Menu

Mode Gelap
Bupati Masnah Hadiri Pengukuhan Ketua LAM se Kecamatan Sungai Gelam Wagub Sani Hadiri Halal bi Halal Serta Pelantikan Fatayat NU se Jambi Anggaran Pemilu 2024 Rp 76 T Mendapat Kritikan Dari PAN Fadhil Arief Sebut Orang Yang Kritik dan Protes Berarti Sudah Cerdas Bupati Masnah Busro Apresiasi Juara III Tim PBM Desa Pulau Karo

Batanghari · 1 Mar 2022 17:08 WIB

Kabid Dikdas PdK Batanghari: Sekolah Tidak Boleh Menjual Buku Kepada Siswa


 Kabid Dikdas PdK Batanghari, Ahmad Yani Perbesar

Kabid Dikdas PdK Batanghari, Ahmad Yani

Kabarjambikito.com – Untuk tahun 2022 ini pemerintahan pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggelontorkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Batanghari sebanyak Rp 12.219.700.000 ( dua belas milyar dua ratus sembilan belas Juta tujuh ratus ribu rupiah). Dan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp 17.219.700.000 (tujuh belas milyar dua ratus sembilan belas juta tujuh ratus ribu rupiah).

“Tahun ini dana BOS satu siswa untuk tingkat SD Rp 900000 persiswa, dan untuk SMP Rp 1100000 persiswa. Dan Alhamdulillah ada peningkatan dari tahun 2021 lalu,” sebutnya.

BACA LAINNYA  Gereja Disegel Saat Ibadah Natal di Jambi

Adapun fungsi dana BOS itu sendiri, menurut juknis disebutkan untuk kebutuhan siswa. Antara lain penyediaan buku.

Ia Ahmad Yani Kabid Dikdas PdK Batanghari mengatakan, pihaknya berharap di Kabupaten Batanghari buku-buku pembelajaran serta buku perpustakaan harus sudah lengkap. Apalagi dengan saat ini masih dalam kondisi Pandemi, dengan kelengkapan buku tersebut dapat manambah wawasan siswa-siswi.

Ia juga menekankan, agar pihak sekolah tidak diperbolehkan menjualkan buku-buka kepada siswa. Karena buka yang disediakan oleh sekolah itu disediakan oleh pemerintah.

BACA LAINNYA  Diskominfo Provinsi Jambi Siapkan Program Atasi Kesenjangan Teknologi Informasi di 285 Desa

“Agar seluruh sekolah tingkat SD maupun SMP yang ada di Kabupaten Batanghari untuk tidak memperjual belikan buku dan LKS kepada siswa,” tegasnya, Selasa (1/3/2022).

Yani juga meminta agar seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) gunakan dana BOS tersebut sesuai dengan kebutuhan dan juknis yang ada. Yang tak kalah penting sekal, setiap pengunaan dana BOS harus di rapatkan dengan managenen BOS sekolah.

BACA LAINNYA  RAPBD Tahun 2022 Telah Sah, OPD Fokus dan Serius Jalankan Program Fadhil-Bakhtiar

” Jangan ada lagi Kepala Sekolah saat membelanja dana BOS hanya kemauan Kepsek itu sendiri. Tetapi harus berdasarkan hasil dari rapat,” pungkas mantan Kepala UPTD Kecamatan Muara Tembesi itu.

Sementara untuk jumlah siswa SMP di Batanghari saat ini sebanyak 10.691 siswa, dan untuk jumlah siswa SD sebanyak 31.121 siswa.

” Sekolah tidak boleh membangun dari dana BOS, hanya boleh merehab ringan saja. Misalnya rehab WC yang hanya menelan biaya Rp juta, itu boleh. ” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 383 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Al Haris Tegaskan, Pemrov Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

13 Mei 2022 - 20:27 WIB

Ribuan Pawai Obor Terangi Sepanjang Jalan Rambutan Masam

1 Mei 2022 - 21:31 WIB

Peduli Sesama, Amsindo Provinsi Bagikan Sembako Untuk Warga Lopak Aur Kecamatan Pemayung

27 April 2022 - 00:55 WIB

Kejari Batanghari Peduli Panti Asuhan, Indahnya Berbagi Menyambut Hari Raya Idul Fitri

26 April 2022 - 18:28 WIB

DPRD Batanghari Gelar Rapat Paripurna LKPJ Tahun 2021 dab Ranperda TA 2022

22 April 2022 - 06:35 WIB

Terdaftar Dalam Bansos, Sekdes Ini Berikan Bantuan Tersebut Kepada Masyarakat Miskin

15 April 2022 - 19:39 WIB

Trending di Batanghari