Menu

Mode Gelap
Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Memasuki Masa Purna Tugas, Kajati Jambi Pererat Hubungan Dengan Awak Media Fadhil Arief Minta Pejabat Gali Motivasi Diri Gelontorkan Dana Ratusan Juta Untuk PKL Tugu Keris, Pedagang : Terimakasih PLN Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

Nasional · 8 Jan 2022 13:55 WIB

Megawati Pimpin Dewan Pengarah BRIN, Prof Azyumardi Azra: Harusnya Dijabat Peneliti bukan Politisi


 Megawati Soekarnoputri (foto google) Perbesar

Megawati Soekarnoputri (foto google)

NASIONAL – Posisi Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dijabat Megawati Soekarnoputri menuai komentar publik.

Terlebih posisi Wakil Ketua juga dijabat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, memberikan kritik keras terhadap susunan Dewan Pengarah BRIN.

Ia menilai, seharusnya dewan pengarah dijabat oleh para peneliti bukan seorang politisi.

BACA LAINNYA  Terkait Isu Jual Beli Jabatan, Kabag Prokopim : Kalau Ada Bukti Tunjukan dan Laporkan

“Politisi itu sudahlah urus politik. Jadi kalau BRIN masih dipertahankan dan ada dewan pengarah, dewan pengarah harus mumpuni dan punya track record jelas dalam riset dan teknologi, sehingga punya bobot,” kata Azyumardi dalam webinar Persoalan Tata Kelola BRIN dan Masa Depan Penelitian Indonesia di YouTube Narasi Institute, Jumat (7/1/2022).

BACA LAINNYA  Gegara Ikuti Google Maps, Pemotor Wanita Tertabrak Mobil

Megawati Soekarnoputri disebut akan berperan untuk memastikan ideologi Pancasila yang harus melekat dalam kegiatan riset dan inovasi.

Azyumardi menuturkan, Megawati tak punya rekam jejak di dunia riset dan teknologi.

Oleh sebab itu, seharusnya Dewan Pengarah BRIN punya latar belakang peneliti. Lebih bagus lagi jika diakui di level internasional.

“Dewan pengarah harus orang yang punya nama dalam riset dan inovasi, bukan politisi, bukan juga pengusaha. Harusnya peneliti yang diakui internasional level lah,” jelas Azyumardi Azra.

BACA LAINNYA  Kapolda Jambi Turun Langsung Tinjau Jalur Lintasan Truk Batubara

Terkait, peleburan LIPI hingga Eijkman ke BRIN, Azyumardi menyebut hal itu adalah malapetaka bagi dunia riset dan inovasi di Indonesia. Seharusnya, BRIN hanya menjadi lembaga koordinasi. Sehingga masing lembaga tetap independen dan dapat mengembangkan riset-riset lebih optimal.

(Eramuslim.com)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Set Top Box Gratis Untuk Warga Jambi,  Hasbi Anshory : Kita Berpihak Kepada Rakyat

27 Juni 2022 - 17:39 WIB

Dirjen IKP: Dewan Pers Satu-satunya Lembaga yang Lakukan Sertifikasi Jurnalis

26 Juni 2022 - 17:06 WIB

Demi Mempertahankan Seluruh Honorer Indonesia, Anies Baswedan Temui Jokowi

25 Juni 2022 - 08:49 WIB

Prabowo-AHY Kompak Bilang Punya Kesamaan Usai Bertemu 2 Jam

24 Juni 2022 - 22:04 WIB

Surya Paloh Bertemu Sejumlah Ketua Umum Partai Politik, Pengamat Prediksi Tiga Poros Ini

23 Juni 2022 - 22:13 WIB

Pertemuan PKS-Nasdem, Syaikhu: Kita Banyak Persamaan

23 Juni 2022 - 18:05 WIB

Trending di Politik