LIVE TV
Ditjenpas Gagalkan Peredaran 1.129 Ton Sabu Jaringan Internasional “Kerja, Kerja, Kerja.. Kita dikejar Waktu” Musri Nauli Kolaborasi Para Mitra Dorong 1.015 Petani Swadaya di Jambi  Kembangkan Model Pertanian Sawit Berkelanjutan  AKBP Ardiyanto ke Polda Jambi, Polres Muaro Jambi Dipimpin AKBP Yuyan Priatmaja Ratusan Siswa SMAN 1 Tanjabbar Laksanakan UKK Secara Shif

Home / Nasional

Selasa, 8 Juni 2021 - 22:07 WIB

Jokowi Tegaskan Tidak Ada 3 Periode Presiden: Harus Gimana Lagi Ngomongnya

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan tidak ada tiga periode jabatan Presiden Republik Indonesia. Jokowi menolak analisa-analisa bahwa dirinya akan maju 3 periode .

“Mau berapa kali saya bilang, saya pernah ngomong apa? (Tidak sesuai UU). Apa lagi? (menampar muka sendiri), yang muda-muda dan pintar-pintar kan banyak. Saya ini sudah jadul dan usang,” tegas Jokowi dalam pertemuan dengan pimpinan media di Istana Merdeka, Senin (7/6/2021).

Baca Juga   Sambut Kedatangan Habib Rizieq Shihab, Anggota TNI Diperiksa

Mengenai hasil survei kinerja Jokowi yang selalu nomor satu sehingga muncul analisa dirinya akan maju lagi 3 periode, menurut Jokowi itu bukan berarti dia akan maju lagi.

“Harus gimana lagi ngomongnya, maunya ini saya ngomongnya gimana lagi,” tanya Jokowi sambil geleng-geleng kepala.

Menolak 3 Periode

Survei Parameter Politik Indonesia yang diumumkan Sabtu 5 Juni 2021 juga menunjukkan bahwa 45,3 persen peserta survei menolak Presiden menjabat tiga periode. Sebanyak 50,6 persen peserta survei juga menolak dilakukan perubahan konstitusi agar Presiden bisa menjabat 3 kali.

Baca Juga   Genjot Anak Kandung, Keluarga Minta Eks Anggota DPRD Dikebiri

Sementara dalam keterangan Senin 7 Juni 2021, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) angkat bicara soal munculnya isu presiden tiga periode. Dia pun mengingatkan akan peristiwa 1998.

Baca Juga   Desa Aro Dapat Bantuan Program Sosial dari BI, Wabup Batanghari: Jalankan Dengan Baik

“Kalau tiga periode tidak pernah puas, setelah itu 4 periode, setelah itu dibuka kerannya, setelah itu ujungnya seumur hidup, dengan alasan kita kan masih hebat, masih kuat, masih diperlukan. Kalau seperti itu rasa-rasanya darah, keringat, air mata para reformis, para pejuang reformasi itu seperti tidak ada harganya,” kata AHY dalam keterangannya, Senin (7/6/2021).

Sumber : Liputan6.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Ade Armando Tuding Atta Halilintar Tak Peduli Kondisi Rakyat Indonesia

Nasional

Jokowi Keliru Sebut Provinsi Padang, Istana Klarifikasi

Nasional

Sempat Dikabarkan Meninggal Dunia, Kondisi Hamzah Haz Memang Menurun, PPP Mohon Doa

Nasional

Jelang Verfak, JMSI Babel Gelar Rapat Kordinasi

Nasional

Istana Akui Kekeliruan UU Ciptaker yang Diteken Jokowi

Nasional

JK Sebut Habib Rizieq Pemimpin Kharismatik
Foto Ilustrasi

Nasional

Mahasiswa Unpad Buat Bungkus Jenazah Covid-19 dari Singkong

Nasional

Reshuffle Rabu? Ada Nama Risma, Sandiaga hingga Menkes Baru