LIVE TV
Viral !! Video Petani Ngamuk sampai Merusak Tanaman Cabai di Kebun Terkait Kontrak PetroChina, Bupati: Kita Sepakat Untuk Kaji Ulang Gubernur Al Haris Tekankan Sat Pol PP Layani Masyarakat Secara Baik Pendemi Covid-19, Camat Muara Bulian Ajak Warga Semangat Pasang Bendera Wawako Maulana: APRI Rumah Besar Penghulu Untuk Melayani Umat Kota Jambi

Home / Peristiwa

Jumat, 5 Maret 2021 - 17:28 WIB

KLB Demokrat Sukses Dongkel AHY, Mass Pro SBY vs Massa Pro KLB Bentrok

Tak jauh dari lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara, dua massa dari dua kubu berseberangan pecah, Jumat (05/03/2021).

Dua massa ini terdiri dari massa pro Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan massa berkaos Moeldoko. Kejadian bentrok itu berlangsung tak jauh dari lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat, di Hotel The Hill Sibolangit, tepatnya di SPBU Jalan Jamin Ginting.

Hasil kongres sendiri memutuskan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko menjadi ketua umum Partai Demokrat dan melengeserkan posisi Ketum Partai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sejak awal kongres memang berjalan cukup panas. Dua massa, terdiri dari kelompok yang pro terhadap KLB tegang dengan kelompok yang menentang KLB.

DPD Demokrat Sumut yang mendukung kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sejak awal berencana membubarkan KLB Demokrat tersebut. Namun, para kader Demokrat itu justru diserang lebih dulu oleh kubu kader massa pendukung KLB, bentrok akhirnya tak terhindarkan.

Baca Juga   Sudah Hampir Habis Baru Sadar, Wanita Ini Diduga Tak Sengaja Makan Bakso Babi

Tak hanya kader Demokrat, para pegawai SPBU dan sekuriti juga dilempari batu dan kayu. Salah satu sekuriti mengalami luka-luka di bagian kepala akibat kepalanya bocor diserang massa KLB.

Dikutip dari CNN, Indra petugas SPBU mengaku mengalami luka di bagian bahu akibat ditendang dan dipukuli. Menurutnya, massa kubu KLB berjumlah ratusan orang tiba-tiba datang dari lokasi Hotel The Hill ke SPBU.

“Mereka tiba-tiba datang menyerang dari atas. Kami dilempari batu dan dipukuli. Ramai tadi yang datang menyerang,” ujarnya seperti dikutip dari hops.id, jejaring media suara.com, Jumat (05/03/2021).

Indra menyebutkan salah seorang sekuriti bernama Armanta mengalami luka di bagian kepala. Armata terpaksa dibawa ke puskesmas terdekat. “Tadi security yang luka. Kami langsung berlarian,” ujarnya.

Indra mengatakan massa dari DPD Demokrat Sumut mencoba menyelamatkan diri dan meninggalkan SPBU. “Memang sebelumnya ramai di sini mereka orang Demokrat. Tapi pas yang dari atas datang menyerang mereka langsung kabur,” ujarnya.

Baca Juga   Datangi Kanwil Kemenkum HAM, DPD PD Sulut Tolak Hasil KLB Sumut

Terpisah, puluhan massa dari kubu KLB yang mengenakan kaos bergambar Moeldoko mengaku sudah membubarkan massa Demokrat Sumut. “Sudah kami bubarkan orang itu. Sudah bubar semuanya,” ujar massa kubu KLB sambil kembali ke lokasi acara.

KLB Demokrat digelar di Hotel Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. Salah satu agenda KLB ini adalah pemilihan ketua umum. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko digadang-gadang sebagai calon kuat.

Sebelumnya rencana pembubaran KLB Demokrat di Medan memang sudah tercium. Bahkan pihak inisiator KLB Max Sopacua turut ikut menanggapinya. Dia justru balik menantang jika mau membubarkan acara yang akan digelar beberapa hari tersebut.

Menurut Max, pihaknya sudah mengantongi izin dan sejumlah aspek legal lainnya. Sehingga dirinya tak khawatir akan pembubaran yang bakal dilakukan kubu SBY itu.

Sumber: Suara.com

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Penampakan Buaya Besar, Polres Tanjabbar Himbau Warga Jangan Dulu Dekati Sungai

Peristiwa

Mengerikan, Begini Kronologi Polisi Tabrak Pemotor Hingga Tewas

Peristiwa

Dua Harimau Milik Kebun Binatang di Singkawang Lepas dan Berkeliaran

Peristiwa

Outlet Tahu Gejrot Kang Maman di Bobol Maling

Lalulintas

Kecelakan di Bajubang Laut, Dua Pelajar Meninggal, dan Satu Kritis

Lalulintas

Lakantas di Jalin Timur Jambi – Merlung Memakan Dua Korban Meninggal Dunia

Batanghari

PEKAT IB Unjukrasa di Halaman Kantor Bupati, Ini Penjelasan BPBD Batanghari

Peristiwa

Diduga Depresi, Kakek Gantung Diri Hingga Meninggal Dunia