Menu

Mode Gelap
Facebook Mulai Uji Coba Kurangi Konten Politik di 80 Negara, Termasuk Indonesia Tanahnya Ditawar Miliaran Rupiah, Pensiunan PNS Ini Pilih Wakafkan untuk Masjid Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

Hukrim · 7 Okt 2021 16:09 WIB

Lakukan Penganiayaan Kok Tidak Ditahan, Ini Kata Kuasa Hukum AJ


 Tersangka yang berinisial AJ itu hadir sekira pukul 13.30 WIB di samping penasehat hukumnya Dian Burlian, SH Perbesar

Tersangka yang berinisial AJ itu hadir sekira pukul 13.30 WIB di samping penasehat hukumnya Dian Burlian, SH

Kabarjambikito.com – Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari memeriksa AJ sebagai tersangka dalam perkara penganiayaan ringan, sebagaimana diatur dalam pasal 352 KUHP pada Rabu (6/10/2021) Siang.

Pemeriksaan AJ tersebut di dasari oleh laporan polisi nomor : LP./ B – 44/VIII/2921/SPKT/SEK.MSU/RES BATANG HARI, tertanggal 23 Agustus 2021 lalu.

Tersangka yang berinisial AJ itu hadir sekira pukul 13.30 WIB di samping penasehat hukumnya Dian Burlian. SH. MA bersama rombongan, menurut kuasa hukum tersangka pemeriksaan kliennya berjalan lancar dan tertib.

BACA LAINNYA  Hina Profesi Jurnalis Lewat Medsos, Oknum ASN Diamankan Polisi

“Selama pemeriksaan klien saya di cerca sebanyak 23 pertanyaan dan pertanyaan tersebut menyangkut peristiwa yang terjadi dan sebab terjadinya peristiwa tersebut, dan dari sekian pertanyaan tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa motif kliennya melakukan penganiayaan adalah dendam pribadi,” Terang Dian Burlian, Kamis, (07/10/2021).

Selaku penasehat hukum AJ saat di konfirmasi kabarjambikito.com turut menjelaskan kenapa kliennya tidak ditahan, dikatakan faktor kooperatif menjadi salah satu faktor AJ tidak di tahan.

BACA LAINNYA  Hadiri MTQ Ke 50 Tingkat Provinsi, Bupati Tanjabbar : Membumikan Ajaran Al-Qur'an

“Klientnya tidak di tahan karena banyak faktor, selain kliennya koperatif juga sesuai dengan ketentuan undang-undang yg mengharuskan kliennya untuk tidak ditahan,” Jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagaimana yang di atur dalam pasal 352 KUHP yang ancamannya cuma 3 bulan ini jelas masuk dalam kategori tindak pidana ringan (TIPIRING).

“Tentulah klien saya tidak dilakukan penahanan dan proses perkaranya pun beda dengan pidana dengan pemberatan, TIPIRING ini proses peradilan cepat dan hakim tunggal,” Ujarnya.

BACA LAINNYA  Lantik Pengurus BIDARA, Al Haris Berpesan, Tanamkan Nilai-nilai Ahlak Yang Baik

Walaupun demikian, AKP Heri Triyanto, S.Pd tetap mengedepankan restoratif justice dan mendorong kedua belah pihak untuk melakukan penyelesaian diluar pengadilan dengan kata lain melakukan perdamaian secara kekeluargaan atau secara adat.

“Masalah yang besar dikecilkan dan perkara kecil dihabiskan, sehingga bisa beraktifitas seperti biasa seperti pepatah adat duduk berimpit lutut tegak berhimpit bahu.

Sehingga terciptalah ketertiban dan kebersamaan di tengah masyarakat pada umumnya dan maro sebo ulu pada khususnya,” Ujar Kapolsek . (Edo)

Artikel ini telah dibaca 546 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Al Haris Janji Berantas Sumur Illegal Drilling di Batanghari

15 Oktober 2021 - 16:50 WIB

Pemaparan Visi Misi Cakades Bajubang Laut, Warga : Joni Punya Jaringan, dan Pergaulan Luar Biasa

15 Oktober 2021 - 16:01 WIB

Maulana Terima Penghargaan Menkes Terkait Sanitasi Berbasis Masyarakat

15 Oktober 2021 - 14:59 WIB

Pemaparan Visi dan Misi Cakades, Warga: Program Nomor Urut 1 Banyak Menyentuh Masyarakat

15 Oktober 2021 - 14:46 WIB

Sumur Minyak Illegal di Batanghari Dipaparkan Depan Menteri ESDM RI

15 Oktober 2021 - 14:39 WIB

Lagi… Siswa SMP Jadi Korban Lakalantas di Rantau Puri

15 Oktober 2021 - 13:43 WIB

Trending di Batanghari