LIVE TV
Komunitas Sahabat Sejati Bersama Wawako Maulana Beri Santunan 10 Ton Daging Kerbau Beku Perum Bulog Jambi, Habis di Serbu Pembeli Ratusan Warga Bersama Pengemudi Ojol di Jambi Terima Zakat Maal Bupati Tanjabbar Saksikan Secara Virtual Gema Membumi Arakan Sahur Online PT Putra Duta Indahwood Mangkir di Sidang Karhutla Jambi

Home / Kabar Islam

Minggu, 2 Mei 2021 - 12:18 WIB

Inilah Cara Membedakan ‘Ulama Dunia’ dengan ‘Ulama Akhirat’

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

Salah satu fitnah yang harus diwaspadai kaum Muslimin di akhir zaman adalah keberadaan ulama’-ulama’ dunia. Ia menjadi rumit, sebab keberadaan ulama’ akhirat yang makin langka. Alhasil, banyak orang-orang yang penampilannya selayak ulama’, padahal ia hanya mendambakan dunia dan pernak perniknya yang remeh lagi hina.

Ulama’ dunia, menurut penjelasan Imam Ibnul Jauzi dalam Shaid al-Khatir ialah sosok yang menginginkan duniawi, senang dengan banyaknya pengikut dan cinta dengan pujian manusia.

Cermati tiga ciri ini. Cocokkan dalam sosok-sosok yang berjuluk ustadz atau kiyai yang kini membanjiri kajian dan televisi-televisi serta media siar di sekitar kita.

Baca Juga   Gugus Covid-19 Batanghari Diri Posko Disetiap Kecamatan / Kelurahan

Jika ulama’ dunia bisa dikenali dengan tiga ciri tersebut, seperti apakah karakter ulama’ akhirat?

Masih merujuk dari penjelasan Imam Ibnul Jauzi, ulama’ akhirat merupakan sosok-sosok yang bersih dari niat-niat duniawi, takut terjerumus ke dalamnya dan merasa kasihan kepada mereka yang menambah dunia.

Maka, ulama’ akhirat ialah mereka yang serupa dengan sahabat Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu yang senantiasa mendoakan rekan-rekannya di sepanjang waktu.

Mereka mencintai sesamanya melebihi kecintaannya kepada diri sendiri. Tiada satu satuan waktu yang mereka jalani, kecuali ada rintihan doa yang dipanjatkan untuk saudara sesama iman dan umat manusia secara umum.

Baca Juga   5 Warga Pekanbaru Putuskan Mualaf, Ini Alasan Mereka Memeluk Islam

Maka ulama’ akhirat layaknya Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullahu Ta’ala yang bertutur kepada anaknya Imam asy-Syafi’i Rahimahumallahu Ta’ala, “Bapakmu termasuk enam orang yang senantiasa aku doakan setiap malam pada waktu sahur.”

Adakah nama-nama orang shalih yang masuk dalam doa-doa kita? Adakah para kiyai, ulama’, ustadz, guru ngaji, guru sekolah, atau sahabat-sahabat yang kita masukkan dalam daftar sosok yang didoakan saban waktu?

Itulah ulama’ akhirat. Merekalah orang-orang yang ketiadaannya pun menerangi zaman dengan amal shalih dan kisah-kisah penuh hikmahnya.

Baca Juga   New Car Technology May Take The Wheel out of Human Hands

Tak hanya itu, ulama’ akhirat juga tidak menyukai pencitraan. Mereka enggan dikenal. Mereka tidak pernah mempromosikan diri. Mereka lebih suka bergerak dalam diam; dalam kesunyian puja-puji umat manusia.

Selayak sahabat ‘Alqamah yang berkata, “Saya tidak suka ada orang yang mengenaliku dan mengatakan, ‘Ini Alqamah.’”

Mari meneliti siapa pun yang di-ulama’-kan oleh generasi akhir zaman ini. Cocokkan dengan ciri-ciri ini; apakah mereka termasuk ulama’ dunia ataukah layak digolongkan ke dalam ulama’ akhirat?

Wallahu a’lam.

(Pirman/ Bersamadakwah)

Share :

Baca Juga

Kabar Islam

Pejabat Minta Nasehati HRS, ke Syaikh Ahmad Al-Misri: Hormati Ulama’ dan Saya Sayangkan Yang Hina Ulama’

Kabar Islam

Wahai Suami/Istri Jangan Selingkuh, Itu Perbuatan Terkutuk!

Kabar Islam

Puasa Menjadi Perisai dari Pebuatan Tercela

Kabar Islam

Sambut Ramadan, Al Haris Gelar Doa Bersama dan Syukuran di Haji Ibrahim

Kabar Islam

Pengamat: Kepemimpinan dan Pengaruh HRS Sangat Nyata

Kabar Islam

5 Warga Pekanbaru Putuskan Mualaf, Ini Alasan Mereka Memeluk Islam

Kabar Islam

Pahala Besar untuk Para Petani Menurut Rasulullah SAW

Kabar Islam

Sambut Malam Nisfu Sya’ban, Bupati Anwar Sadat Gelar Do’a Bersama