Menu

Mode Gelap
Al Haris: Semangat Idul Fitri Jadi Energi Baru Abdullah Sani ke Pejabat: Tugas Kita Memberikan Pelayanan Bukan Untuk Dilayani Al Haris Tegaskan, Fokus Pemberataan Pembangunan Setiap Kabupaten/ Kota Al Haris Jenguk Anak Jadi Korban Bacok Ibunya di Tebo Harga TBS dan Pupuk Tidak Sebanding, Petani Sawit Harapkan Pemerintah Bijaksana

Nasional · 29 Sep 2021 12:01 WIB

Irjen Napoleon Tersangka Aniaya Kece, 3 Anggota Polri Ditangani Propam


 Irjen Napoleon Tersangka Aniaya Kece, 3 Anggota Polri Ditangani Propam Perbesar

NASIONAL – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan Irjen Napoleon Bonaparte dan empat orang lainnya sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Muhamad Kosman alias Muhamad Kece. Namun, tiga orang anggota Polri yang dianggap lalai ditangani terpisah oleh Divisi Propam Polri.

Tiga orang anggota Polri yang dianggap lalai yakni Kepala Rutan Bareskrim, AKP Imam Suhondo. Lalu, Bripka Wandoyo Edi serta Bripda Saep Sigit selaku petugas penjaga Rutan Bareskrim saat penganiayaan terhadap Kece oleh terlapor Napoleon terjadi.

“Itu ditangani Propam,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi wartawan pada Rabu, 29 September 2021.

BACA LAINNYA  Sebut Bukan Perbuatan Pidana, Bersihkan Indonesia Minta Kapolri Hentikan Laporan Luhut

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan dua orang petugas jaga Rutan Bareskrim yakni Bripka Wandoyo dan Bripda Saep diduga lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga terjadi peristiwa penganiayaan terhadap Kece. Kece merupakan tersangka kasus penistaan agama.

“Petugas jaga Rutan Bareskrim tidak melaksanakan tugas SOP penjagaan tahanan yang megakibatkan terjadinya penganiayaan tahanan M Kosman alias M Kece oleh tahanan lainnya,” kata Argo saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu, 29 September 2021.

BACA LAINNYA  Terkait Truk Batubara di Bakar Warga, Polda Jambi Minta Para Sopir Patuhi Jam

Pun, Argo menambahkan, AKP Imam selaku Kepala Rutan Bareskrim juga dianggap lalai. Alasannya karena Imam tak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penjagaan dan perawatan tahanan di Rutan Bareskrim yang menjadi tanggungjawab tugasnya.

“Sehingga, terjadi penganiayaan tahanan Kece oleh tahanan lainnya,” jelas Argo.

Menurut Argo, pemeriksaan pelanggaran disiplin terhadap petugas yang bertanggungjawab atas penjagaan dan perawatan tahanan terkait pelanggaran sudah sesuai dengan Pasal 4 huruf d dan f PP Nomor 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

“Dalam pelaksanaan tugas, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab; menaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku,” jelas dia.

BACA LAINNYA  Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Oknum Anggota Dewan Nyaris Baku Hantam

Dalam kasus ini, selain Irjen Napoleon, empat orang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap Kece yakni DH selalu tahanan kasus uang palsu; DW (napi kasus ITE); H alias C alias RT (napi kasus tipu gelap); dan HP (napi kasus perlindungan konsumen).

Atas perbuatannya, mereka dipersangkakan Pasal 170 juncto Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Viva.co.id

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Terpilih Sebagai Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra Bangun Kualitas Pers

19 Mei 2022 - 06:39 WIB

JMSI Apresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol

17 Mei 2022 - 13:29 WIB

Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN

16 Mei 2022 - 13:54 WIB

Tito Karnavian Bakal Lantik 5 Pj Gubernur Hari Ini

12 Mei 2022 - 07:30 WIB

DOR! Pak Guru MIT Tewas Ditembus Peluru

28 April 2022 - 06:01 WIB

Benarkah Habib Rizieq Dinobatkan Imam Besar oleh Dedengkot NU?

27 April 2022 - 00:45 WIB

Trending di Nasional