Menu

Mode Gelap
Badan Intelijen Negara Door Tu Door di Jambi, Ada Apa ? Selain Dipecat, Oknum Kapolsek Yang Berbuat Mesum Juga Bakal di Pidana Dana Bansos Diselewengkan, Lapor ke Sini Adu Kambing Kijang LGX VS Mitsubishi, Sopir dan Penumpang Meninggal di TKP Kampoeng Radja Siap Kembali Menghibur Keluarga di Jambi, KJK Beri Apresiasi

Opini · 22 Sep 2021 16:27 WIB

Napoleon Bonaparte Bak Pembuka Keran yang Tersumbat


 Napoleon Bonaparte Bak Pembuka Keran yang Tersumbat Perbesar

Dalam kehidupan keseharian kita, khususnya dalam kehidupan rumah tangga tentu tak asing lagi kita akan selalu berurusan dengan air. Tatkala instalasi saluran air di rumah tersumbat, maka mulailah ketidaknyamanan kehidupan seisi rumah akan segera terasakan.

Demikian pula, jika saluran penegakan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya tak terkecuali penegakan hukum bagi para penista agama, maka sumbatan-sumbatannya akan terus menggumpal. Terkait dengan kasus yang sedang viral kali ini soal dugaan penganiayaan sesama penghuni rumah tahanan, yakni dugaan Napoleon Bonaparte (NB) yang menganiaya M. Kece (MK) bak pembuka keran saluran air yang tersumbat.

Maka tidak sedikit mengalir komentar dukungan tindakan NB terhadap MK. Tersumbatnya saluran penanganan hukum yang berkeadilan, khususnya terhadap para penista agama Islam selama ini dirasakan belum dilaksanakan sesuai hukum yang berlaku. Terkesan ada pembiaran terhadap para penista agama Islam yang menista lewat media sosial tanpa ada tindakan tegas.

BACA LAINNYA  Pemasangan Kabel Telkom di Sarolangun Meninggal 2 Orang Akibat Tersentrum

Tak pelak lagi, kasus dugaan penganiayaan NB terhadap MK yang motifnya dapat terbaca dari lima item surat terbuka NB dimana pada item keduanya NB menuliskan: “Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah-ku, Al-Qur’an, Rasulullah Saw, dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya”. Sikap atau komitmen NB ini, insyaallah, merupakan sikap pribadi NB dan sekaligus juga sikap seorang mukmin pada umumnya.

Sikap atau komitmen akidah NB yang demikian, tentu tak pelak lagi mendapat dukungan yang sangat luas karena khalayak selama ini merasakan saluran penanganan hukum bagi penista agama Islam belum ditegakkan sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

BACA LAINNYA  RASIMIN

Paling tidak, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil di balik dugaan penganiayaan MK oleh NB di antaranya: Pertama, NB telah membuka mata hati kita bersama, khususnya bagi aparat untuk menegakkan hukum yang tegas tak terkecuali terhadap para penista agama Islam.

Kedua, NB telah berperan membuka kran hukum dengan caranya yang terukur untuk membuka saluran yang selama ini tersumbat, sebelum kasus yang tidak kita hendaki bersama terjadi gerakan massa menjebol saluran hukum yang tersumbat.

Ketiga, NB jika boleh digarisbawahi telah memberikan pelajaran berharga kepada kita dengan komitmen: “Aku aparat tapi aku Islam, maknanya aparat yang mengedepankan akidah Islam dalam segala urusan. Bukan, aku Islam tapi aku aparat, yang maknanya model aparat seperti ini akan menomorsekiankan akidah Islamnya.

BACA LAINNYA  Penyidik KPK Lakso Anindito Mengaku Langsung Dipecat Tanpa Terima SK Hasil TWK

Terlepas dari banyaknya dukungan terhadap tindakan NB, ada pula yang kontra dan nyinyir menuliskan bahwa NB sedang mencari simpati dari kelompok tertentu. Boleh-boleh saja nyinyiran tersebut, namun sangatlah naif dan nista jika dikatakan tindakan NB ini hanya ingin mendapat simpati dari kelompok tertentu atau menggadaikan institusi.

Ketahuilah, bahwa komitmen akidah seorang mukmin tak berharap simpati dari makhluk karena bersifat fana atau sementara, sedangkan mengharapkan simpati dari Sang Pencipta makhluk, yakni Allah SWT yang bersifat adil dan abadi tentu yang diharapkan.

Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial.
Bandung, 21 September 2021

Suaraislam.id

Artikel ini telah dibaca 529 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

UPM Bersuara Menyikapi Dinamika Demokrasi Universitas Pinang Masak

28 September 2021 - 12:49 WIB

Brigjen Melindungi Babinsa dan Rakyat

25 September 2021 - 21:44 WIB

RASIMIN

27 Agustus 2021 - 00:05 WIB

Trending di Opini