Menu

Mode Gelap
Al Haris Apresiasi Upaya Muhamadiyah Tingkatkan SDM Jambi Kebakaran Dzulhijah Muara Bulian, Santri Harus Kehilangan Tempat Tinggal Saat Fadhil Arief Pidato, Tiga Oknum Camat Ini Asyik Ngobrol Jamaah Haji Asal Sarolangun Persiapkan Diri Sebelum Wukuf di Arafah Tuntut Kenaikan Gaji, Anggota BPD Se-Sarolangun Gelar Unjukrasa

Hukrim ยท 8 Okt 2021 20:59 WIB

Ketua Pokja ULP UIN STS Jambi Resmi Ditahan Jaksa


 Kejaksaan Negeri Muarojambi hari ini resmi menahan Imran Rosadi Perbesar

Kejaksaan Negeri Muarojambi hari ini resmi menahan Imran Rosadi

Kabarjambikito.com — Kejaksaan Negeri Muarojambi hari ini resmi menahan Imran Rosadi, dirinya ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi pada kasus Pembangunan Auditorium UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

“Bahwa pada hari ini penuntut umum di Kejari Muaro Jambi menerima limpahan berkas tersangka dan barang bukti atas nama Imron Rosadi, Ini adalah hasil dari pengembangan kasus sebelumnya, tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum saat proses pra lelang sampai dengan penetapan pemenang lelang,” kata Kajari Muaro Jambi, Kamin SH MH, Jum’at (08/10/2021).

BACA LAINNYA  Soal Sumur Migas, Wabup Hairan : Jika Data Dilapangan Berbeda, Kita Akan Menutup Sumur Tersebut

Diketahui saat itu tersangka merupakan Ketua Pokja ULP UIN STS Jambi yang memiliki peran untuk memenangkan salah satu perusahan yang ikut tender proyek Auditorium universitas Islam bergensi di provinsi Jambi itu.

“perusahaan yang dimenangkannya itu tidak melaksanakan pembangunan sesuai aturan yang berlaku, sehingga negara dirugikan sekitar Rp 12 Milyar lebih,” kata Kajari Muaro Jambi.

BACA LAINNYA  Ketum LPKNI Minta Pemkot Jambi Tutup Renternir Berkedok Koperasi Ditengah PPKM

Usai melakukan pemeriksaan, tersangka Imron Rosadi langsung dikenakan Rompi berwarna orange dan digiring ke dalam kendaraan untuk dibawa ke LP Jambi.

“Tersangka Imron Rosadi dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan guna proses lebih lanjut,” tutupnya.

Terpisah, kuasa hukum Imron Rosadi, Hasudungan Gultom saat diwawancarai awak media mengatakan, atas kasus itu kliennya telah mengakui menerima uang sebesar Rp 100 juta, sebagai imbalan atas jasanya memenangkan PT Lambok Ulina, namun uang tersebut telah dikembalikannya.

BACA LAINNYA  Gelar Halal Bihalal, Bakhtiar Ajak Masyarakat Tetap Jaga Ukhuwah

“Klien saya mengakui mendapat hadiah dari tersangka, namun uang itu sudah dikembalikannya,” kata Hasudungan Gultom.

Imran yang terjerat pasal 2 dan 3 undang undang Tipikor dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara. (Ade/ Jun)

Artikel ini telah dibaca 518 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kericuhan Saat Rapat di Kantor Bupati, Seorang Warga Meninggal Dunia

5 Juli 2022 - 21:29 WIB

Artis Nikita Mirzani Terancam 12 Tahun Hukuman Penjara

3 Juli 2022 - 14:19 WIB

Dari Jukir Hingga Tukang Ojek Online Diringkus Polisi

30 Juni 2022 - 23:10 WIB

Perkara SPALD-T Kabupaten Batanghari TA 2019 Kembali di Sidang JPU

21 Juni 2022 - 08:41 WIB

Polisi Sudah Kantongi Nama dan Data Dugaan Korupsi Pada Anak PTPN VI Jambi

9 Juni 2022 - 17:47 WIB

Dua Terduga Pengedar Narkoba di Pemayung Ditangkap Satresnarkoba Polres Batanghari

1 Juni 2022 - 11:11 WIB

Trending di Hukrim