Kapolda Jambi Hadiri Pemakaman Praka Anumerta Tuppal Halomoan Barasa Diduga Oknum TNI Bekingi Perusahaan, Brigjen Junior Tumilaar Marah Besar: Jalan Takut Kita Lawan Centul City Dapat Untung Besar, Pedagang Sebut NasDem Membawa Berkah Fasha Instruksikan Kader Nasdem Batanghari Dukung Pemerintahan Fadhil – Bakhtiar Oknum Polda Jambi Ditahan Jaksa

Home / Kabar Daerah / Pendidikan

Kamis, 9 Desember 2021 - 15:19 WIB

Kakak Adik Tak Boleh Ikut Ujian Karena Tak Bayar SPP, Walikota Fasha: Saya Yang Bayar

HAFIZ/JE DIUSIR PIHAK SEKOLAH: Dua kakak adik yang diusir pihak sekolah karena nunggak SPP. Keduanya tinggal di rumah neneknya di RT 5, Kelurahan Simpang III Sipin, Kota Baru, kota Jambi.

HAFIZ/JE DIUSIR PIHAK SEKOLAH: Dua kakak adik yang diusir pihak sekolah karena nunggak SPP. Keduanya tinggal di rumah neneknya di RT 5, Kelurahan Simpang III Sipin, Kota Baru, kota Jambi.

Kabarjambikito.comLagi-lagi kisah yang cukup menyedihkan menimpa warga miskin.

Do Kota Jambi, dua kakak adik harus meneteskan air mata karena tidak bisa ikut ujian semester di sekolahnya. Pelajar MTS dan Aliyah di Yayasan Al-Madrasah Mahdaliyah itu terpaksa harus pulang ke rumah saat rekan-rekannya tengah mengikuti ujian.

Kakak adik itu diminta pulang dan tidak bisa ikut ujian oleh pihak sekolah karena ada tunggakan SPP. Mereka yakni DO (18) yang duduk di kelas 3 Aliyah dan adiknya RD (14) duduk di kelas 2 MTS pada Yayasan Al-Madrasah Mahdaliyah di Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Dilansir dari Jambiekpres.co.id, diceritakan DO, pada awalnya Ia dan adiknya hendak mengkuti ujian smester pada 2 Desember lalu. Namun, saat dalam kelas, Kepala MTS Yayasan langsung menyampaikan kepada mereka bahwa belum boleh ikut ujian sebelum lunas SPP, setidaknya bayar setengah.

“Ibu itu ngomongnya di depan kelas, depan kawan-kawan dan pengawas ujian yang ada di sana. Ramai orang di situ,” kata DO, saat disambangi Harian Pagi Jambi Ekspres di rumahnya, RT 5, Kelurahan Simpang III Sipin, Kota Baru, Rabu kemarin (8/12/2021).

BACA LAINNYA  Pilres 2024, Nasdem-Demokrat-PKS, Calonnya Anies-AHY

Memang sebut DO, Ia dan Adiknya ada tunggakan SPP yang belum dibayarkan.

“Memang belum bayar SPP sejak Agustus 2020 lalu hingga saat ini, SPP Saya Rp 100 ribu per bulan. Adik Saya lebih kurang selama itu juga, SPP-nya Rp 65 ribu per bulan,” ujar DO, dengan menahan tangis saat menyampaikan hal tersebut pada harian ini.

Sebenarnya, guru lain di Yayasan awalnya hanya meminta Ia dan Adiknya untuk membuat surat perjanjian supaya tetap bisa ikut ujian.

“Surat perjanjian sedang dibuat padahal saat itu. Tapi Kepseknya sudah ngomong begitu. Jadinya kami tidak bisa ikut ujian. Kami langsung balek,” akunya. Ditambahkan Wita, nenek dari kakak adik yang tidak bisa ikut ujian mengatakan, orang tua kakak adik itu sudah beberapa kali datang ke sekolah meminta tolerasni terkait hal itu. Tapi dari pihak sekolah tidak ada tanggapan.

“Tidak ada toleransi. Sedangkan kondisi mereka ini susah,” katanya.

Wita menyebutkan, Ibu dari kakak adik itu hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga dan ayahnya tidak memiliki pengahasilan tetap.

“Mereka ini orang tidak punya. Tempat tinggal saja masih sama Saya (nenek,red). Mereka belum punya rumah,” sebut Wita.

BACA LAINNYA  Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi

Terpisah, Wakil Kepala Aliyah Yayasan Al-Madrasah Mahdaliyah, Redi Zulpianto mengatakan, untuk dua kakak adik itu memang memiliki tunggakan SPP. Dijelaskannya, untuk DO, yang duduk di bangku Aliyah belum bayar SPP sejak September 2020 sampai saat ini. Totalnya sekitar Rp 1,6 juta.

Sementara, adiknya RD yang masih di bangku MTS belum bayar SPP juga hampir 1 tahun.

“Aliyah SPP-nya Rp 100 ribu per bulan, untuk MTS Rp 65 ribu per bulan. Kakak adik itu sebenarnya sudah bayar uang ujian. Hanya uang SPP yang belum dibayar,” imbuhnya.

Redi mengaku, pihak sekolah tidak serta merta mengusir dengan cara yang kasar, namun pihak sekolah hanya meyebutkan, ujian kakak adik itu ditunda hingga penyelesaian SPP.

“Kami guru tidak ada menyusahkan murid, hanya mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

Siswa di Yayasan itu, kata Redi, 50 persen merupakan anak panti asuhan yang memang tidak dikenakan biaya. Namun bagi siswa yang memiliki orang tua dan masih mampu maka dikenakan biaya SPP.

Kami para guru sudah melakukan rapat sebelum ujian, hasilnya disepakati yang belum menyelsaikan administrasi maka ditangguhkan dulu ujian sampai ada kejelasan dari orang tua murid.

BACA LAINNYA  Wagub Abdullah Sani Minta Tingkatkan Tata Kelola Zakat

“Jadi sesuai kesepakatan anak dua itu memang belum bisa ikut ujian,” katanya.

Disebutkan Redi, orang tua murid tersebut tidak penah datang ke sekolah untuk menyelasikan persoalan tersebut.

“Tidak ada datang ke sekolah,” katanya.

Sementara itu, Walikota Jambi Sy Fasha diminta tanggapan terkait hal tersebut mengatakan, dirinya belum tahu sekolah tersebut sekolah swasta mana.

“Alangkah naifnya kalau ada sekolah yang mengusir siswa dikarenakan tidak punya uang,” tegasnya. Fasha menyebutkan, dirinya minta laporan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, sekolah mana kejadian tersebut dan siswanya tinggal dimana.

“Saya yang akan bayar SPP-nya nanti,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Abdurrahman mengaku belum bisa berkomentar banyak sebelum tahu kronologis sebenarnya dari kedua belah pihak.

Untuk itu, nantinya Dia menyebut akan ada pemanggilan kepada pihak sekolah swasta ini. “Kita akan pelajari dulu, karena ada etika dan otonomi pendidikan. Dan sejauh ini juga dari pihak siswa juga belum ada melapor ke kita,” ujarnya saat dihubungi Jambi Ekspres (12/8/2021).

Sumber:Jambiekpres.co.id

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Bupati bersama Wabup Hadiri Tahlilan Dirumah Tokoh Masyarakat Desa Kelagian

Kabar Daerah

Memiliki Jiwa Sosial Tinggi, Kapolres Merangin Sekolahkan Anak Pemulung

Batanghari

Kades Terpilih Hadir di Musyawarah Bersama, Warga Minta Bantuan Mesin Perontok Padi

Kabar Daerah

Coffee Morning Bersama Advokat, Al Haris: Kalau Kurang Pas di Masyarakat Tolong di Ingatkan

Provinsi Jambi

Iin Kurniasih: Kekompakan Kunci DPW Sebagai Mitra Pemprov

Kabar Daerah

Acara Nyusur Budayo, Bupati Fadhil Arief: Kita Kenalkan Budayo Sama Anak Cucu Kita

Kabar Daerah

Wawako Maulana Apresiasi PVL On The Spot Ombudsman di Dukcapil Kota Jambi

Provinsi Jambi

Razia Gudang Minyak di Jambi, Ini Komentar Warga