Menu

Mode Gelap
Harga Buah Sawit Anjlok, Dewan Batanghari Gelar RDP Agar BBM Subsidi Tepat Sasaran, Al Haris Gandeng Polda Jambi Al Haris Harapkan Qori dan Qori’ah Harus Percaya Diri Bupati Masnah Busro Kukuhkan Kades Sebagai Pemangku Adat Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus KNPI, Irjen Pol Rachmad: Polri Siap Bersinergi

Hukrim · 22 Mar 2022 08:46 WIB

Nama Bupati Muaro Jambi Disebut KPK Dalam Dakwaan Orang Kepercayaan Zumi Zola


 Bupati Kabupaten Muaro Jambi, Masnah Busro (Foto: Ist) Perbesar

Bupati Kabupaten Muaro Jambi, Masnah Busro (Foto: Ist)

Kabarjambikito.com – Orang kepercayaan Zumi Zola, mantan Gubernur Jambi, Apif Firmansyah menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (21/03/2022).

Sebagai terdakwa kasus suap ketok palu pengesahaan RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018, Apif tidak hadir langsung ke ruang sidang, dia mengikuti sidang lewat virtual dari gedung KPK Jakarta.

Sidang perdana ini mengagendakan pembacaan surat dakwaan. Sejumlah nama beken masuk dalam surat dakwaan Apif, terbaru ada nama Bupati Muarojambi Masnah Busro.

Sedikitnya ada empat kali nama Ketua DPD PAN Muarojambi itu disebut jaksa KPK. Sejak proses penyidikan, Masnah sudah beberapa kali dipanggil tim penyidik anti rasuah itu sebagai saksi.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Apif bersama-sama dengan Zumi Zola Zulkifli menerima gratifikasi dalam bentuk uang yang seluruhnya berjumlah Rp 34.610.300.000. Perbuatan itu haruslah dianggap suap, karena berhubungan dengan jabatan Zumi Zola selaku penyelangara negara.

Jaksa KPK menyebut, anggaran kepada Masnah Busro itu mengalir saat pencalonannya bersama Bambang Bayu Suseno sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muarojambi.

Penggunaannya dalam rangka kampanye pemenangan Manah dan Bambang Bayu Suseno yang didukung oleh Zumi Zola.
Atas persetujuan Zumi Zola, pada bulan Februari 2017 uang sejumlah Rp 3.3 miliar digunakan untuk pemenangan pasangan Masnah Busro dan Bambang Bayu Suseno pada kampanye Pilkada Bupati Muarojambi yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN).

BACA LAINNYA  Polisi Masih Terus Buru Pelaku Penusukan Warga Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi

Kemudian, awal tahun 2017 Apif juga menerima uang sejumlah Rp 5 miliar dari rekanan. Uang itu juga dipergunakan untuk membiayai kampanye pasangan Calon Bupati Muarojambi Masnah dan Bambang Bayu Suseno.

Masih di tahun 2017, uang sejumlah Rp 260 juta guna pembayaran sewa 10 unit mobil Mitsubishi Triton yang digunakan untuk sosialisasi dan kampanye Masnah Busro.

“Pada tahun 2017 ada uang sejumlah Rp 200 juta rupiah untuk pembayaran baju gamis muslimah dalam rangka sosialisasi/kampanye pasangan Pilkada Muarojambi Masnah dan Bambang Bayu Suseno yang didukung Zumi Zola Zulkifli,” sebut jaksa KPK.

Selain Masnah, nama Zumi Laza pun disebut dalam dakwaan. Zumi Laza adalah adik Zumi Zola yang saat itu hendak maju sebagai Walikota Jambi. Uang itu juga bersumber dari para pengusaha Jambi.

BACA LAINNYA  Tangkap Pengedar Narkoba, BNNP Jambi Amankan 21 Paket Sabu

“Perbuatan terdakwa bersama-sama dengan Zumi Zola Zulkifli menerima gratifikasi dalam bentuk uang yang seluruhnya berjumlah Rp34.610.300.000, haruslah dianggap suap, karena berhubungan dengan jabatan Zumi Zola Zulkifli dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas Zumi Zola Zulkifli selaku penyelenggara negara,” sebut jaksa dalam sidang yang diikuti Apif Firmasnyah secara daring.

Oleh jaksa, Apif didakwa dengan dakwaan Kesatu, Pasal 12B UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Kedua, Pertama Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP Atau Kedua, asal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Menanggapi dakwaan jaksa ini, Apif tidak mengajukan keberatan. Namun lewat penasehat hukumnya, Apif mengajukan izin berobat kepada majelis hakim.

Penasehat hukum Apif Firmansyah, David Fernando menyebutkan, kliennya sudah 3 kali rawat jalan karena sakit gigi. “Klien kami sakit gigi dan sudah mendapatkan rujukan dari tim medis KPK,” katanya.

BACA LAINNYA  Partai Indonesia Terang Masuk Jambi, 4 Kabupaten Sudah Terbentuk

David mengajukan izin berobat karena kliennya itu butuh tinggal satu kali lagi pengobatan. “Itu memang disampaikan oleh dokter,” katanya.

Hakim ketua, Yandri Roni tidak langsung memberikan penetapan menerima permohonan atau pun menolak. “Jika penyakit berat, mungkin akan dipertimbangkan untuk itu. Di rutan kan ada tim medis,” kata Yandri Roni.

Menanggapi permohonan itu, Jaksa KPK Siswhandono, mengatakan, permohonan pengobatan yang diajukan terdakwa memungkinkan untuk dilakukan. Saat ini Apif Firmansyah, menjalani penahanan di rutan KPK, dan masih dalam pengawasan tim klinik KPK.

“Sangat memungkinkan untuk berobat, itu adalah hak terdakwa. Kini Apif ditahan di KPK, jadi yang bertanggungjawab pertama adalah dokter-dokter di KPK. Kalau dokter di KPK mengizinkan, maka ya bisa dizinkan, biasa itu,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Muarojambi Fauzi Darwas tidak merespon Metro Jambi yang berusaha mengkonfirmasi terkait nama Bupati Masnah Busro yang disebut dalam surat dakwaan KPK. Pesan yang dikirim hanya dibaca saja.

Sumber: Metrojambi.com

Artikel ini telah dibaca 456 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lucu!! Aksi Kades Ini Malah Bikin Uang Rp. 1.4 M Yang Akan Diterima Desa berubah Jadi DP Mobil

14 Mei 2022 - 14:27 WIB

Pelaku Penusuk Leher Warga Marosebo Ulu Berhasil Diamankan Polisi

13 Mei 2022 - 09:14 WIB

Hanya Gegara Lempar Kunci Motor, Satpam Bunuh Rekannya Sendiri

12 Mei 2022 - 17:28 WIB

Nekat Tusuk Polisi Dengan Tombak, Tiga Peluru Tembus Dada DPO Curat di Jambi

11 Mei 2022 - 08:28 WIB

Satpam Ditemukan Meninggal Dunia Diduga di Tusuk Pelaku Pencuri Buah Sawit

9 Mei 2022 - 06:40 WIB

Wakil BPD Tebing Tinggi Diringkus BNNK Batanghari

25 April 2022 - 17:13 WIB

Trending di Hukrim