Firli Bahuri Rangkul Pers, Wujudkan Tujuan Indonesia JMSI Silaturahmi ke HIPMI Bahas HUT JMSI Ke2 di Kendari SulTeng Kepala SKK Migas Tinjau Sumur Eksplorasi Manpatu-1X Iin Kurniasih Ajak Pemerintah dan Masyarakat Promosikan Senam Rentak Kudo Sekda Provinsi Jambi Harapkan BI Turut Bantu Pulihkan Masyarakat

Home / Kabar Daerah / Peristiwa

Jumat, 10 Desember 2021 - 22:30 WIB

Maraknya Galian C Ilegal, DLH Provinsi Jambi Terkesan Tutup Mata

Aktivitas galian C Ilegal

Aktivitas galian C Ilegal

Kabarjambikito.com— Galian C ilegal di Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabar) tak terjamak oleh hukum. Buktinya, hingga kini masih eksis beroperasi.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi dikonfirmasi ihwal itu, sepertinya tak serius menanggapinya. Pasalnya hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari DLH terhadap kejahatan lingkungan tersebut.

Padahal sebelumnya, Mukhwizal salah satu pejabat DLH Provinsi Jambi berjanji akan melakukan turun lapangan untuk ke lokasi terkait maraknya galian ilegal di Desa Rawa Medang.

Namun janji itu hanya isapan jempol belaka, informasi terakhir yang disampaikan Mukhwizal, ditundanya rencana turun kelapangan karena belum mendapat persetujuan dari pimpinannya.

BACA LAINNYA  Warga Temukan Bayi Tergeletak di Pinggir Jalan

“Mohon maaf, sampai saat ini belum dapat izin dari atasan..” tulis Mukhwizal saat dikonfirmasi ulang oleh wartawan HARUS ID via WhatsApp.

Selain itu dia juga berdalih, batalnya kelapangan dengan alasan utama karena persoalan itu berkaitan dengan perizinan sektor minerba, yang menjadi kewenangannya adalah pemerintah pusat.

“Jadi kami belum dapat Acc untuk verifikasi kelapangan” tambahnya.

Kemudian, dia meminta awak media untuk melaporkan kegiatan usaha galian ilegal tersebut ke kantor ESDM Provinsi Jambi

BACA LAINNYA  Saat Mandi, Santri di Sarolangun Tenggelam

“Kalau ada waktu, sebaiknya datang kekantor ESDM Provinsi Jambi” tukasnya.

Tokoh masyarakat Batang Asam, Heri menyayangkan sikap DLH Provinsi Jambi yang dinilai tidak komitment dalam memberikan pernyataan dan tidak menepati janji.

“Tidak komitmen dan tidak menepati janji, saya rasa sikap semacam itu membuat saya curiga, apakah ada udang di balik batu” ujar Heri dikediamannya (10/12/2021).

Di sisi lain galian C Ilegal tersebut berada di kawasan persawahan. Pasalnya, Desa Rawa Medang dan desa Sri Agung memang diperuntukan areal persawahan dan menjadi lumbung padi Jambi.

BACA LAINNYA  Peduli Sesama, WSA Polda Jambi Berikan Bantuan

Dikhawatir jika galian C ini tidak dihentikan kemungkinan akan terbit galian-galian C lainya. Apa lagi, wilayah tersebut sebelumnya pemerintah daerah menetapkan sebagai wilayah lumbung padi.

“Negara juga sudah sekian banyak membantu dana dalam jumlah tidak sedikit guna untuk menjadikan dua desa ini bagian lumbung padi jambi,” terang Heri.

Maka dari itu, Masyarakat setempat berharap kegiatan galian C tersebut cepat ditangani pihak pemerintah sebelum daerah lumbung padi Jambi berubah fungsi menjadi lumbung pasir dan batu.

Sumber: Pemayung.co

Share :

Baca Juga

Batanghari

Hadiri Acara Pembukaan MTQ di Tanjabbar Bersama Istri, Fadhil: Yang Berprestasi Akan Diberi Reword

Tanjabbar

Persiapan MTQ Tingkat Provinsi, Wabup Tanjabbar Pimpin Apel Gelar Pasukan

Batanghari

Pentingnya Peran Insan Pers, BNNK Batanghari Gelar Pelaksanaan KOTAN

Peristiwa

Warga Temukan Bayi Tergeletak di Pinggir Jalan

Nasional

Heboh ‘Banjir Darah’ di Aceh Utara

Ekonomi

AL Haris: Keberadaan HKTI Dapat Membantu Pemerintah Dalam Upaya Pembangunan

Hukrim

Mantan Istri Zumi Zola Diperiksa KPK

Kabar Daerah

Covid-19 Makin Menurun, Gubernur Jambi Perbolehkan Izin Acara Pernikahan, Tapi…