Kapolda Jambi,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto kepada detikcom

BACA LAINNYA  Tapal Batas Dinilai Belum Tuntas, Karyawan PT Bahari Gembira Ria Pertahankan Lahan Mereka

Sebelumnya, kebakaran sumur minyak ilegal itu terjadi pada Sabtu (18/9). Kebakaran itu terjadi di sekitar lokasi perusahaan konsesi PT AAS di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari.

Dari kebakaran lokasi tambang minyak ilegal tersebut, dua hektare lahan hutan di sekitar lokasi juga ikut terbakar.

Dari insiden kebakaran itu, seorang oknum polisi berinisial DR juga ikut ditangkap. Oknum polisi itu diduga ikut terlibat dalam aktivitas tambang sumur minyak ilegal itu yang kemudian sumur itu meledak dan terbakar dan belum berhasil dipadamkan.

Detik.com

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sadis!! Warga Marosebo Ulu, Batanghari Ditemukan Dengan Leher di Gorok

13 Mei 2022 - 06:24 WIB

Antar Istri ke Kota Jambi, Pulangnya Rumah di Bobol Maling

30 April 2022 - 15:24 WIB

Mahasiswi FKIP Universitas Jambi Ditemukan Tidak Bernyawa di Kamar Kos

28 April 2022 - 08:33 WIB

Mengindap Penyakit Stroke, Warga Bajubang Laut Terabaikan, Ini Kata Kades

21 April 2022 - 12:29 WIB

Catut Nama Dandim 0419/ Dandim Tanjab, Oknum Lakukan Modus Minta Beli Tiket

20 April 2022 - 21:57 WIB

Sedang Buang Air Besar, Seorang Pekerja Kontraktor di Terkam Harimau

20 April 2022 - 16:45 WIB

Trending di Peristiwa