Menu

Mode Gelap
Harga Buah Sawit Anjlok, Dewan Batanghari Gelar RDP Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran, Al Haris Gandeng Polda Jambi Al Haris Harapkan Qori dan Qori’ah Harus Percaya Diri Bupati Masnah Busro Kukuhkan Kades Sebagai Pemangku Adat Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus KNPI, Irjen Pol Rachmad: Polri Siap Bersinergi

Batanghari · 5 Apr 2022 09:07 WIB

Kejari Batanghari Tetapkan 3 Tersangja Kasus SPALD-T Tahun 2019


 Kejari Batanghari giring tersangka ke mobil tahanan Perbesar

Kejari Batanghari giring tersangka ke mobil tahanan

Kabarjambikito.com – Kejaksaan Negeri Batanghari berhasil mengungkapkan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) pada tahun 2019. Dalam tahap penyidikan tersebut tiga orang pelaksana atau kontraktor ditetapkan sebagai tersangka, Senin (04/04/2022).

Dana yang bersumber dari Donatur Australia pada tahun Anggaran 2019 ini terbukti adanya tindak pidana korupsi dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp.1,5 Milyar rupiah. Tiga orang tersangka tersebut yakni IP, IZ dan MYB.

BACA LAINNYA  Sekda Azan Minta Kades Terpilih Rangkul Semua Masyarakat

Kepala Kejaksaan Negeri Batanghari Sugih Carvalo saat dikonfirmasi mengatakan pemeriksaan dilakukan sekira pukul 10.00 WIB terhadap tiga orang pelaksana kegiatan tersebut.

“Penanganan penyidikan yang telah dilakukan sejak tahun 2021, dimana perkara ini menjadi atensi atas tindak pidana korupsi atas pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat yang terletak di RT. 25 Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian dan untuk sementara tersangka kami titipkan di rumah tahanan Polres Batanghari,”kata Sugih.

BACA LAINNYA  Ditresnarkoba Polda Jambi Amankan 10 Tersangka Kurir Narkoba, dan Satu Orang Wanita

Sugih Carvalo menambahkan, dari tahun 2021 sudah 32 orang saksi sudah dipanggil, yakni dari pihak penerima manfaat, unsur masyarakat dan unsur pemerintah.

BACA LAINNYA  Masyarakat Sulit Dapat Minyak Goreng, Alfamart Ini Malah Menyimpan di Gudang

Atas perbuatannya tiga orang tersebut disangka telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

14 Mei 2022 - 14:27 WIB

Pelaku Penusuk Leher Warga Marosebo Ulu Berhasil Diamankan Polisi

13 Mei 2022 - 09:14 WIB

Hanya Gegara Lempar Kunci Motor, Satpam Bunuh Rekannya Sendiri

12 Mei 2022 - 17:28 WIB

Nekat Tusuk Polisi Dengan Tombak, Tiga Peluru Tembus Dada DPO Curat di Jambi

11 Mei 2022 - 08:28 WIB

Satpam Ditemukan Meninggal Dunia Diduga di Tusuk Pelaku Pencuri Buah Sawit

9 Mei 2022 - 06:40 WIB

Ribuan Pawai Obor Terangi Sepanjang Jalan Rambutan Masam

1 Mei 2022 - 21:31 WIB

Trending di Batanghari