Menu

Mode Gelap
Fadhil Arief Minta Pegawai Berikan Pengaruh Yang Baik Kepada Instansi Demi Mempertahankan Seluruh Honorer Indonesia, Anies Baswedan Temui Jokowi Persiapan Kenduri Swarnabhumi, Tim Kemendikbud Turun ke Tebo Prabowo-AHY Kompak Bilang Punya Kesamaan Usai Bertemu 2 Jam Tajak 21 Juni 2022, SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Sumur Eksplorasi Markisa-001

Peristiwa · 14 Jun 2022 06:21 WIB

Langgar Jam Operasional, 8 Perusahaan Tambang Batubara Dihentikan Sementara


 Angkutan Truk Batubara (Ist) Perbesar

Angkutan Truk Batubara (Ist)

Kabarjambikito.com – Persoalan angkutan batubara ini kerap menjadi sorotan bagi masyarakat Jambi, khususnya di Kabupaten Batanghari. Pasalnya, meksipun telah dibuat aturan agar mematuhi jam operasional. Namun masih saja ada oknum sopir truk batubara yang membandel.

Terkait hal ini, akhirnya Direktorat Jendral (Ditjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM menindaklanjuti laporan dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi terkait pelanggaran angkutan batubara dari beberapa pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Akibatnya 8 perusahaan tambang Batubara di Provinsi Jambi akhirnya mendapat sanksi penghentian sementara seluruh kegiatan. Karena melanggar jam operasional dan melebihi kapasitas muatan angkutan.

BACA LAINNYA  Curah Hujan Deras, Kota Jambi di Genangi Banjir

Berdasarkan penelusuran jamberita.com dari salah satu surat yang diterima media ini, dengan hal penghentian sementara seluruh kegiatan per 12 Juni itu tertandatangan langsung Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen) Minerba Ridwan Jamaluddin.

Melalui surat tersebut, Ridwan Jamaluddin menjelaskan, bahwa sehubungan surat Direktur Lalu Lintas atas nama Kapolda Jambi perihal temuan dan saran pemberian sanksi terhadap pelanggaran angkutan batubara di Provinsi Jambi, dengan ini disampaikan bahwa 8 dari perusahaan merupakan pemegang izin usaha pertambangan. Ditemukan angkutan batubara milik saudara melanggar ketentuan jam operasional atau melanggar ketentuan muatan.

BACA LAINNYA  Dua Tiang Listrik Patah di Marosebo Ulu

“Berdasarkan hal tersebut di atas dengan ini dikenakan sanksi administratif berupa penghentian sementara seluruh kegiatan paling lama 60 hari kalender, pencabutan sanksi penghentian sementara dapat dilakukan setelah pihak perusahaan terkait menyampaikan surat pernyataan akan mematuhi ketentuan terkait angkutan batubara di Provinsi Jambi,” tegasnya.

“Selama jangka waktu penghentian sementara saudara diminta tetap melakukan pengelolaan keselamatan pertambangan serta pengelolaan pemantauan lingkungan hidup sesuai dengan dokumen lingkungan hidup yang telah disetujui dan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Adapun 8 perusahaan yang mendapat sanksi yaitu. PT. Asia Multi Investama, PT. Batu Hitam Sukses, PT. Surya Global Makmur, PT. Dinar Kalimantan Coal. PT. Sarolangun Prima Coal. PT. Bumi Bara Makmur Abadi. PT. Jambi Prima Coal. PT. Kurnia Alam Investama.

BACA LAINNYA  Tertib Iliegal Drilling, Polda Amankan 15 Orang Diduga Pelaku

Sementara belum lama ini masyarakat Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari telah mengelarkan demo minta para sopir truk angkutan batubara mengikuti aturan dengan tidak melanggar jam operasional.

Sehingga Kapolres Batanghari, AKBP M Hasan Ketua DPRD Kabupaten Batanghari, Anita Yasmin dan pemerintah Kabupaten Batanghari juga ikut turun pada saat itu.

Jamberita.com / Kabarjambikito.com

Artikel ini telah dibaca 1.894 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Selingkuh Dengan Istri Polisi, Oknum Polisi Berpangkat AKP Digerebek

23 Juni 2022 - 22:28 WIB

Truck Meledak, Warga Muaro Pijoan Meninggal Dunia

23 Juni 2022 - 19:01 WIB

Gegara Membuat Konten, Seorang Emak-emak Ditilang Polisi

23 Juni 2022 - 17:00 WIB

Antisipasi Curas, Curat, dan Begal Polda Jambi Lakukan Patroli

18 Juni 2022 - 09:38 WIB

Pernikahan Sesama Jenis di Jambi Terbongkar

17 Juni 2022 - 18:31 WIB

Kejati Jambi di Demo Atas Kasus Dugaan Korupsi Pada Anak Perusahaan PTPN VI 

17 Juni 2022 - 11:02 WIB

Trending di Peristiwa