Menu

Mode Gelap
Facebook Mulai Uji Coba Kurangi Konten Politik di 80 Negara, Termasuk Indonesia Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

Hukrim · 8 Okt 2021 20:59 WIB

Ketua Pokja ULP UIN STS Jambi Resmi Ditahan Jaksa


 Kejaksaan Negeri Muarojambi hari ini resmi menahan Imran Rosadi Perbesar

Kejaksaan Negeri Muarojambi hari ini resmi menahan Imran Rosadi

Kabarjambikito.com — Kejaksaan Negeri Muarojambi hari ini resmi menahan Imran Rosadi, dirinya ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi pada kasus Pembangunan Auditorium UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

“Bahwa pada hari ini penuntut umum di Kejari Muaro Jambi menerima limpahan berkas tersangka dan barang bukti atas nama Imron Rosadi, Ini adalah hasil dari pengembangan kasus sebelumnya, tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum saat proses pra lelang sampai dengan penetapan pemenang lelang,” kata Kajari Muaro Jambi, Kamin SH MH, Jum’at (08/10/2021).

BACA LAINNYA  Siswi SMP Dirudapaksa Teman Kenalan di Instagram, Habis Minum Air Putih Tiba-tiba Pusing dan Lemas

Diketahui saat itu tersangka merupakan Ketua Pokja ULP UIN STS Jambi yang memiliki peran untuk memenangkan salah satu perusahan yang ikut tender proyek Auditorium universitas Islam bergensi di provinsi Jambi itu.

“perusahaan yang dimenangkannya itu tidak melaksanakan pembangunan sesuai aturan yang berlaku, sehingga negara dirugikan sekitar Rp 12 Milyar lebih,” kata Kajari Muaro Jambi.

BACA LAINNYA  Sempat Kabur, Pelaku Aksi Begal Payudara Berhasil Diamankan Warga

Usai melakukan pemeriksaan, tersangka Imron Rosadi langsung dikenakan Rompi berwarna orange dan digiring ke dalam kendaraan untuk dibawa ke LP Jambi.

“Tersangka Imron Rosadi dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan guna proses lebih lanjut,” tutupnya.

Terpisah, kuasa hukum Imron Rosadi, Hasudungan Gultom saat diwawancarai awak media mengatakan, atas kasus itu kliennya telah mengakui menerima uang sebesar Rp 100 juta, sebagai imbalan atas jasanya memenangkan PT Lambok Ulina, namun uang tersebut telah dikembalikannya.

BACA LAINNYA  Kemendagri: Pasangan Nikah Siri Bisa Buat Kartu Keluarga

“Klien saya mengakui mendapat hadiah dari tersangka, namun uang itu sudah dikembalikannya,” kata Hasudungan Gultom.

Imran yang terjerat pasal 2 dan 3 undang undang Tipikor dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara. (Ade/ Jun)

Artikel ini telah dibaca 333 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sering Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Warga Teluk Leban Diringkus BNNK Batanghari

12 Oktober 2021 - 13:50 WIB

Demi Keadilan, DPR Minta Usut Tuntas Kasus Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

12 Oktober 2021 - 07:38 WIB

Diduga Komsumsi Narkoba, Warga Muara Tembesi Diamankan Petugas Polisi

10 Oktober 2021 - 02:41 WIB

Masyarakat Demo di Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Ini Masalahnya?

10 Oktober 2021 - 00:06 WIB

Jewer Telinga Anaknya, Orang Wali Murid Tebas Kepsek Dengan Parang

7 Oktober 2021 - 17:40 WIB

Lakukan Penganiayaan Kok Tidak Ditahan, Ini Kata Kuasa Hukum AJ

7 Oktober 2021 - 16:09 WIB

Trending di Hukrim