Menu

Mode Gelap
Bantu CSR, PT VAT Perbaiki Akses Jalan SMK Negeri 6 Batanghari Fadhil Terpilih Ketua Umun Asprov PSSI Jambi 2021-2025 Pasca PWN, Gubernur Al Haris: Dapat Wujudkan Rintisan Kampung Pramuka Tim UNRAS ini Akan Bertarung di Mabes Polri Mewakili Provinsi Jambi Lantik 278 Pejabat Eselon II, III, dan IV , Wagub Abdullah Sani Minta Sinergi Lintas OPD

Nasional · 20 Nov 2021 11:45 WIB

MUI Bentuk Tim Cyber Army Lawan Buzzer Yang Serang Ulama


 MUI Bentuk Tim Cyber Army Lawan Buzzer Yang Serang Ulama Perbesar

NASIONAL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membentuk tim siber untuk melawan buzzer yang menyerang ulama dan Gubernur DKI Anies Baswedan. Rambu-rambu fatwa MUI dinilai perlu menjadi acauan.

“Rambu-rambu dari Fatwa MUI nomor 24 tahun 2017 tentang pedoman bermuamalah dalam medsos harus menjadi acuan utama, dan dari UU nomor 11 tahun 2008 tentang UU ITE sebagaimana yang telah diubah menjadi UU nomor 19 tahun 2016 harus betul-betul menjadi acuan bagi berdirinya Cyber Army yang akan didirikan oleh MUI DKI itu,” ujar akademisi, peneliti dan pemerhati sosial yang juga Ketua MUI Bidang Pengkajian dan Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya, saat dihubungi, Jumat (19/11/2021).

Dia menuturkan rambu-rambu fatwa MUI perlu diperhatikan agar tujuan dapat tercapai tanpa menimbulkan hal negatif.

Selain itu, konten negatif seperti hoax, fitnah hingga menghasut juga perlu dihindari.

“Hal ini agar tujuan amar ma’ruf nahi munkar melalui medsos bisa tercapai dengan baik, efektif dan efisien, tanpa menimbulkan ekses negatif. Oleh karena itu, konten-konten yang berupa hoaks, fitnah, ujaran kebencian, menghasut, menteror dan lain-lain yang bersifat negatif mestinya dihindari,” tuturnya.

BACA LAINNYA  Keluar Penjara, Saipul Jamil : I Love You Teman Media Semua

Utang mengatakan pendirian Cyber Crime oleh MUI DKI dinilai cukup tepat dan strategis.

Sebab menurutnya hal ini sesuai dengan kondisi masyarakat dunia yang berlomba menyampaikan pesan pada publik melalui medsos.

“Rencara pendirian Cyber Crime oleh Ketua MUI DKI untuk tujuan amar ma’ruf dan nahi munkar di era disrupsi digital seperti sekarang ini menurut hemat saya cukup tepat dan strategis sesuai situasi dan kondisi masyarakat dunia. Di mana masyarakat berlomba-lomba memanfaatkan dunia maya (medsos) untuk berkomunikasi, menyampaikan pesan, dan menciptakan pengaruh kepada publik secara global,” kata Utang.

“Sejatinya ada tujuan lain selain untuk amar ma’ruf nahi munkar, yang urgen bagi kepentingan agama, yakni tujuan dakwah dan pendidikan, tujuan menangkal upaya penyesatan, menangkal penistaan, dan menangkal upaya pemurtadan. Karena konten-konten yang terkait dengan masalah di atas sangat marak dan terbuka pada dunia maya,” sambungnya.

BACA LAINNYA  Pilkades Usai, Dinas PMD Batanghari: Januari 2022 Perbup Mulai Berlaku

Diketahui MUI DKI membentuk tim siber. Hal itu guna melawan buzzer yang menyerang ulama.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) se-DKI Jakarta di Hotel Bintang Wisata Mandiri, Senin (11/10/2021).

Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar dalam arahannya bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena banyak ilmu yang didapatkan dalam bidang teknologi informasi di era digitalisasi saat ini.

“Saya berharap di era penuh tantangan saat ini, MUI DKI tidak kalah untuk menguasai teknologi karena bidang infokom ini adalah otak MUI DKI dalam bidang informasi,” kata Munahar, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Munahar berharap infokom ini miliki orang ahli atau cyber army untuk melawan orang-orang yang menghantam Umat Islam karena tugas utama MUI adalah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

Munahar berharap infokom MUI DKI bisa amar ma’ruf nahi mungkar untuk melawan para buzzer yang telah meresahkan umat Islam.

BACA LAINNYA  MoU Stikosa - AWS dan JMSI Mampu Menambah Ilmu Mahasiswa Dibidang Jurnalistik

Sebab, pasalnya mereka dinilai telah menghantam Ulama dan mendiskreditkan umat Islam.

“MUI tidak usah takut untuk katakan yang haq itu haq. Saya punya prinsip kalau berkaitan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada tawar-menawar bagi saya,” tegas Munahar.

“Tidak bermain di atas mimbar, tapi melalui berita dan informasi yang disebarluaskan melalui kanal resmi MUI DKI seperti media sosial karena perputarannya cepat. MUI DKI juga perlu setiap hari membuat konten-konten dan setiap kegiatan MUI selalu dibuat beritanya,” lanjut Munahar.

Tidak hanya buzzer yang melawan ulama, Munahar juga berharap infokom dan MUI DKI bisa membela dan membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Dia mengatakan jika para buzzer mencari kesalahan Anies, maka infokom mengangkat keberhasilan Anies, baik tingkat nasional maupun internasional.

“Beliau ini termasuk 21 orang pahlawan dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta,” kata Munahar. (Democrazy id)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mendagri Tegur Daerah yang Belanjanya Masih Rendah Agar Cepat di Realisasikan

26 November 2021 - 09:23 WIB

Terobosan Jaksa Agung Dobrak Kebuntuan Penyelesaian Kasus HAM Berat

22 November 2021 - 11:59 WIB

Bebas Dari Lapas, Jadwal Ceramah Habib Bahar Penuh 1 Tahun Kedepan

21 November 2021 - 15:01 WIB

Alhamdulillah… Habib Bahar Bin Smith Sudah Bebas

21 November 2021 - 14:14 WIB

Prabowo Nyapres 2024, HRS dan Pendukung Sudah Kecewa

18 November 2021 - 12:27 WIB

Hukuman HRS Dipotong, PA 212: MA Tunjukkan Rasa Kemanusiaan

16 November 2021 - 21:17 WIB

Trending di Nasional