LIVE TV
Cegah Claster Baru, Tempat Wisata di Kota Jambi Ditutup Pasca Lebaran, 98 Warga Tanjabbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19, Ini Himbauan Bupati Fadhil Arief Komunitas Sahabat Sejati Bersama Wawako Maulana Beri Santunan 10 Ton Daging Kerbau Beku Perum Bulog Jambi, Habis di Serbu Pembeli

Home / Nusantara

Minggu, 7 Februari 2021 - 14:22 WIB

Lewat Twitter, KH Cholil Nafis Jelaskan Beda Teman Baik dengan Penjilat

KH Cholil Nafis

KH Cholil Nafis

JAKARTA – Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengungkapkan pendapatnya tentang perbedaan antara seorang teman baik dan penjilat.

Menurut Cholil, teman baik memberikan dukungan yang benar dan meluruskan kekeliruan yang dilakukan teman. Sementara penjilat adalah mendukung dengan maksud untuk mendapatkan simpatinya.

Cholil menegaskan sikap mengingatkan dan meluruskan itu didorong oleh rasa cinta bukan benci, apalagi berkenaan dengan kebijakan publik.

Hal itu disampaikan Cholil Nafis melakukan akun Twitternya, @cholilnafis. “Teman yang baik itu mendukung yang benar dan meluruskan kekeliruan teman. Penjilat itu mendukung apa pun yang dilakukan oleh temannya agar mendapat simpatinya,” cuit Cholil,

Baca Juga   Menyikapi Pentingnya Pajak, Pemkab Tanjabbar Akan Gandeng MUI

“Yang mengingatkan dan meluruskan itu karena cinta bukan benci apalagi berkenaan dengan kebijakan publik di negeri ini,” sambung Cholil.

Cuitan Cholil direspons positif warganet. Banyak yang menyatakan sependapat dengan apa yang disampaikn Cholil. “Setuju 1000% persen Pak Kyai @cholilnafis… Nasihat itu tanda cinta,” cuit pemilik akun @bm_ismail.

Baca Juga   Polisi Pamer Kecanggihan Kamera E-TLE Terbaru, Yakin Masih Mau Ugal-ugalan?

Pemilik akun @no_debat juga setuju dengan pendapat Cholil. “Kalau teman salah, terus kita malah dulung sama saja kita menjerumuskan dia lebih jauh dalam kesalahan, bukan teman itu namanya ya,” cuitnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Cholil dalam cuitannya banyak mengkritik tentang Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang mengatur tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan. Adapun yang dikritik Cholil Nafis adalah pelarangan sekolah mewajibkan pengunaan jilbab.

Baca Juga   Terus Kembangkan Sayap, Bendera JMSI di Ambon Berkibar

Menurut dia, tidak lagi mencerminkan pendidikan jika pendidikan tidak boleh melarang dan tak boleh mewajibkan soal pakaian atribut keagamaan. “Kalau pendidikan tak boleh melarang dan tak boleh mewajibkan soal pakaian atribut keagamaan ini tak lagi mencerminkan pendidikan.

Memang usia sekolah itu perlu dipaksa melakukan yang baik dari perintah agama karena untuk pembiasaan pelajar. Jadi SKB 3 Menteri itu ditinjau kembali atau dicabut,” kata Cholil melalui akun Twitternya, @cholilnafis, Kamis 4 Februari 2021.

Sindonews.com

Share :

Baca Juga

Nusantara

Nelayan Kepulauan Seribu Temukan Sejumlah Barang di Laut, Diduga Terkait Sriwijaya Air SJ182

Nusantara

Potret Habib Rizieq Imami Polisi saat Salat Magrib

Nusantara

30 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Siap Disebar Tahun Depan

Nusantara

Komnas HAM Temukan Titik Terang Fakta Laskar FPI Ditembak Aparat

Nusantara

Memiliki Segudang Pengalaman, Irjen Pol Wahyu Widada Layak Memimpin Polri

Nusantara

Jokowi Terlalu Sering Tegur Menteri, Tapi Tak Berani Ganti, Akhirnya Begini Dampaknya

Nusantara

Jodhi Yudono Rilis Single Religi Doa

Hukrim

Belum Lama Divonis, Nurhadi Kembali jadi TSK Kasus Suap Eks Bos Lippo Group