Menu

Mode Gelap
Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

Nasional · 16 Nov 2021 21:17 WIB

Hukuman HRS Dipotong, PA 212: MA Tunjukkan Rasa Kemanusiaan


 Hukuman HRS Dipotong, PA 212: MA Tunjukkan Rasa Kemanusiaan Perbesar

NASIONAL — Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, mengapresiasi pemotongan hukuman terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam kasus kabar bohong hasil pemeriksaan tes usap Covid-19 di RS UMMI, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Pemotongan hukuman terkait dengan kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum dan tim kuasa hukum HRS ke Mahkamah Agung (MA).

Novel memandang keputusan MA merupakan bukti masih hidupnya naluri kemanusiaan dari para hakim MA. Ia menyindir putusan PN Jaktim terhadap HRS yang dianggap tak bermoral.

BACA LAINNYA  Teguh Santosa : Pencalonan Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI Sesuai UU

“Putusan MA masih mempunyai rasa kemanusiaan dibanding putusan PN Jaktim serta banding dan tuntutan jaksa sangat keji dan biadab,” kata Novel kepada Republika.co.id, Selasa (16/11).

Scroll untuk membaca
Walau demikian, Novel menyatakan, tim pengacara HRS bakal melanjutkan proses hukum melalui mekanisme peninjauan kembali (PK). Tim kuasa hukum bakal terus mengusahakan agar HRS bebas dari jeratan hukum. Sebab ia meyakini bahwa HRS tak pantas berada dalam jeruji besi.

“Kami tim advokasi IB HRS tentunya akan mengajukan PK karena putusan MA masih jauh dari keadilan karena satu hari pun IB HRS tidak berhak untuk dipenjarakan karena hanya mengatakan ‘baik-baik saja’,” ujar Novel.

BACA LAINNYA  JMSI MoU Dengan Kampus Ternama di Semarang, Ketua JMSI Jambi: Mencetak Jurnalis Berkompeten dan Profesional

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) memotong masa hukuman terhadap HRS dari empat tahun menjadi hanya dua tahun. Dalam putusan kasasi tersebut, dikatakan alasan objektif para hakim mengurangi masa pemenjaraan HRS karena perbuatannya hanya terjadi di media massa. Menurut hakim, dari perbuatan Habib Rizieq tersebut, tak memunculkan korban jiwa, fisik, atau kerugian harta benda terhadap pihak-pihak lain.

BACA LAINNYA  Menkum HAM Minta Pejabat Imigrasi Tertangkap Nyabu Disanksi Berat!

“Oleh karena itu, penjatuhan pidana oleh judex facti kepada terdakwa selama empat tahun dipandang terlalu berat. Sehingga pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa patut atau beralasan untuk diperbaiki dengan menjatuhkan pidana yang lebih ringan,” begitu dalam putusan hakim MA.

Hasil kasasi MA tersebut tertuang dalam Putusan 4471 K/Pid.Sus/2021 dan resmi mengubah Putusan PT DKI Jakarta 30 Agustus 2021 atau Putusan PN Jakarta Timur, 24 Juni 2021 lalu.

Republika.co.id

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mendagri Tegur Daerah yang Belanjanya Masih Rendah Agar Cepat di Realisasikan

26 November 2021 - 09:23 WIB

Terobosan Jaksa Agung Dobrak Kebuntuan Penyelesaian Kasus HAM Berat

22 November 2021 - 11:59 WIB

Bebas Dari Lapas, Jadwal Ceramah Habib Bahar Penuh 1 Tahun Kedepan

21 November 2021 - 15:01 WIB

Alhamdulillah… Habib Bahar Bin Smith Sudah Bebas

21 November 2021 - 14:14 WIB

MUI Bentuk Tim Cyber Army Lawan Buzzer Yang Serang Ulama

20 November 2021 - 11:45 WIB

Prabowo Nyapres 2024, HRS dan Pendukung Sudah Kecewa

18 November 2021 - 12:27 WIB

Trending di Nasional