Menu

Mode Gelap
Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Fadhil Arief Minta Pejabat Gali Motivasi Diri Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk PKL Tugu Keris, Pedagang : Terimakasih PLN Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

Bisnis · 26 Agu 2021 21:12 WIB

Ketum LPKNI Minta Pemkot Jambi Tutup Renternir Berkedok Koperasi Ditengah PPKM


 Kurniadi Hidayat Perbesar

Kurniadi Hidayat

Kabarjambikito.com — Di tengah masa pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level -IV di Kota Jambi yang telah berlangsung 3 hari terakhir ini semenjak tanggal 23 hingga 29 Agustus 2021 mendatang menarik perhatian Kurniadi Hidayat.

Betapa tidak orang yang kerap disapa Bang Kurnia itu menyorot para renternir yang berkedok Koperasi yang masih lalu lalang di Kota Jambi meski di tengah PPKM yang sedang berlangsung.

Menurut dirinya pemerintah Kota Jambi harus menertibkan setiap koperasi yang terdaftar apalagi renternir yang berkedok koperasi mengingat saat ini masyarakat Kota Jambi tengah menghadapi ujian pembatasan mobilitas.

BACA LAINNYA  Escape to the Caribbean for Stress-Free Holidays

” Kita selalu siap menindaklanjuti jika ada laporan yang masuk ke kita, ya dinas Perindagkop harus menertibkan koperasi yang terdaftar sesuai UU Nomor 25 tahun 1992 ” Katanya, Kamis (26/08/2021).

Kendati itu Kurniadi Hidayat yang merupakan ketua umum LPKNI juga menjelaskan bahwa koperasi sendiri memiliki prosedur jelas, selain itu hanyalah renternir yang mengatasnamakan Koperasi.

BACA LAINNYA  Antisipasi Penimbunan Minyak Goreng, Ditreskrimsus Polda Jambi Lakukan Sidak

” Kalau koperasi sendiri kan sudah ada UU-nya kebanyakan sekarang ini Renternir yang berkedok koperasi ” Ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun dari narasumber yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa di tengah PPKM yang masih berlangsung di Kota Jambi, dirinya masih di tagih oleh koperasi harian.

Karena kebutuhan mendesak untuk menambah modal berdagang narasumber tersebut mengakui bahwa dirinya terpaksa meminjam kepada koperasi harian.

” kita pinjam karena terpaksa sebelum pembatasan dimana-mana dalam Kota Jambi, jualan sudah susah sebelum PPKM ini jadi kita dikasih pinjaman 500 ribu sama koperasinya, seharinya kami bayar 20 ribu selama 30 hari, dan masih di tagih sampai hari ini ” Bebernya.

BACA LAINNYA  Dua Tahun Sertifikat Tak Kunjung Terbit, Warga Batanghari: Kami Sudah Bayar Biaya Administrasi

Sontak saja ketum LPKNI saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, pihaknya dengan tegas sangat siap untuk menindaklanjuti jika ada masyarakat yang melaporkan hal tersebut kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia.( Ade)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tajak 21 Juni 2022, SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Sumur Eksplorasi Markisa-001

24 Juni 2022 - 16:38 WIB

Tajak 21 Juni 2022, SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Sumur Eksplorasi Markisa-001

22 Juni 2022 - 17:44 WIB

SKK Migas Tanda Tangani Kontrak Kerja Sama WK Agung I, Agung II dan North Ketapang

21 Juni 2022 - 16:46 WIB

SKK Migas-KKKS Saksikan Ekspor 1200 Metriks Ton Pipa Ke Uganda dan Kuwait

12 Juni 2022 - 16:30 WIB

SKK Migas Kejar Realisasi Komitmen Program Kerja KKKS

11 Juni 2022 - 10:12 WIB

Dorong Produk Lokal, SKK Migas dan KKKS Lakukan Inspeksi Langsung ke Pabrik

7 Juni 2022 - 16:45 WIB

Trending di Bisnis