Menu

Mode Gelap
Irwasum Komjen Pol Agung Maryono Gowes ke Candi Muaro Jambi Atlet Jambi Raih 14 Medali di Sea Games Vietnam Kapolri Perintahkan Berantas Perjudian, Kapolres Hasan Bilang Gini Bersama Al Haris, Kapolda Jambi Sambut Kedatangan Irwarsum Komjen Pol Agung Budi Maryoto Awas!! Plafont Gedung Dinas Pendidikan di Batanghari Banyak Yang Ambruk

Nasional · 16 Nov 2021 21:17 WIB

Hukuman HRS Dipotong, PA 212: MA Tunjukkan Rasa Kemanusiaan


 Hukuman HRS Dipotong, PA 212: MA Tunjukkan Rasa Kemanusiaan Perbesar

NASIONAL — Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, mengapresiasi pemotongan hukuman terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam kasus kabar bohong hasil pemeriksaan tes usap Covid-19 di RS UMMI, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Pemotongan hukuman terkait dengan kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum dan tim kuasa hukum HRS ke Mahkamah Agung (MA).

Novel memandang keputusan MA merupakan bukti masih hidupnya naluri kemanusiaan dari para hakim MA. Ia menyindir putusan PN Jaktim terhadap HRS yang dianggap tak bermoral.

BACA LAINNYA  Bebas Dari Lapas, Jadwal Ceramah Habib Bahar Penuh 1 Tahun Kedepan

“Putusan MA masih mempunyai rasa kemanusiaan dibanding putusan PN Jaktim serta banding dan tuntutan jaksa sangat keji dan biadab,” kata Novel kepada Republika.co.id, Selasa (16/11).

Scroll untuk membaca
Walau demikian, Novel menyatakan, tim pengacara HRS bakal melanjutkan proses hukum melalui mekanisme peninjauan kembali (PK). Tim kuasa hukum bakal terus mengusahakan agar HRS bebas dari jeratan hukum. Sebab ia meyakini bahwa HRS tak pantas berada dalam jeruji besi.

“Kami tim advokasi IB HRS tentunya akan mengajukan PK karena putusan MA masih jauh dari keadilan karena satu hari pun IB HRS tidak berhak untuk dipenjarakan karena hanya mengatakan ‘baik-baik saja’,” ujar Novel.

BACA LAINNYA  Lakpesdam NU Sedih Atas Pemecatan 57 Pegawai KPK

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) memotong masa hukuman terhadap HRS dari empat tahun menjadi hanya dua tahun. Dalam putusan kasasi tersebut, dikatakan alasan objektif para hakim mengurangi masa pemenjaraan HRS karena perbuatannya hanya terjadi di media massa. Menurut hakim, dari perbuatan Habib Rizieq tersebut, tak memunculkan korban jiwa, fisik, atau kerugian harta benda terhadap pihak-pihak lain.

BACA LAINNYA  Ulama NU Ini Sampaikan Pesan Penting untuk Jokowi soal Menag Yaqut

“Oleh karena itu, penjatuhan pidana oleh judex facti kepada terdakwa selama empat tahun dipandang terlalu berat. Sehingga pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa patut atau beralasan untuk diperbaiki dengan menjatuhkan pidana yang lebih ringan,” begitu dalam putusan hakim MA.

Hasil kasasi MA tersebut tertuang dalam Putusan 4471 K/Pid.Sus/2021 dan resmi mengubah Putusan PT DKI Jakarta 30 Agustus 2021 atau Putusan PN Jakarta Timur, 24 Juni 2021 lalu.

Republika.co.id

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Terpilih Sebagai Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra Bangun Kualitas Pers

19 Mei 2022 - 06:39 WIB

JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol

17 Mei 2022 - 13:29 WIB

Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN

16 Mei 2022 - 13:54 WIB

Tito Karnavian Bakal Lantik 5 Pj Gubernur Hari Ini

12 Mei 2022 - 07:30 WIB

DOR! Pak Guru MIT Tewas Ditembus Peluru

28 April 2022 - 06:01 WIB

Benarkah Habib Rizieq Dinobatkan Imam Besar oleh Dedengkot NU?

27 April 2022 - 00:45 WIB

Trending di Nasional