LIVE TV
Viral !! Video Petani Ngamuk sampai Merusak Tanaman Cabai di Kebun Terkait Kontrak PetroChina, Bupati: Kita Sepakat Untuk Kaji Ulang Gubernur Al Haris Tekankan Sat Pol PP Layani Masyarakat Secara Baik Pendemi Covid-19, Camat Muara Bulian Ajak Warga Semangat Pasang Bendera Wawako Maulana: APRI Rumah Besar Penghulu Untuk Melayani Umat Kota Jambi

Home / Provinsi Jambi

Senin, 14 Juni 2021 - 14:54 WIB

Kolaborasi Para Mitra Dorong 1.015 Petani Swadaya di Jambi  Kembangkan Model Pertanian Sawit Berkelanjutan 

Caption: Bupati (Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag) dan Wakil Bupati (Hairan, SH)Tanjung Jabung Barat meninjau Lubuk Larangan di Desa Sungai Rotan sebagai bentuk kegiatan konverasi daerah sungai

Caption: Bupati (Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag) dan Wakil Bupati (Hairan, SH)Tanjung Jabung Barat meninjau Lubuk Larangan di Desa Sungai Rotan sebagai bentuk kegiatan konverasi daerah sungai

Kabarjambikito.com – Dua asosiasi petani dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi yaitu Forum Petani Swadaya Merlung Renah Mendaluh (FPS-MRM) dan Asosiasi Petani Berkah Mandah Lestari (APBML) serta satu asosiasi petani dari Kabupaten Batanghari, Jambi yakni Cahaya Putra Harapan (ACPH) telah berhasil memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Prestasi ini merupakan capaian dari program bernama “Dari Rantai Pasok Inovatif ke Rantai Pasok Keberlanjutan” yang digagas Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (YIDH), Setara Jambi, dan PT. Asian Agri, serta dukungan pemerintah daerah setempat.

Program yang telah dimulai sejak tahun 2016, telah berhasil menjadikan 1.015 orang petani sawit swadaya dari tiga asosiasi petani tersebut mendapatkan sertifikat RSPO dengan luas areal 1.926,29 hektar.

Menurut Nurbaya Zulhakim, Direktur Setara Jambi, pekerjaan ini bukanlah perkara ringan karena perlu diawali dengan perubahan cara berpikir agar petani mau memproduksi minyak sawit ramah lingkungan agar bisa menghasilkan harga Tandan Buah Segar (TBS) menjadi lebih stabil.
“Kami mengedukasi para petani dalam menyesuaikan standar budidaya kelapa sawit yang baik, serta pemenuhan aspek legalitas dengan kepemilikan Surat Hak Milik (SHM) dan Surat Tanda Daftar

Budidaya (STDB). Caranya adalah melakukan diskusi dengan beberapa pihak termasuk melibatkan para petani swadaya, membuka peluang untuk advokasi, dan penggalangan dukungan untuk petani kecil.” jelasnya.

Semenjak pandemi COVID-19 melanda Jambi, penjualan sawit sempat terhambat. Namun, para petani dapat memanfaatkan pendapatan dari kredit RSPO yang telah telah dibeli oleh buyers besar seperti Unilever, Body Shop, dan ACT sebagai strategi ketahanan ekonomi untuk membeli sembako secara berkala kepada anggotanya, termasuk juga untuk pembangunan kantor, pembiayaan audit, modal usaha, pengadaan pupuk.

“Di masa pandemi, Setara Jambi jugamendorong para petani untuk menggunakan teknologi aplikasi JalaSetara guna memudahkan pencatatan aktivitas dan perawatan kebun agar lebih mudah dalam proses audit. Ke depannya, aplikasi ini bisa digunakan oleh semua petani secara lebih luas. Selain itu, kami juga aktif mengundang semua anggota dalam memberikan pelatihan atau sosialisasi secara online dan berbagi informasi melalui group chat.” Tambahnya.

Pendampingan yang dilakukan sangat dirasakan manfaatnya oleh petani sawit swadaya, utamanya dalam hal berorganisasi. “Perubahan para petani yang awalnya berkebun secara individu menjadi berkelompok.

Hal inilah yang mendorong perhatian lebih dari perusahaan karena kelompok petani ini telah berhasil memproduksi TBS dengan standar kualitas yang sama. Manfaat lainnya adalah peningkatan hasil panen sebagai dampak dari pelatihan budidaya kelapa sawit.

Sebelum bergabung dengan kelompok
tani, lahan sawit saya seluas 5 ha hanya menghasilkan 3-4 ton per 15 hari, sekarang meningkat menjadi 5-6 ton per 15 hari,” terang Ardiansyah, petani
sawit sekaligus Group Manager APBML.

Baca Juga   Wagub Abdullah Sani: TMMD Merupakan Wujud Sinergitas Pemerintah Daerah dengan TNI

Senada dengan Ardiansyah, Dedi sebagai perwakilan FPS-MRM, juga melihat banyak manfaat yang diperoleh petani swadaya dari program kolaborasi ini.

“Selain edukasi yang terus menerus dilakukan dalam asosiasi petani mengenai pentingnya sertifikasi, kami juga membuat inisiatif melakukan konservasi sungai yang rencananya akan dilakukan di lima desa. Mengingat masih banyak perkebunan yang dilakukan di sepanjang aliran sungai tersebut, maka kami harap inisiatif ini bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem,” imbuhnya.

Daerah konservasi sungai yang disebut Lubuk Larangan merupakan salah satu bentuk komitmen para petani sawit Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam melestarikan lingkungan. Kesadaran ini muncul tak lepas dari hasil edukasi kepada masyarakat bahwa pertanian sawit di daerah aliran sungai yang dapat menurunkan kualitas air. Akibatnya, masyarakat mulai menghindari penanaman di sepanjang Lubuk Larangan dan dapat hidup berdampingan bersama alam dengan baik.

Drs. KH. Anwar Sadat, M.Ag selakuBupati Tanjung Jabung Barat, pada sambutannya di acara Penyerahan Sertifikat RSPO di Desa Sungai Rotan (10/6/2021), mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian yang telah diperoleh para petani di daerah tersebut.

“Kami turut bangga mendengar bahwa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah ada dua asosiasi petani swadaya yang berhasil mendapatkan sertifikat RSPO. Hal ini adalah contoh nyata bahwa petani
kecil pun mampu mewujudkan pengelolaan kebun kelapa sawit secara berkelanjutan hingga bisa menembus pasar internasional. Mereka telah membuktikan kemampuannya
untuk mengelola kebun dengan cara tidak membakar dan melestarikan ekosistem sungai di Lubuk Larangan,” ungkapnya.

Anwar menambahkan, Ia berharap seluruh pihak, baik itu pemerintah, perusahaan dan NGO untuk mendukung petani swadaya mewujudkan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di Tanjung Jabung Barat.

Sebagai salah satu mitra program ini, Yayasan IDH mengungkapkan apresiasinya atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang terlibat seperti pernyataan Fitrian Ardiansyah, Ketua Yayasan IDH.

“Kami mengapresiasi upaya berbagai pihak, terutama pemerintah provinsi dan kabupaten, seperti yang dilakukan Bupati Tanjung Jabung Barat yang sangat mendukung petani sawit swadaya yang

berkelanjutan – baik lewat ISPO maupun RSPO – di daerahnya. Dukungan dari
kepala daerah sangat penting untuk mengembangkan rencana pertumbuhan ekonomi hijau, khususnya dalam hal akselerasi legalitas lahan bagi para petani kecil dan membuka iklim investasi hijau yang lebih luas.” paparnya.

Lanjutnya, kerjasama yang kami lakukan ini telah memberikan model bisnis investasi hijau yang menguntungkan bagi pemerintah, komunitas lokal dan pihak swasta, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perlindungan ekosistem dan lingkungan setempat.

“Kami harap model-model bisnis yang telah dipraktikkan bisa direplikasi oleh banyak pihak dengan skala investasi yang lebih besar,” ujarnya.

Sejalan dengan Yayasan IDH, Eko Suwardi yang merupakan Asisten Pembinaan Petani Swadaya Asian Agri, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjelaskan bentuk dukungan perusahaannya kepada petani sawit lokal melalui penerapan manajemen Creating Shared Value (CSV) sejak tahun 2012.

Baca Juga   Al Haris: Selamat Ulang Tahun ke-60 Presiden Jokowi

“Melalui CSV, kami membantu masyarakat untuk membagikan nilai-nilai penting dalam berkebun kelapa sawit, sehingga terjadi praktik pertanian berkelanjutan untuk menghasilkan TBS dengan jumlah dan kualitas yang tinggi. Kegiatan yang dilakukan antara lain edukasi mengenai jenis buah yang bisa dipanen, teknik pemupukan, cara tabur pemupukan, dan penyemprotan. Semua keterampilan ini bisa menjadikan petani swadaya merawat kebunnya dengan lebih efektif dan efisien,” tutup Eko.

Kontak Media:

Melati Program Manager Commodities and Intact Forest Yayasan Inisiatif Dagang Hijau M: +62 81316540047 Email: melati@idhtrade.org

Tentang Asian Agri

Asian Agri adalah salah satu
perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah melalui perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan. Berdiri sejak tahun 1979, Asian Agri saat ini telah berkembang menjadi salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Asia yang mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 100.000 hektar di Sumatera Utara, Riau dan Jambi, serta didukung oleh 22.321 orang karyawan yang bergabung dan berkembang bersama perusahaan.

Asian Agri merupakan pelopor program kemitraan petani kelapa sawit dengan tujuan mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga petani serta mendorong pengelolaan industri
kelapa sawit nasional yang berkelanjutan.

Melalui kebijakan keberlanjutan perusahaan, Asian Agri senantiasa berkomitmen dalam menerapkan prakti terbaik untuk memberikan dampak positif bagi Masyarakat, Negara, Iklim, Pelanggan dan
Perusahaan.

Tentang Setara Jambi

Yayasan Setara Jambi adalah Lembaga Non Pemerintah (NGO) yang berkedudukan di Provinsi Jambi, lembaga ini didirikan pada bulan Mei 2007. Yayasan Setara Jambi lahir dari rasa kepedulian dan keprihatian atas meningkatnya laju perkembangan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi.

Ekspansi perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran tidak hanya mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan akibat ketidak-seimbangan alam, tapi juga telah menyisakan berbagai konflik sosial yang tak kunjung
terselesaikan.

Ketidakseimbangan arah pembangunan juga telah mengakibatkan terjadinya ketimpangan penggunaan lahan. Sebagian besar lahan pertanian pangan
telah berganti menjadi perkebunan kelapa sawit. Kondisi tersebut menjadi dasar hadirnya Yayasan Setara untuk bersama-sama masyarakat melakukan berbagai upaya menuju kehidupan lebih baik.

Tentang Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (Yayasan
IDH)

Yayasan IDH adalah fasilitator
kemitraan publik dan swasta untuk mentransformasi rantai pasok yang sebelumnya hanya berorientasi pada profit menjadi usaha yang memiliki dampak terhadap lingkungan dan sosial. Yayasan IDH berperan sebagai pemain aktif untuk mewujudkan perubahan tersebut melalui tujuh program lanskap dan rantai nilai (kopi, kakao, budidaya perikanan, kayu, karet dan rempah-rempah) di Indonesia yang tersebar dari Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan
Barat, Papua dan Papua Barat.

Share :

Baca Juga

Provinsi Jambi

Dulu Datang Urus Rumdis, Kini Haris Datang Sebagai Gubernur di Rumdis

Politik

Ansori Hasan Soal PSU Jambi: KPU Harus Mampu Yakinkan Publik

Provinsi Jambi

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Batanghari di Rumdis Gubernur Jambi

Provinsi Jambi

45 Orang High Risk di Jambi Akan Segera Ke Nusa Kambangan

Provinsi Jambi

Al Haris: Selamat Ulang Tahun ke-60 Presiden Jokowi

Provinsi Jambi

Kritik Tajam Dilayangkan Akram Untuk KPU, Ini Poin Yang Disampaikan Amir

Provinsi Jambi

Massa Desak DKPP RI Nonaktifkan Sanusi dari Segala Aktivitas KPU

Pendidikan

Pelajar SMAN 1 Tanjabbar Dugem Jadi Viral, Membuat Anggota DPRD Provinsi Jambi Berang