Oknum Polda Jambi Ditahan Jaksa Peduli, Polsek Batin XXIV Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Tak Mendidik, Oknum Guru Hukum Siswa Makan Sampah PetroChina Mulai Program Pengeboran di 11 Sumur Wilayah Kerja Jabung Sambut Hari Raya Imlek, Ditpolairud Polda Jambi Gelar Jumat Bersih

Home / Nasional

Minggu, 5 September 2021 - 09:04 WIB

Menkum HAM Minta Pejabat Imigrasi Tertangkap Nyabu Disanksi Berat!

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly

JAKARTA – Kabar seorang pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi ditangkap polisi karena kedapatan berpesta sabu telah sampai ke telinga Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly. Yasonna pun meminta pejabat tersebut disanksi berat.

“Iya sudah dilaporkan ke saya beberapa hari lalu. Saya minta diproses hukum,” kata Yasonna kepada detikcom, Sabtu (4/9/2021).

Yasonna bahkan telah memerintahkan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenkum HAM untuk memeriksa pejabat tersebut. Dia meminta oknum itu disanksi berat.

“Saya merekomendasikan sanksi berat,” ucapnya.

Dia menilai bahwa perbuatan pejabat tersebut telah mempermalukan institusi. Menurutnya, sanksi berat akan dijatuhkan usai pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenkum HAM.

BACA LAINNYA  Irjen Napoleon Tersangka Aniaya Kece, 3 Anggota Polri Ditangani Propam

“Memang menurut info dia pemakai, tapi itu sangat mempermalukan institusi. (Sanksi beratnya) Kita lihat pemeriksaan Irjen,” ucapnya.

Seperti diketahui, Polda Sulsel menangkap salah seorang pejabat Ditjen Imigrasi berinisial N saat berada di Makassar. Pejabat tersebut ditangkap terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Informasi yang terima, beberapa waktu lalu N tengah berada di salah satu kamar hotel di Makassar berpesta sabu. Dia kemudian ditangkap pihak kepolisian.

Fathar, mengatakan pelaku ditangkap saat tengah mengonsumsi narkotika jenis sabu.

BACA LAINNYA  Setelah Dirawat, Warga Tebo Meninggal Dunia Karena Amukan Gajah

“Benar, dia (N) ditangkap pada 23 Agustus 2021 lalu, di salah satu hotel di Makassar,” kata Kombes La Ode Aries dikutip dari CNNIndonesia, Sabtu (4/9).

Meski demikian, lanjut La Ode, pejabat Dirjen Imigrasi ini akan menjalani proses rehabilitasi, karena N hanya sebagai pengguna narkotika. Namun N terlebih dahulu akan menjalani proses asesmen.

“Dia pengguna, kita asesmen,” tuturnya.

Pihak Imigrasi membenarkan terkait penindakan kasus narkoba tersebut. Ditjen Imigrasi menjelaskan soal status N yang ditangkap polisi.

“Sehubungan dengan isu penangkapan seorang ASN Kementerian Hukum dan HAM RI di sebuah tempat di Makassar, Direktorat Jenderal Imigrasi mengkonfirmasi bahwa N adalah benar seorang petugas Imigrasi,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara kepada detikcom, Sabtu (4/9).

BACA LAINNYA  MA Goes to Campus, Membedah UU ITE dan Kebebasan Berekspresi dalam Media Sosial

“N sebelumnya bertugas di Direktorat Jenderal Imigrasi, namun sejak awal 2021 dimutasi ke Kanwil Kemenkumham Sulsel,” ujarnya.

Direktorat Jenderal Imigrasi menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.

“Di samping itu, kami melakukan pembinaan internal kepada yang bersangkutan,” ujar Arya.

“Ditjen Imigrasi tidak akan menoleransi segala bentuk penyalahgunaan narkotika jika melibatkan petugas Imigrasi,” sambungnya.

Detik.com

Share :

Baca Juga

Nasional

JMSI Salut Semarang Jadi Kota Pertama Dengan Sistem CCTV Sampai Tingkat RT RW

Nasional

Habib Bahar Penuhi Panggilan Polda Jabar, Saya Dilaporkan Secepat Kilat, Penista Agama Malah tidak Diproses

Nasional

Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal 24 Desember

Nasional

Sudah Konstituen Dewan Pers, JMSI Kaltim Komitmen Ciptakan Anggota Berkualitas

Nasional

Dievakuasi ke Dekai, Jenazah KKB Temianus Magayang Dimakamkan di Kampung Halaman

Nasional

Irjen Napoleon Kembali Keluarkan Surat Terbuka: Aku Bukan Koruptor

Nasional

Politisi PDIP Marah dengan Cuitan Ferdinand: Kebablasan, Offside, Tangkap!

Nasional

Brigjen TNI Junior Tumilaar Dicopot dari Jabatannya Terkait Surat Terbuka Kapolri