LIVE TV
Cegah Claster Baru, Tempat Wisata di Kota Jambi Ditutup Pasca Lebaran, 98 Warga Tanjabbar Terkonfirmasi Positif Covid-19 Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19, Ini Himbauan Bupati Fadhil Arief Komunitas Sahabat Sejati Bersama Wawako Maulana Beri Santunan 10 Ton Daging Kerbau Beku Perum Bulog Jambi, Habis di Serbu Pembeli

Home / Peristiwa/ Sejarah

Kamis, 8 April 2021 - 22:17 WIB

Melamar Ibunya Ditolak, Pria Tua Ini Malah Menikah Dengan Gadis Belia

Bora (58) dan Ira Fazillah (19) pasangan pengantin yang kembali menggemparkan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Rabu, (7/4/2021).(KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Bora (58) dan Ira Fazillah (19) pasangan pengantin yang kembali menggemparkan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Rabu, (7/4/2021).(KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

Ira Fazillah (19), seorang gadis berusia 19 tahun di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan bersedia dinikahi oleh pria berusia 58 tahun bernama Bora.

Keduanya menikah di Dusun Cippaga, Desa Bana, kecamatan Bontocani, Rabu (7/4/2021).

Apa yang membuat si gadis bersedia menikahi pria yang usianya terpaut sangat jauh dengannya?

Melansir Tribun Bone, meski telah erumur namun Bora belum pernah menikah atau masih perjaka.
Sehari-hari, Bora bekerja sebagai petani. Sedangkan Ira tidak bekerja.

Baca Juga   Tukang Becak di Hukum Penjara 15 Tahun, Begini Kisahnya

Mereka berdua masih memiliki hubungan kekerabatan.

Menurut Kepala Desa Bana, Ira menikahi Bora lantaran merasa kasihan pria itu tinggal sendirian di usia senjanya.

“Ira mengaku menerima lamaran karena Bora sudah tua dan tinggal sendiri di rumahnya. Dia ingin merawat sampai akhir hayatnya,” kata Ishak, seperti dilansir dari Tribun Bone.

Bermula melamar ibunya
Ishak menuturkan, awal mula Ira yang masih belasan tahun bisa menikah dengan Bora.

Ternyata kisahnya bermula ketika Bora ditolak saat melamar ibu kandung Ira.

Baca Juga   Jatuh ke Dalam Sungai, Warga Tanjabtim Meninggal Dunia

“Awalnya Bora melamar ibunya, tapi sang ibu menolak, malah menawarkan anak gadisnya untuk dinikahi,” kata Ishak.

Tawaran itu bersambut, sang anak pun bersedia untuk dinikahi.

“Dan atas persetujuan keduanya, maka pernikahan dilangsungkan,” tutur Ishak.

Dipinang dengan mahar Rp 10 juta dan tanah 1 hektare

Sang kepala desa menuturkan, Bora melamar Ira pada Kamis (25/3/2021).
“Prosesi lamaran 13 hari lalu. Ira dipinang dengan mahar Rp 10 juta dan satu hektar tanah,” katanya.

Baca Juga   Lagi Mencari Kayu Bakar, Warga Merangin Temukan Sesosok Mayat Tanpa Kepala

Kemudian berselang dua minggu kemudian atau pada Rabu (7/4/2021), keduanya melangsungkan pernikahan di Dusun Cippaga, Desa Bana, Kecamatan Bontocani.

“Setelah itu, keduanya akan melakukan ritual Mappasewada atau mempertemukan sepasang pengantin sebagai ritual akhir dalam prosesi pernikahan bugis. Setelah itu baru buka baju,” kata dia.

Usai menikah, rencananya mereka akan tinggal di rumah mempelai lelaki di Desa Bana.

Sumber: Kompas.com

Share :

Baca Juga

Nusantara

Mantan Kepala Kamar Mesin KRI Nanggala Ungkap Hal Rahasia, “Terus Terang Saya Sakit Hati”

Peristiwa/ Sejarah

Warga di Gegerkan Penemuan Mayat di Mutilasi Dipinggir Jalan

Peristiwa/ Sejarah

Perjalanan Betuah (41)

Peristiwa/ Sejarah

Cara Membaca Permohonan di MK

Peristiwa/ Sejarah

Kekerasan Terhadap Jurnalis, Dewan Pers: Kekerasan Tak di Benarkan

Peristiwa/ Sejarah

Sebanyak 8 Rumah Warga Teluk Nilai Terbakar, 8 Lainya Rusak Berat

Peristiwa/ Sejarah

Beredar Video Warga Taklukan Ular Piton Raksasa Sepanjang 7 di Air Berlumpur

Kota Jambi

Tertibkan Lapak Jualan, Sempat Adu Mulut, Pedagang: Kami Rakyat Kecil Gak Ngerti Perda